Boss.
•••
Hangyul memasuki apartmentnya dengan santai tanpa mencurigai apapun. Hangyul menyapa seluruh orang di ruang tamunya dengan santai sebelum akhirnya ke dapur dan membereskan belanjaannya.
Hangyul bahkan meletakan susu pisang di meja tanpa arahan siapapun. Wooseok menahan tawa melihat kelakuan Hangyul yang terlewat santai itu.
“Ada kopi?”
Pergerakan Hangyul terhenti. Dirinya mengerjapkan matanya beberapa kali dan melihat seluruh orang yang berada di ruang tamu.
“Susu pisangmu engga laku, Gyul. Masukin kulkas aja”ucap Sejin santai yang berhasil membuat Hangyul tambah bingung.
Seongjun menarik Hangyul menjauh dan berbicara empat mata dengan Hangyul. Omongan Seongjun berhasil membuat Hangyul menjatuhkan susu pisang dalam genggamannya.
Semua menahan tawa melihat ekspresi Hangyul. Hangyul melirik ke arah orang-orang yang berada di ruang tamu dan matanya beradu tatap dengan seorang pria yang dia yakini baru saja bangun dari tidurnya.
“Pak, maaf pak... Bukan saya kurang aja tapi saya gatau beneran pak”
Hangyul berjalan pelan kembali ke ruang tamu. Sihoon pun tertawa mendengar apa yang dibicarakan Hangyul.
“Santai aja. Kita belum pernah ketemu kan? Saya Sihoon”
“Hangyul pak. Karyawan baru di tempat bapak, tapi belum pernah ketemu bapak soalnya waktu itu bapak jadi Sihyeon trus Samuel”
Sihoon tertawa mendengar ucapan Hangyul. Sihoon sebenarnya mengingat semuanya, pertemuannya dengan Hangyul saat dia menjadi Sihyeon maupun Samuel.