Bertemu


Byungchan tertawa lepas karena lelucon yang di lontarkan Daehwi dan Minkyu. Malam itu, Byungchan sengaja mentraktir Daehwi dan Minkyu karena janjinya ada waktu itu.

“Kalian duluan lah, aku ke toilet sebentar”

Byungchan pun berjalan cepat ke arah toilet. Byungchan harus menunggu beberapa saat hingga salah satu bilik toilet terbuka.

“Byungchan?”

Seseorang yang keluar dari dalam bilik toilet tersebut ternyata Seungwoo. Byungchan tersenyum kepada satu-satunya orang yang berada di hadapannya.

“Sendiri?“tanya Seungwoo dan Byungchan menggeleng.

“Aku bersama Daehwi dan Minkyu, mereka menungguku diluar”ucap Byungchan ramah.

“Apakah mereka bisa menunggumu lebih lama?“pertanyaan Seungwoo berhasil membuat Byungchan bingung. Tetapi detik selanjutnya, Byungchan tau apa maksud Seungwoo.

Seungwoo menariknya masuk ke dalam bilik toilet bersama. Mengunci bilik tersebut dan memojokan Byungchan pada pintu toilet.

“Apa kabar?“tanya Seungwoo.

“Aku baik. Ka Seungwoo apa kabar? Apakah kaki ka seungwoo baik-baik saja? Ka seungwoo makan dengan teratur kan? Ka....”

“Aku merindukanmu”kalimat Byungchan terputus karena pernyataan Seungwoo tersebut.

Seungwoo mengikis jarak antara mereka. Hembusan nafas Seungwoo dapat dengan jelas di rasakan Byungchan dan detik selanjutnya sapuan lembut bibir Seungwoo dirasakan Byungchan di bibirnya.

Seungwoo menarik Byungchan untuk masuk kembali ke bilik toilet yang kosong dan memojokan Byungchan di pintu toilet yang sebelumnya sudah di tutup. Seungwoo melepas tautan bibir keduanya, nafas mereka memburu dan tatap rindu di lemparkan satu sama lain.

“Ka...”

“Aku merindukanmu Byungchan”Seungwoo tersenyum kecil, menyapukan ibu jarinya pada bibir kemerahan milik Byungchan.

“Aku juga”ucap Byungchan, sangat pelan.

Seungwoo kembali mengikis jarak diantara keduanya, kali ini Byungchan lebih responsif. Byungchan mengalungkan tangannya di tengkuk Seungwoo.

“Kita harus cepat sebelum orang-orang curiga”ucap Seungwoo terengah.

“Aki ingin mainanku”ucap Byungchan gemas.

Tidak perlu waktu lama, Byungchan sudah duduk di closet toilet, tangannya sibuk membuka ikat pingangg Seungwoo. Byungchan berusaha membebaskan mainannya yang telah lama tidak ia jumpai.

“Anak pintar.... Akh...“Seungwoo mengusap puncak kepala Byungchan ketika tanpa aba-aba Byungchan memasukan kejantanan Seungwoo ke dalam mulutnya sendiri. Byungchan tidak bisa memasukannya semua, jadi setengahnya ia pijat dengan kedua tangannya.

“Byungchan... Aku tidak kuat... Akh... Bisa langsung?“ucap Seungwoo terengah dan Byungchan mengangguk.

Byungchan pun berdiri membelakangi Seungwoo dan dengan tergesa membuka celananya, membuat Seungwoo tertawa.

“Pelan-pelan saja”Seungwoo mengusap lengan Byungchan dan membuat Byungchan rileks.

“Ini akan sakit, karena ya kamu tau kan kenapa...“ucap Seungwoo pelan sambil memutat kepala kejantanannya di lubang berkedut miling Byungchan.

Byungchan membuang nafasnya kasar dan meludai jari jemarinya, berencana memberikan pelumas untuk lubangnya.

“Tidak perlu, aku saja”ucap Seungwoo, menghentikan pergerakan Byungchan.

“Aish... Ka.... Sakit...”

“Maaf... Aku rindu suaramu”ucap Seungwoo yanh masih berusaha mendorong kejantanannya masuk seutuhnya ke lubang Byungchan.

“Ka byungchan? Kau masih di dalam”

Suara dari luar toilet mengintrupsi pergerakan Seungwoo. Byungchan dan Seungwoo beradu tatap.

“Kalian duluan lah, perutku... AH.... sakit sekali”

Byungchan menahan desahannya karena tanpa aba-aba Seungwoo mulai menggerakan pinggangnya.

“Apakah tidak apa-apa? Perlu obat?”

“AH... nghh.... Tidak perlu... Duluanlah... nghh... Nanti ku telfon.... AH”

Byungchan menutup mulutnya, mengantisipasi desahan yang mungkin akan keluar tanpa permisi karena pergerakan Seungwoo yang mulai mengganas.

“Ka.... disitu.... cepatlah...“ucap Byungchan mendesah.

Seungwoo menambah kecepatannya ketika dia merasakan cengkaraman pada kejantanannya mulai menguat. Dalam beberapa kali dorongan, Seungwoo berhasil mengeluarkan pelepasannya di dalam Byungchan dan Byungchan menyusul beberapa saat kemudian.

Seungwoo dan Byungchan menetralkan nafas mereka. Seungwoo juga membersihkan lubang Byungchan dengan tisu yang berada di dalam toilet. Mereka berdua merapihkan kembali penampilan mereka sebelum kembali larut dalam ciuman kerinduan.

“Terimakasih”ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk.

Seungwoo kembali melumat kasar bibir Byungchan. Tetapi Byungchan segera mengakhiri ciuman tersebut.

“Kita tidak bisa melakukan ronde selanjutnya disini”ucap Byungchan tersenyum.

Byungchan pun mengintip keluar kamar mandi, setelah dirasa aman, barulah Byungchan keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Seungwoo yang sedang tersenyum bahagia di dalam kamar mandi.

©️XPOSHIE