A little things.


Byungchan menghela nafas berkali-kali. Orang yang ia tunggu sejak tadi masih belum terlihat batang hidungnya. Beberapa kali juga, Byungchan melihat ke arah jam tangan di pergelangan tangannya.

“Lama amat ih!“ucap Byungchan mengeluh.

“Sorry... Lama ya?“Byungchan berbalik dan mendapati lelaki dengan coat abu-abu tersebut berdiri dengan senyum merekah.

“Lama bener sih lo! Lo yang ngajak pergi, tapi lo juga yang farewell kelamaan”ucap Byungchan sewot.

“Gemes anjir!!!“ucap Jinhyuk sambil mengusak puncak kepala Byungchan.

“Emang Seungwoo engga nganterin lo? Dia engga curiga?“tanya Jinhyuk dan Byungchan menggeleng.

“Gue kan bilang mau balik kerumah, jadi dia engga nganterin”ucap Byungchan santai.

“Trus lo mau ngajak gue kemana?“tanya Byungchan penasaran. Jinhyuk mengeluarkan dua buah tiket yang membuat Byungchan terkejut.

“Udah yuk buruan!!“Jinhyuk menarik pelan tangan Byungchan yang masih terdiam karena terkejut. Mereka berdua menaikin kereta cepat yang akan membawa mereka ke tempat tujuan mereka.

“Mau dipojok apa dipinggur?“ucap Jinhyuk saat mereka berdua sudah tiba di kursi mereka. Byungchan tersenyum dan memilih duduk dikursi pojok dekat jendela.

“Siniin tasnya, ditaroh diatas aja”ucap Jinhyuk sambil melepas ransel milik Byungchan dan meletakannya ditempat barang tempat diatas kepala mereka.

“Tidur dulu aja, perjalanan kita tiga jam soalnya. Biar sampe sana agak seger juga”ucap Jinhyuk dan Byungchan mengangguk.

Tidak perlu waktu lama bagi Byungchan hingga akhirnya terbuai dan masuk ke alam mimpi. Kepala Byungchan beberapa kali terantuk sehingga membuat Jinhyuk menarik kepala Byungchan dan meletakannya di pundaknya. Tanpa Jinhyuk sadari, dirinya juga menarik tangan Byungchan dan menggenggamnya.


“Hyuk bangun.....“Byungchan beberapa kali menepuk pipi Jinhyuk dengan tangan kanannya, karena tangan kirinya masih digenggam oleh Jinhyuk yang masih tertidur pulas.

“Hyuk.... udah mau sampe....“ucap Byungchan lagi. Akhirnya setelah beberapa saat. Jinhyuk pun membuka matanya. Byungchan tersenyum ketika melihat betapa lucunya wajah Jinhyuk yang baru saja bangun tidur.

“Udah sampe?“tanya JInhyuk lemah dna Byungchan menggeleng.

“Lima menit lagi! Ayok siap-siap”ucap Byungchan dan Jinhyuk mengangguk setuju.

“Hyuk.... tangan gue”ucap Byungchan ketika Jinhyuk yang masih mengumpulkan nyawa tersebut masih betah menggenggam tangannya.

“Eh sorry... kelewat nyaman, jadi engga sadar”ucap Jinyuk tertawa.

Byungchan dan Jinhyuk sudah berada di kamar hotel mereka. Setelah berganti baju, mereka memutuskan untuk mampir ke sebuah restoran sebelum akhirnya mereka mulai menelusuri arena ski tempat mereka berdua berlibur kali ini.

“Agak gila lo ya? Gue kira lo cuma ngajak jalan kemana gitu, engga sampe ke ski resort begini”ucap Byungchan menggeleng.

“Diem bisa? Nanti lo jatoh!“ucap Jinhyuk yang sedang mengajari Byungchan tahap awal bermain ski.

“yaudah sih kalo engga mau ngajarin, engga usah ngajarin”ucap Byungchan sambil menghempaskan tangan Jinhyuk yang sedari tadi menjadi tumpuannya.

