A Memory.
Wooseok membuka pintu mobil Seungyoun dengan santai, seperti hal tersebut adalah hal yang biasa ia lakukan. Seungyoun tersenyum dengan kedua tangan terbuka lebar, meminta pelukan dari orang yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.
“Ngapain?“ucap Wooseok sambil memasang sabuk pengamannya. Wooseok menatap seungyoun dengan tatapan aneh.
“Peluk?“ucap Seungyoun maish dnegan senyum merekah. Wooseok menggeleng sebelum akhirnya mendekatkan dirinya kearah Seungyoun.
“Gila ya, kita selingkuh nih?“ucap Wooseok dalam dekapan Seungyoun.
“Hm? Siapa bilang? Kita tuh bukan selingkuhan tau!“ucap Seungyoun gemas sambil mencubit ujung hidung milik Wooseok.
“Trus apa?“ucap Wooseok sambil membenarkan kembali posisi duduknya.
“Teman tapi mesra”ucap Seungyoun santai.
“Mesra banget?“tanya Wooseok meledek dan Seungyoun tertawa.
“Banget! Banget! Banget!“ucap Seungyoun sambil tertawa lepas. Seungyoun pun mulain melajukan mobilnya menuju destinasi yang hanya dirinya ketahui.
“Mau kemana sih?“tanya Wooseok ketika menyadari jika ia tidak mengetahui rute yang sedang mereka lalui kali ini.
“Villa punya papih. Kamu tidur aja dulu, nanti kalo udah nyamoe aku bangunin”ucap Seungyoun sambil mengusak puncak kepala Wooseok. Wooseok memilih melihat ke jalanan yang ia tidak ketahui rutenya itu. Masih pagi dan masih segar.
Wooseok bosan tetapi ia tidak bisa tidur dalam perjalanan karena sesungguhnya ia tidak mengantuk sama sekali. Fikiran jahat tiba-tiba datang dan membuat Wooseok tersenyum miring. Wooseok menoleh kearah Seungyoun yang maish fokus ke jalanan dihadapannya.
“Bosen....“ucap Wooseok manja. Seungyoun melirik dan tersenyum.
“Mau dengerin lagu? Nyalain aja radionya. Apa mau sambungin ke handphone kamu?“tanya Seungyoun dan Wooseok menggeleng.
“Trus mau apa?“tanya Seungyoun bingung.
“Mau main”ucap Wooseok pelan.
“Main sama itu....“ucap Wooseok menunjuk tepat kearah benda lunak milik Seungyoun yang masih tertidur. Seungyoun panik.
“Hah? Seok.... kita lagi dijalan loh?“ucap Seungyoun terbata-bata.
“Ya terus? Engga bakal keliatan orang juga kok! Aku sama Jinhyuk sering soalnya”ucap Wooseok yang mulai membuka sabuk pengamannya.
“Seok.... Yang bener aja?“tanya Seungyoun melirik ke arah Wooseok yang menundukan tubuhnya mendekati dirinya.
“Beneran....“ucap Wooseok yang mulai mengusap celana Seungyoun. Tubuh Seungyoun menengang.
“Kamu beneran sering kayak begini? Sama Jinhyuk?“tanya Seungyoun ketika dia mulai merasakan Wooseok mulai menarik resleting celana miliknya.
“Iyaaa sering! Soalnya aku suka bosen dijalan trus engga pernah bisa tidur kalo dijalan, yaudah deh mainin punya Jinhyuk!!“ucap Wooseok polos. Seungyoun menahan nafasnya ketika tangan Wooseok mulai mengurut miliknya dari balik boxer yang masih ia gunakan.
“Kamu pake boxer! Susah ih ngeluarinnya”ucap Wooseok merajuk.
Wooseok menarik tubuhnya bangun dan melihat ke sekekelingnya yang hanya hutan dikanan dan kiri jalan.
“Minggir dulu, bentar!“ucap Wooseok menunjuk bahu jalan dan Seungyoun hanya dapat menelan salivanya kasar.
“Ih Seungyoun! Minggir bentar..... Atau aku turunin celana kamu senidir?“ucao Wooseok menatap Seungyoun dalam. Seungyoun pun menepikan mobilnya. Entah mendapat bisikan darimana, Seungyoun membuka pengait celana pendek yang ia gunakan serta menurunkan boxernya sebatat lutut.
“Asik!!!“ucap Wooseok girang yang membuat Seungyoun ikut tersenyum.
“Udah bangun, sok-sokan engga mau main”ucap Wooseok meledek.
“Jalan lagi aja”ucap Wooseok enteng yang kembali menundukan tubuhnya.
Jari jemari Wooseok mulai mengerut kejantanan Seungyoun yang ulai menegak. Bahkan jari jemari Wooseok menggambar pola mengacak di dua buah bola kembar yang menggantung.
“Babi!“jerit Seungyoun ketika Wooseok memasukan kejantanannya ke dalam mulut sempitnya. Hangat.
“Seok... kenapa engga pake aba-aba sih?“ucap Seungyoun yang mulai fokus ke jalanan lagi.
