Cemburu.
Yohan tersenyum mengamati satu persatu foto yang ia ambil bersama teman-temannya beberapa jam yang lalu, Sudah lama, sangat lama, Yohan tidak dapat berkumpul dengan teman-teman lamanya bahkan sekedar untuk makan malam bersama.
“Seneng banget”Yohan menoleh dan mendapati Yuvin sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk ditangan kirinya. Yohan mengangguk.
“Banget!!“ucap Yohan dengan senyum lebar.
“Kamu tau engga? Tadi kita semua cerita-cerita pas kita masih di acara itu... terus kita tuh....“ucapan Yohan terputus ketika Yuvin berjalan menjauhinya dan tidak mendengarkan ceritanya.
“Yuvin!!! Kok kamu malah melengos sih? Kenapa engga dengerin aku?“ucap Yohan berteriak.
“Males”ucap Yuvin ketus.
”...Vin kamu kenapa sih?“ucap Yohan bingung.
“Engga apa-apa”ucap Yuvin datar.
Yohan berjalan mendekat kearah Yuvin yang sedang duduk di kursi meja makan dengan segelas air putih hangat di tangannya.
“Kamu kenapa?“tanya Yohan yang sudah berdiri dibelakang Yuvin.
“Aku bilang engg apa-apa, emang aku kenapa?“tanya Yuvin malas.
“Kamu tuh biasanya antusias kalo aku cerita apapun, kenapa sekarang bete? Kamu capek?“tanya Yohan lembut yang diabaikan Yuvin.
“Duduk.“ucap Yuvin setelah beberapa saat terdiam dan Yohan mengikuti kemauan Yuvin duduk di sebelahnya. Yuvin menghela nafas sebelum melanjutkan pembicaraannya.
“Tadi kemana aja?“tanya Yuvin.
“Makan doang kok”ucap Yohan pelan.
“Sebelum makan? Kemana? Kenapa bisa berdua dua sama Hangyul Dohyon? Bang Jinhyuk sama Minkyu kemana?“tanya Yuvin penuh selidik. Yohan terdiam dan mengetahui akar permasalahan yang membuat kekasihnya tidak antusias dengan ceritanya sebelum ini.
“Oh... Itu aku lagi nunggu Bang Jinhyuk sama Minkyu, kebetulan Hangyul sama Dohyon dateng duluan”ucap Yohan hati-hati.
“Kok bisa?“tanya Yuvin lagi.
“Hah?“Yohan terkejut karena YUvin menatapnya dalam.
“Kalian janjiannya barengan kan? Kenapa bisa Hnagyul sama Dohyon duluan yang sampe? Ini ya alesan kamu engga bilang ke aku main sama siapa aja?“ucap Yuvin dengan tatapan sinis.
“Engga gitu,,,, Kebetulan kok, beneran! Tadi Bang Jinhyuk bareng MInkyu, jadinya ya mereka telat bareng-bareng”ucap Yohan ketakutan.
“Kenapa jawabnya ragu?“ucap Yuvin datar. Yohan menghela nafas panjang. Cukup. Menurut Yohan ini cukup, Yuvin tidak seharusnya bersikap seperti ini.
“Vin... kamu cemburu?“tanya Yohan to the point.
“Kamu cemburu sama Hangyul? Karena aku sama dia foto bareng?“tanya Yohan lagi. Yuvin menatap Yohan dengan wajah yang mulai memerah.
“Haha aku cemburu sama Hangyul? Ya engga mungkinlah”ucap Yuvin penuh percaya diri.
“Beneran engga cemburu? Kalo aku liatin foto aku berdua sama Hangyul, gimana? Beneran nih engga cemburu? Tadi Dohyon dateng belakangan soalnya dia mampir toilet terus aku sama——“ucapan Yohan terputus karena Yuvin yang tiba-tiba menempelkan bibirnya di bibir Yohan -sekilas.
“Diem, aku engga mau denger”ucap Yuvin malas.
“Katanya engga cemburu?“ucap Yohan meledek.
“Ya emang engga kok!“ucap Yuvin dengan nada tinggi dan Yohan tertawa.
“Yaudah aku lanjutin nih ceritanya kalo kamu engga cemburu....“ucap Yohan lagi. Yuvin menatap Yohan dalam sebelum menarik tengkuk Yohan supaya mendekat. Yuvin kembali menempalkan bibirnya dengan bibir Yohan.
“Iya aku cemburu! Jadi engga usah dilanjutin lagi ceritanya”ucap Yuvin sebelum melumat kasar bibir Yohan. Yohan mencengkram kaos yang Yuvin gunakan. Yohan tersenyum dalam ciuman tersenyum sebelum membuka mulutnya dan menyambut lidah Yuvin beradu dengan lidahnya sendiri.
ps: tidak pernah ada foto Hangyul dan Yohan berdua, karena apa yang Yohan katakan hanya untuk menguji kejujuran Yuvin :p
xposhie