“Jas, Gimana? Udah siap?“tanya Jinhyuk di sebrang telfon.

“Udah nih, barusan gue ambil. Gue matiin dulu telfonnya, gue mau nyetir”ucap Seungyoun.

“Oke! Sampe ketemu nanti malem”ucap Jinhyuk lagi.

Seungyoun pun meletakan ponselnya di kursi penumpang. Dia menggantung dua jas yang baru saja ia ambil sebelum akhirnya mengarahkan mobilnya menuju apartmentnya


“Youn, dimana?“Seungyoun tersenyum sebelum menjawab telfon.

“Baru sampe apartment nih Jin, kenapa?“Seungyoun pun memasukan kode untuk masuk ke dalam apartmentnya.

“Lagi milih cake. Bisa kesini engga? Bingung”ucap Sejin manja.

“Oke! Share aja alamatnya, habis nyimpen jas aku kesana”

“Okeeeyyy!!! Thanks a lot Younie!“ucap Sejin semangat.

“Yap! No problem”ucap Seungyoun sebelum mengakhiri panggilannya.


“Darimana lu?“Seungyoun menoleh ketika dirinya baru saja menginjakan kaki di apartment Seungwoo.

“Nemenin Sejin pilih kue trus males balik lagi gue. Yaudah langsung kesini”ucap Seungyoun tenang.

“Sejin mana?“tanya Byungchan yang muncul dari salah satu kamar di apartment Seungwoo.

“Udah gue anter balik, kasian nanti kecapean. Gue suruh istirahat aja”ucap Seungyoun sambil menikmati camilan di hadapannya.

Seungwoo dan Byungchan beradu pandang dan serempak menaikan kedua bahu mereka.

“Sorry... Sorry... Gue telat ya?“ucap Jinhyuk yang membawa dua kantung plastik berisi amunisi untuk malam itu.

“Santai! Pemeran utama kalo datengnya telat juga bakal di tungguin kok”ucap Seungyoun melirik ke arah Jinhyuk.


“Jangan gugup! Tuh dasi benerin”ucap Byungchan sambil menunjuk dasi Seungyoun.

Seungyoun mengatur nafasnya sambil merapihkan dasi dan penampilannya.

“Orang tua Sejin udah dateng kan? Lo udah ketemu?“tanya Seungwoo dan Seungyoun mengangguk.

“Udah kok, tadi gue ketemu bareng Sejin juga”ucap Seungyoun lagi.

“Yaudah buruan. Pelan-pelan aja, nih cincin jangan sampe salah”ucap Seungwoo lagi sambil menyerahkan kotak cincin beludru berwarna biru.


Seungyoun mengatur nafasnya agar tidak gugup. Setelah pintu di hadapannya dibuka, ia harus tersenyum kepada semua orang yang sudah hadir memenuhi undangan hari ini.

Pintu terbuka. Seungyoun pun menyunggingkan senyum terbaiknya. Berjalan di atas karpet merah yang sudah terbentang dari depan pintu hingga ke depan altar.

Seungyoun berhenti di depan altar dan senyum tidak sama sekali berkurang dari bibirnya. Seungyoun mengulurkan tangannya.

“Selamat ya, Hyuk! Jagain dia, jangan kayak gue”ucap Seungyoun tersenyum.

Seungyoun mengeluarkan kotak cincin yang ia bawa kepada Jinhyuk. Lalu Seungyoun memposisikan dirinya berdiri bersama teman-temannya, Seungwoo serta Byungchan.

Semua mata kembali tertuju ke pintu yang terbuka. Disana Sejin berdiri dibalut jas putih yang beberapa hari lalu di ambil oleh Seungyoun. Sejin tampan seperti biasa, bahkan hari itu terlihat lebih tampan.

Ayah Sejin menyerahkan Sejin kepada Jinhyuk dan semua proses pemberkatan dimulai. Semua orang bertepuk tangan riuh ketika Jinhyuk dan Sejin selesai membacakan sumpah pernikahan mereka.


“Selamat! Akhirnyaaa selesai juga!“Seungyoun memberikan ucapan selamatnya kepada Jinhyuk dan Sejin.

“Thanks Youn!“ucap Jinhyuk singkat.

“Makasih ya Youn! Sorry selama persiapan, nyusahin mulu. Nanti habis ini gue traktir deh, beneran!!“ucap Sejin semangat.

“Santai, nikmatin dulu aja status baru haha”ucap Seungyoun tertawa lalu memeluk Sejin.

“Sorry...“ucap Seungyoun pelan sebelum melepas pelukannya dengan Sejin.


“Woy! Are you okay?“Seungwoo menghampiri Seungyoun dengan dua gelas wine di tangan.

“Lebih dari oke. Lagian, kalo gue engga oke nanti yang ada kacau semua”Seungyoun tertawa.

“Kacau gimana nih? Lo mau teriak-teriak dihadapan undangan?“tanya Seungwoo bingung yang dibalas hanya dengan tawa renyah Seungyoun.

“Engga lah. Gila aja sih gue. Gue yang salah dari dulu”ucap Seungyoun lemah.

“Udah lewat juga, jangan difikirin. Tuh dia udah bahagia”ucap Seungwoo lagi.

“Bego banget sih gue. Dulu pas dia masih sama gue, gue malahan diemin. Engga pernah ada kalo dia butuh. Engga pernah dateng, kalo dia kangen. Engga pernah nelfon nanyain kabar dia, padahal dia selalu nungguin itu”ucap Seungyoun menatap Sejin yang sedang menyapa tamu undangan.

“Haha sampe akhirnya Jinhyuk dateng dan selalu ada buat dia. Emang sih pepatah bener, orang yang spesial tetep akan kalah sama yang selalu ada”ucap Seungyoun lirih.

“Eh jangan melow! Orang lagi happy, malah melow”ucap Byungchan yang bergabung bersama Seungwoo dan Seungyoun.

“Yaudah deh, gue sebat dulu. Perhatiin tuh Byungchan, sebelum ada yang lebih perhatian ke dia”ucap Seungyoun sambil berjalan meninggalkan Seungwoo dan Byungchan.

”...karena yang spesial akan kalah dengan yang selalu ada...”

©xposhie