“Muaaffhh.. Seungajhaa...“ucap Wooseok dengan mulut yang penuh. Seungyoun mencoba menteralkan nafasnya. Ia memilih fokus ke jalanan karena ia tidak mau berakhir celaka bersama Wooseok.
“Ah shit! Enak banget anjing!!“ucap Seungyoun meracau dan Wooseok tersenyum dibawah sana.
Tangan kiri Seungyoun menekan kepala Wooseok agar kejantannya masuk sempurna ke dalam mulut Wooseok. Deep Throat. Wooseok tersedak dan terbatuk.
“Engga mau main! Tapi begini caranya”ucap Wooseok mengusap bibirnya yang basah.
“Maaf... SUmpah engga sengaja... Mulut lo enak banget! Lagi please? Dikit lagi....“ucap seungyoun memohon dan Wooseok menurut.
Kejantanan Seungyoun semakin menegang, Wooseok tau Seungyoun akan sampai pada pelepasannya dan Wooseok sengaja melepaskan mulutnya dari kejantanan Seungyoun.
“Kok berenti? Anjir... dikit lagi Seok, sumpah!“ucap Seungyoun memohon.
“Diem! Lanjut jalan”ucap Wooseok tak perduli. Seungyoun pusing, pelepasannya hampir tiba tapi Wooseok menyudahinya. Kejantanannya bahkan masih tegang dan belum kembali ia tutup tapi Wooseok enggan melanjutkan.
“Persetan sama Villa!“Seungyoun membanting setir dan menepikan mobilnya. Seungyoun lalu menarik Wooseok paksa untuk duduk dipangkuannya.
“Youn... nghhh... Ini masih di tempat umum...“ucap Wooseok bergerak tidak nyaman ketika Seungyoun menjilat telinga hingga ke lehernya.
Seungyoun diam mengabaikan Wooseok. Dirinya membuka jaket serta kaos yang digunakan Wooseok dan mulai mendaratkan bibirnya di tubuh mulus lelaki yang berada dihadapannya.
“Youn... ngh... Gue malu anjir...“ucap Wooseok menarik pelan rambut Seungyoun karena nikmat yang ia rasakan di dadanya.
“Jendela gue engga keliatn dari luar kok, tenang aja ya?“ucap Seungyoun sebelum kembali meraup tonjolan di dada Wooseok.
Seungyoun membantu Wooseok berdiri untuk membuka celananya. Mereka tidak mempunyai persiapan apapun sehingga Wooseok harus siap bermain tanpa penetrasi.
“Gue bakalan pelan-pelan karena kita engga pake pelicin apapun”ucap Seungyoung mengusap pipi wooseok dan wooseok mengangguk.
“Hghh... sakit... Youn...“ucap Wooseok merintih sambil menggigit pundak Seungyoun.
Cairan precum milik Seungyoun sebenarnya sedikit membantu, tetapi karena posisi mereka seperti itu jadi membuat Wooseok merasa kurang nyaman.
“Sorry... Gue gatahan harus nunggu sampe villa”ucap Seungyoun sambil mengusap punggung Wooseok menenangkan. Hening sempat menyelimuti keduanya hingga tiba-tiba Wooseok menggerakan Pinggangnya pelan dengan bantuan kaki kecilnya.
“Ah... Shit...“ucap Seungyoun karena ulah Wooseok yang tiba-tiba.
“Youn... Gerak... Please”ucap Wooseok yang masih menyembunyikan wajahnya di pundak Seungyoun. Seungyoun pun mulai menggerakan pinggulnya berlawan arah dengan Wooseok.
“Ngh... enak Youn...“ucap Wooseok merintih. Mendengar rintihan Wooseok, Seungyoun semakin mempercepat pergerakannya bahkan beberapa kali membuat kepala Wooseok mengenai langit-langit mobil.
“Youn... Mau keluar!! Agrhhh...“Wooseok melengkungkan tubuhnya ketika mencapai pelepasan. Cairannya membasahi bajunya serta baju milik Seungyoun.
Seungyoun masih bekerja mencari pelepasannya. Wooseok yang sudah lemas pun hanya dapat memeluk leher Seungyoun. Tumbukan yang diberikan Seungyoun semakin menggila hingga akhirnya Seungyoun memuntahkan cairannya di dalam anal milik Wooseok.
“Sorry....“ucap Seungyoun mengusap punggung Wooseok.
“Sorry apaan! Keluarnya di dalem”ucap Wooseok merengek.
“Ya maaf engga ada kondom?“ucap Seungyoun sambil memindahkan Wooseok kembali ke kursinya dan menyamankan posisi Wooseok.
“Tidur dulu aja ya?“nanti kalo udah sampe aku bangunin”ucap Seungyoun mengusap puncak kepala Wooseok.
“Aku bangunin buat tambah lagi hehe”ucap Seungyoun pelan.
“Aku denger!“ucap Wooseok sebelum masuk ke dalam alam mimpinya.
(xposhie)