Delivery.
Byungchan memijat pelipisnya pelan, jam kerjanya sudah lewat tiga jam yang lalu tapi pekerjaannya masih saja belum selesai hingga waktu menunjukan pukul delapan lewat tujuh menit. Byungchan menyenderkan tubuhnya ke kursi yang sedang ia tempati sambil sesekali menghela nafas panjang.
Akhir tahun adalah hal yang selalu dihindari Byungchan. Walaupun tetap saja setaip tahunnya, Byungchan tidak akan bisa menghindar. Ia dan Seungwoo kekasihnya akan sama-sama disibukan dengan agenda tutup buku perusahaan masing-masing yang membuat mereka jarang mempunyai waktu bersama.
“Jangan lupa makan sayang!” Itu adalah pesan terakhir yang dikirimkah Seungwoo jam enam tempat, tetapi hingga jam delapan Byungchan masih belum menyantap makan malamnya.
Byungchan mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, hanya ada ia dan beberapa orang saja karena hampir seluruh karyawan akan mengambil cuti saat akhir tahun seperti ini.
“Chan, makan!“ucap Seungsik, seorang senior Byungchan sambil mengangkat sebuah mie instan dalam kemasan. Byungchan mengangguk dan tersenyum.
“Yakali, gue makan mie nanti ketauan ka seungwoo pasti”ucap Byungchan pelan.
Byungchan bukanlah orang yang sehat seratus persen secara jasmani, jadi Seungwoo selalu memperingatkan Byungchan untuk mengurangi kopi, mie instan serta makanan cepat saji, bahkan jika bisa Byungchan harus meninggalkan ketiga jenis makanan tersebut.
Byungchan kembali melirik ponselnya, hampir setengah sembilan malam. Byungchan pun merenggakan tubuhnya. Pekerjaannya harus selesai maksimal jam sepuluh malam, karena Seungwoo akan menjempunya saat jam tersebut. Tepat ketika dirinya ingin melanjutkan pekerjaannya, ponsel Byungchan berbunyi, ada telfon dari nomer yang tidak ia kenal.
“Hallo”ucap Byungchan malas.
“Selamat malam Mas, saya mau nganter makanan nih mas”ucap seseorang di sebrang telfon.
“Loh? Saya engga pesen makanan pak”ucap Byungchan bingung.
“Oh iya, ini titipan dari orang mas. Kata suruh kirim ke mas byungchan”ucapnya lagi dan Byungchan tersenyum mendengarnya.
“Oke pak, saya ke lobby sebentar ya pak”ucap Byungchan sebelum memutus panggilannya.
“Mas Byungchan ya?“ucap kurir makanan yang berada di hadapan Byungchan, Byungchan tersenyum sambil mengangguk.
“Ini ya mas makanannya. Ini ada tulisannya, tapi bukan dari saya. Selamat makan pangeran kecil”ucap kurir tersebut sembari tersenyum dan berhasil membuat wajah Byungchan memerah.
“Oh? Hehehe makasih ya.... mas hehe”ucap Byungchan menahan malu.
“Oiya, ini buat masnya ya! Buat bayar parkir”ucap Byungchan sopan.
“Waduh! Makasih loh mas. Jangan lupa dimakan ya pangeran kecil”ucap kurir makanan tersebut sebelum meninggalkan Byungchan.
Byungchan berjalan kembali ke kantornya. Ia mencoba menghubungi Seungwoo, dalang dibalik kejadian barusan.
“Apa-apaan pangeran kecil, udah tau aku sama dia juga gedean aku”batin Byungchan”
“Hallo ka?“ucap Byungchan menahan senyum.
“Gimana Chan? Udah terima makanannya?“ucap Seungwoo dari sebrang telfon.
“Iyaaaa udah, makasih ya!“ucap Byungchan dengan nada menggemaskan.
“Tadi kurir makanannya bilang apa?“tanya Seungwoo penasaran.
“Dia keluarin bungkusan makanannya trus bilang Ini ada tulisannya tapi bukan dari saya, selamat makan ya pangeran kecil“ucap Byungchan menirukan perkataan kurir makanan yang mengantarkan makanannya tadi.
“Gemes banget sih ka!!!“ucap Byungchan lagi.
“Hahahaha gemes kan aku?“tawa Seungwoo terdengar senang di sebrang telfon.
“Iya gemes! Tapi aku baper sama abang kurirnya kaaa bukan sama kamu”ucap Byungchan polos.
“Hah? Gimana Chan?“tanya Seungwoo bingung.
“Yang ngucapin selamat makan langsung soalnya abang kurirnya, segala manggil pangeran kecil juga hehe”ucap Byungchan sambil tersenyum.
“Chan.....“Seungwoo tidak dapat berkata apa-apa lagi di sebrang telfon.
“Ka! Abang kurirnya ganteng tadi, trus pas dia bilang gitu dia sambil ngeliatin akuuu hehe”ucap Byungchan melanjutkan ceritanya.
“Chan, aku jemput sekarang ya? Itu engga usah dimakan! Kita makan dirumah aja”ucap Seungwoo tegas.
“Loh kok gitu ka? Kan katanya mau jemput jam 10, ini baru jam 9 kaaa”ucap Byungchan merajuk.
“Itu makanan cepat saji, engga sehat! Nanti aku masak aja dirumah. Aku matiin telfonnya ya!“ucap Seungwoo sambil memastikan telfonnya.
Byungchan terdiam tidak mengerti. Makanan ditangan kiri, ponsel ditangan kanan.
xposhie