Dalam Pelarian.
Hangyul beberapa kali membuang nafasnya kasar. Sesekali ia menatap lelaki yang duduk disebelahnya. Lelaki yang lebih tua darinya dan dengan status sebagai atasannya dikantor. Hangyul menatap layar ponselnya yang gelap, sengaja ia matikan beberapa jam lalu setelah ia mendapatkan banyak sekali spam chat dari Wooseok maupun Seongjun.
“Gyul... Menurut lo, gue gila ga?“Lelaki tersebut menoleh kearah Hangyul dengan wajah sudah sepenuhnya memerah.
“Hah? Engga kok pak... Eh Ka... Kan Ka Sihoon atasannya, jadi semua yang Ka Sihoon lakuin itu pasti demi kebaikan semuanya kan?“ucap Hnagyul berhati-hati.
Sihoon tersenyum miris saat mendengar ucapan yang dilontarkan Hangyul. Sesekali ia kembali menyesap cairan bening di gelas yang masih ia genggam. Entah udah botol ke berapa untuk malam itu.
“Gyul... Lo ga takut sama gue?“Hangyul menoleh setelah diam beberapa saat, memperhatikan Sihoon yang menatap gelas miliknya sendiri. Hangyul menggeleng sebagai jawaban.
“Kenapa harus takut? Kan Ka Sihoon engga ngelakuin apapun yang jahat, jadi engga ada alasan buat saya takut sama Ka Sihoon”ucap Hangyul menjelaskan.
“Saya gatau awal mula ka sihoon sampai akhirnya.... ya kayak gini... dan aku juga ga akan maksa ka sihoon buat cerita apapun selama ka sihoon ga mau cerita”ucap Hangyul melanjutkan.
“Lo mau denger cerita gue?“tanya Sihoon menatap Hangyul tajam dan Hangyul hanya diam menatap Sihoon.
“Lo tau kan kalo gue adalah sisi lain dari Sam dan Sihyeon?“tanya Sihoon memulai dan Hangyul mengangguk.
“Tapi lo gatau kan siapa yang asli dan pemilik tubuh ini sebenarnya?“pertanyaan Sihoon dijawab gelengan oleh Hangyul.
“Bukan gue, badan ini bukan punya gue. Gue hadir karena kemauan Sam. Dia (Sam) yang selalu mau hidup sempurna dan disanjung orang lain, kayak orang-orang selalu menyanjung kakak laki-lakinya...“ucap Sihoon lagi.
“Sam punya kakak kandung laki-laki, namanya Kim Junmyeon. Dia adalah sosok sempurna di mata Sam, semua orang suka sama Junmyeon dan kedua orang tua Sam juga bangga sama kakanya itu. Sam selalu mau seperti kakanya, tetapi selalu gagal dan ga pernah berhasil”Sihoon menarik nafas panjang sebelum melanjutnya ceritanya.
“Terus Junmyeon kemana sekarang?“tanya Hangyul pelan dan Sihoon hanya menatap langit-langit bar tempat dimana ia dan Hnagyul berada.
“Itu sebabnya Sam balik kesini, setelah lama menetap di Amerika dengan harapan ia bisa menggantikan posisi kakaknya dan membanggakan kedua orang tuanya seperti yang kakaknya lakuin”ucap Sihoon.
“Sebentar.... Jadi maksudnya itu... Ini badan Samuel?“tanya Hangyul dan Sihoon tersenyum.
“Gue bakalan hilang kapan aja Sam mau...“ucap Sihoon tersenyum miris dan Hangyul menatap Sihoon tidak percaya.
“Terus, gimana dengan Sihyeon?“tanya Hangyul pelan.
“Sihyeon hadir juga karena keinginan Sam, dimana ia mau selalu disayang dan diperhatikan kedua orang tuanya”ucap Sihoon santai.
“Orang tuanya Sam?“tanya Hangyul memotong ucapan Sihoon dan lagi Sihoon hanya menatap langit-langit bar tersebut.
“Tepat dua tahun setelah Junmyeon pergi dan sejak itu, kepribadian lain Sam mulai muncul”ucap Sihoon.
Sihoon kembali menyesap alkohol ditangannya, mengabaikan rasa pusing yang mulai menyerang kepalanya.
“Ka... Udah ya minumnya? Kita balik aja?“tanya Hangyul tetapi Sihoon menggeleng.
“Gue engga mau balik, karena Wooseok pasti nyariin gue...“ucap Sihoon pelan.
“Yaudah... Kita cari hotel aja gimana? Biar Ka Sihoon bisa istirahat”ucap Hangyul.
Sepuluh menit setelahnya, Hangyul berhasil membawa Sihoon keluar dari bar tersebut untuk masuk ke dalam taksi dan pergi ke hotel terdekat. Wajah Sihoon sudah merah padam dan Sihoon mulai meracau.
“Gyul... Kalo tiba-tiba gue hilang, gimana?“tanya Sihoon dan Hnagyul hanya dapat terdiam.
“Gyul... Jagain Sam ya? Dia cuma anak yang butuh perhatian. Jangan bikin Sunho deket sama Sam lagi, ya?“ucap Sihoon.
“Sam anak baik... Dia bisa ngelanjutin kegiatan modelling dia kok dan gue yakin dia bakalan sukses dengan caranya sendiri...“Sihon melanjutkan.
“Ka.... udah, lo ngomongnya makin ngelantur”Hangyul mencoba membopong Sihoon saat keduanya sudah sampai di hotel.
“Gue ga yakin... Tapi kemungkinan, besok pagi setelah bangun yang dateng pasti Sam dan bukan gue...“ucap Sihoon.
“Lo janji ya? Please, jagain Sam...“ucap Sihoon sebelum terlelap dalam tidurnya dan meninggalkan hangyul dalam kebingungannya.
(xposhie)