Byungchan terjatuh karena dirinya terlalu kasar menghempaskan tangan Jinhyuk. Jinhyuk tertawa melihat Byungchan yang terjatuh ke atas Salju yang dingin itu.

“Bukannya dibantuin! Malah ketawa!!“ucap Byungchan merajuk. Jinhyuk pun membantu Byungchan berdiri. Tetapi karena alat ski yang masih tersangkut dikaki Byungchan, pergerakan mereka menjadi tidak seimbang dan menyebabkan Byungchan kembali terjatuh. Kali ini Byungchan terjatuh tepat diatas tubuh Jinhyuk. Mereka berdua beradu tatap sebelum akhirnya Jinhyuk tersadar dan mencoba berdiri.

Tiga jam telah berlalu. Byungchan sudah semakin mahir bermain ski diatas salju. Bahkan Byungchan sudah tidak perlu berpegangan kepada Jinhyuk. “Udahan yuk? Nanti lo kedinginan”ucap Jinhyuk yang melihat jika hidung Byungchan mulai berair dan wajahnya sudah memerah. Byungchan menggeleng.

“Masih mau main lagi!!!“ucap Byungchan sambil menarik cairan dalam hidungnya. Jinhyuk hanya dapat menggeleng melihat kelakuan kekasih sahabatnya tersebut.

“Chan.... udah yuk?“ucap Jinhyuk yang diabaikan Byungchan.

Jinhyuk yang mulai kesal karena diabaikan Byungchan pun menarik Byungchan. Jinhyuk dapat merasakan jari jemari Byungchan yang dingin. “Tuh kan! Lo kedinginan, kenapa sih batu kalo dibilangin?“ucap Jinhyuk kesal. Byungchan gemetar karena dua hal, karena kedinginan dan karena suara Jinhyuk yang meninggi.

“Kita balik ke hotel sekarang....“ucap Jinhyuk yang mulai menurunkan volume suaranya.

“Dingin....“ucap Byungchan pelan ketika mereka mulai melangkahkan kakinya mengarah ke hotel. Jinhyuk menoleh dan mendapati Byungchan yang semakin menggigil. Jinhyuk mengusap kedua tangannya dan menempelkannya ke pipi Byungchan. Bibir Byungchan mengigil, perlakuan Jinhyuk tidak berhasil membuatnya membaik.

“Ah shit!!“Jinhyuk kesal, akhirnya ia mendaratkan bibirnya ke bibir Byungchan. Byungchan yang kaget, sempat ingin menjauhkan badannya dari Jinhyuk tapi ditahan oleh Jinhyuk.

Jinhyuk menggigit pelan bibir Byungchan, membuat Byungchan membukan mulutnya. Tubuh Byungchan mulai memanas karena tautan bibir keduanya. Byungchan memukul dada Jinhyuk beberapa kali, ia butuh oksigen. Jinhyuk yang awalnya enggan mengakhiri ciuman tersebut pun melepaskan tautan mereka.

Byungchan dan Jinhyuk beradu tatap. Mereka menginginkan satu sama lain.


Jinhyuk menutup kasar pintu hotel dan mendorong tubuh Byungchan hingga terjatuh keatas kasur.

“Hghhh....“Byungchan mengerang karena perlakuan kasar Jinhyuk tapi lama-kelamaan, Byungchan mulai mengikuti alur permainan JInhyuk. Lidah mereka mulai beradu satu sama lain. Jinhyuk mulai melucuti satu persatu pakaian yang menutupi tubuhnya.

“Bawa baju lebih kan?“ucap Jinhyuk terengah dan Byungchan mengangguk lemah. Tanpa dapat diduga, Jinhyuk menarik paksa kancing baju milik Byungchan hingga terpental kesana kemari. Bibir milik Jinhyuk mulai bergerilya ditubuh Byungchan, membuat Byungchan merasa geli dan bergerak tidak nyaman.

