Bulan baru.
***
I. He's Gone
Setelah liburan panjang, sehabis mengunjungi ibunya di tempat tinggalnya yang baru, Sejin kembali ke Forks. Menyambut tahun ajaran baru dengan semangat karena teringat janji kekasihnya, Seungyoun, saat ulang tahunnya kemarin. Sejin selalu berfikir jika tahun lalu adalah ulang tahun terakhirnya dan dia tidak akan bertambah tua setelah itu.
Sejin mengedarkan pandangannya, mencari dimana keberadaan Seungyoun atau paling minimal ialah keberadaan kakak Sengyoun. Seharian Sejin mencari, tetapi Sejin tidak menemukan satupun anggota keluarga Vampire tersebut. Sejin mendatangi rumah Seungyoun, rumah yang beberapa waktu lalu sempat ramai karena kejadian saat Sejin berulang tahun.
Rumah keluarga Seungyoun kosong, Tidak ada satu orang pun yang berada disana.
“Mencari siapa?“Sejin menoleh kaget ketika mendapati Sunho berdiri disana. Sejin sedikit memicingkan matanya, menatap tubuh Sunho yang memang lebih besar dari sebelumnya.
“Jangan menatapku seperti itu”ucap Sunho tersenyum. Sejin pun kembali ke rumah di temani oleh Sunho.
II. The Sudden Attacks
“Sejin, apakah kamu masih mempunyai semprotan merica yang kuberikan beberapa waktu lalu?“tanya ayah Sejin tepat saat Sejin memasuki pekarangan rumahnya. Sejin mengangguk sebagai jawaban.
“Hai sunho, apa kabar?“sapa ayah Sejin kepada Sunho yang dibalas pelukan hangat oleh Sunho.
“Aku akan pergi dulu. Kasus orang hilang akhir-akhir ini semakin banyak, Kau berhati-hatilah dirumah dan selalu kunci pintumu”pesan ayah Sejin sebelum memacu mobil dinasnya menjauhi pekarangan rumahnya.
“Kasus orang hilang semakin banyak, ayahku dan beberapa tetua di desaku sampai harus turun tangan membantu mencari orang hilang tersebut”ucap Sunho menjelaskan.
“Beberapa orang berkata jika itu ulah binatang buas, tetapi menurutku tidak. Ya kamu paling mengerti soal itu”ucap Sunho lagi.
Sejin menatap malas Sunho dan mengetahui kemana arah pembicaraan Sunho tersebut. Sunho pasti berfikir jika ini adalah akibat dari kaum sebangsa kekasih Sejin tersebut.
“Pulanglah, sebelum aku menyemprotkan cairan mericaku kematamu”ucap Sejin malas.
“Apakah kekasih vampire selalu sedingin ini?'ucap Sunho tertawa.
“Keluar, sebelum aku benar-benar menendangmu dari sini”ucap Sejin marah dan Sunho pun mengikuti kemauan Sejin.
III. The motorcycle
“Pergilah bermain dengan Sunho dan teman-temannya”Ayah Sejin memaksa Sejin untuk keluar dari rumah setelah melihat keadaan Sejin yang tidak baik-baik saja.
Sejin benar-benar tidak dapat menemukan Seungyoun dimanapun. Sunho juga tidak pernah berkunjung ke rumah Sejin semenjak kejadian Sejin mengusirnya waktu itu. Sejin pun memutuskan untuk pergi menemui Sunho, setidaknya mengikuti kemauan sang ayah.
“Sibuk?“Sejin muncul di garasi milik keluarga Sunho dan memperhatikan Sunho yang sedang mengutak-atik motor di hadapannya.
“Oh waow ada kekasih vampire”Sejin menoleh dan mendapati dua orang lelaki yang lebih muda darinya.
“Diam dan pergilah!“Sejin pun mengusir kedua anak tersebut agar tidak membuat Sejin tidak nyaman.
“Motor lama dan aku sedang berusaha memperbaikinya”ucap Sunho dan Sejin mengangguk mengerti.
“Aku boleh mencobanya?“ucap Sejin dan Sunho mengangguk.
“Tentu. Tetapi setelah aku benar-benar memperbaikinya”ucap Sunho.
Setidaknya, seminggu adalah waktu yang diperlukan Sunho untuk memperbaiki motor butur tersebut. Hari ini Sejin dan Sunho berniat mencoba hasil karya Sunho yang belum diketahui tingkat keberhasilannya tersebut.
“Stop Sejin!”
“Jangan naik motor itu”
“Nanti kau akan menyakiti dirimu sendiri”
Sejin menoleh. Sejin benar-benar dapat mendengar suara Seungyoun ketika dirinya baru saja mendudukan dirinya di motor butur tersebut.
“Hai, kau siap?“ucap Sunho menyadarkan lamunan Sejin dan Sejin mengangguk.
“Sejin tidak! Berhentilah kumohon”
Lagi. Sejin bisa mendengar suara Seungyoun yang entah berada dimana.
“Jika kau memang mau membuatku berhenti, datanglah kemari keparat”ucap Sejin sambil menambah kecepatan motor yang sedang di kendarainya.
“Berhenti”
“Kurangi kecepatanmu”
“Ku mohon Sejin, jangan sakiti dirimu”
Suara Seungyoun semakin sering terdengar ketika Sejin menambahkan kecepatan laju motornya.
“Datanglah jika kau memang mengkahwatirkanku, bodoh!“Sejin menambahkan kecepatannya lagi.
“STOP!!!”
Sejin tersentak ketika melihat Seungyoun berada di hadapannya. Tanpa sengaja, Sejin menginjak rem secara mendadak. Tubuhnya tersungkur, kepalanya sedikit terbentur aspal. Sejin menoleh, Seungyoun tidak ada disana.
“Kau tidak apa-apa?“Sunho menghampiri Sejin dan segera membawa Sejin kembali ke rumah.
To be Continued.