Burn.

***

“Aku tidak mau melakukan hal tersebut!!”

Yohan berusaha meninggalkan ruangan tutoringnya dengan Seungyoun. Malam itu, Seungyoun memberikan sebuah ide yang harus di lakukan Yohan dan Dohwa saat peragaan busana besok. Yohan jelas menolak ide tersebut. Karena ia menganggap ide yang dilontarkan Seungyoun adalah ide gila.

“Kau harus melakukannya jika ingin mendapatkan sponsor!!”

“Banyak sponsor yang sudah melirik distrik sepuluh, karena sesuatu yang di lakukan seorang anak yang bernama Yuvin kemarin”ucap Seungyoun menahan amarah.

“Tapi aku tidak akan melakukannya! Persetan dengan sponsor-sponsor itu”ucap Yohan sambil meninggalkan ruangan tersbeut.

***

Hari yang ditunggu tiba. Beberapa kontestan telah menggunakan pakaian sesuai dengan ciri khas distrik masing-masing. Yohan dan Dohwa masing-masing menggunakan setelan hitam, persis seperti ciri khas distrik mereka yaitu penghasil tambang batu bara terbesar. Yohan melirik sekilas, Seungyoun tengah berbisik dengan Dohwa dan demi Capitol, Yohan malas mendengarkan omong kosong Seungyoun.

“Naiklah”Yohan pun naik ke kereta kuda yang telah dipersiapkan, disusul dengan Dohwa di belakangnya.

“Tetaplah tersenyum, apapun yang terjadi”ucap designer yang sejak pagi mengurus segala perlengkapan Yohan dan Dohwa.

Satu persatu kereta kuda yang membawa kontestan dari setaip distrik mulai memasuki arena. Yohan dapat dengan jelas melihat publik Capitol memenuhi arena tersebut. Yohan melirik ke berbagai arah, mencari keberadaan Yuvin yang semakin sulit ia temui. Yuvin disana, bersama Kookheon wakil lain dari distrik sepuluh. Yuvin tampan seperti biasa, batin Yohan.

kereta kuda yang membawa Yohan dan Dohwa pun mulai berjalan. Yohan melirik Dohwa yang dengan santai sedang melambaikan tangannya ke arah publik Capitol. Yohan tersenyum miring sebelum akhirnya mengikuti apa yang dilakukan Dohwa. Yohan tersenyum cerah dan melambaikan tangannya ke arah publik Capitol yang hadir. Gambar diri Yohan dan Dohwa muncul pada layar besar di Arena, Yohan terkejut ketika api menghabiskan seluruh pakaian yang ia gunakan. Yohan tersenyum ketka mengingat bahwa ini adalah hal yang dibicarakan designernya sejak pagi tadi. Yohan akan memanas di Arena.

Yohan kembali melirik ke arah Dohwa dan tanpa Yohan sangka, Dohwa menarik tengkuk Yohan dan mendaratkan bibirnya ke arah bibir Yohan. Yohan beberapa kali mendorong Dohwa agar menjauh. Tetapi semakin Yohan mendorong Dohwa, semakin kasar lumatan yang ia terima di bibirnya. Yohan pasrah dnegan perlakuan Dohwa siang itu. Publik Capitol berteriak histeris melihat kedua orang yang terbakar di Arena. Pakaian yang digunakan Dohwa dan Yohan serta apa yang mereka lakukan benar-benar membuat publik Capitol memanas.

Tetapi bukan hanya di Arena yang memanas, ada hati seseorang juga yang memanas menyaksikan kejadian yang sekarang menjadi perhatian Capitol tersebut. Yuvin mencoba menetralkan nafasnya dan mengatur emosinya hingga dia sadar ada sebuah tangan yang berusaha menenangkannya. Yuvin menoleh, disana Kookheon sedang tersenyum kearahnya. Tangan Kookheon menggenggam erat tangan Yuvin bahkan ibu jarinya mengusap lembut punggung tangan Yuvin.

@xposhie.