Dua buah tonjolan di dada Byungchan menjadi korban betapa ganasnya bibir JInhyuk malam itu. Tangan Jinhyuk mencoba membuka celana training milik Byungchan dan melemparnya kesembarang arah. Tubuh Byungchan sudah tidak tertutup apapun.

“Gue engga punya Lube atau kondom”ucap Jinhyuk menatap Byungchan serius.

“Ada lotion di deket tivi, pake itu aja”ucap Byungchan pelan dan Jinhyuk mengikuti perintah Byungchan.

Jinhyuk melepas celana yang ia gunakan sebelum kembali naik keatas kasur. Lotion green tea milik Byungchan mulai ia balurkan ditangannya dan ia siap menyapa lubang merah milik Byungchan.

“Ah! Hyuk! Anjing! Ah! Jari.. Lo... Sialan”ucap Byungchan tersenggal-senggal.

“Enakan gue apa Seungwoo”ucap Jinhyuk dan Byungchan menggeleng.

“Jawab!!!“ucap Jinhyuk menambah kecepatan jarinya.

“Enakan Seungwoo lah goblok!“ucapan Byungchan membuat Jinhyuk menghentikan kegiatan jarinya dibawah sana. Byungchan kecewa.

*Aw!!! Anjing!!! Lo...“ucapan Byungchan terputus karena Jinhyuk sudah melumat habis bibirnya dengan pinggang yang bergerak tidak beraturan. Jinhyuk tanpa penetrasi, melesakan kejantannanya kedalam lubang Byungchan yang belum sepenuhnya terbiasa.

“Hyuk... Shit!!! Enak.... Lebih kenceng...“ucap Byungchan merajuk sambil memeluk tubuh Jinhyuk. Jinhyuk tersenyum licik sebelum menambah kecepatan gerakan pinggangnya.

“Ah... Hyuk... Enak... banget....“ucap Byungchan kembali merajuk. Jinhyuk menarik tubuhnya sebelum akhirnya menarik Byungchan agar duduk diatasnya.

Bibir Jinhyuk kembali meraup kedua tonjolan di dada Byungchan dengan pinggang yang masih bergerak bebas. Byungchan yang mulai terbiasa dnegan permainan kasar Jinhyuk pun mengikuti irama permainan Jinhyuk.

“Anjing Chan!!!“ucap Jinhyuk.

Jinhyuk merebahkan dirinya, membuat Byungchan bekerja sendiri diatasnya. Jinhyuk tersenyum sambil terus memandangi Byungchan. Byungchan yang malu menunduk dan enggan menatap balik Jinhyuk.

“Ah!“Byungchan kembali merintih karena Jinhyuk yang semula diam tiba-tiba kembali menggerakan pinggangnya. Byungchan yang tidak kuat akhirnya merebahkan dirinya diatas tubuh Jinhyuk dan Jinhyuk terus meumbuk titik kenikmatan Byungchan hingga pelepasannya memenuhi liang hangat Byungchan.

“Bego! Kenapa engga diluar sih?'ucap Byungchan dnegan wajah yang disembunyikan di dada Jinhyuk.

“Sorry... Engga sengaja....“ucap Jinhyuk mengusap pelan surai hitam milik Byungchan.

“Bangun yuk? Gue bersihin trus kita tidur?“ucap Jinhyuk dan Byungchan mengangguk.

Byungchan berbaring kesamping ketika Jinhyuk membersihkan sisa cairannya dilubang Byungchan.

“Chan... sorry ya?“ucap Jinhyuk yang membuat Byungchan menoleh kearah Jinhyuk.

“Please, sekali lagi”ucap Jinhyuk yang mencoba kembali melesakan kebanggannya kelubang Byungchan.

“Ah! Sialan! Hyuk.... Kenapa lo enak sih”ucap Byungchan merintih ketika Jinhyuk kembali bermain dilubangnya.

(xposhie)