Demam.


Byungchan beberapa kali mengusap hidungnya yang mulai gatal. Beberapa kali juga ia mengusap kedua tangannya untuk mencari kehangatan. Malam ini, setelah menonton konser Victon, Seungwoo dan Byungchan kembali berjalan-jalan di sekitar Gangnam. Seungwoo sudah memperingatkan Byungchan agar tidak keluar malam ini dan mengajaknya kembali ke hotel, karena udara yang menunjukan angka di minus 7 derajat celcius.

“Kaaaa, aku mau cari oleh-oleh buat temen-temen! Huatcim”Byungchan kembali mengusap hidungnya.

“Besok aja gimana? Kayaknya kamu kedinginan deh, kita balik hotel aja ya?“ucap Seungwoo panik dan Byungchan menggeleng.

“Tanggung ka! Udah disini masa pulang lagi?“ucap Byungchan mengerucutkan bibirnya.

“Yaudah kita masuk cafe dulu, kamu minum minuman yang hangat dulu ya?“ucap Seungwoo sedikit memaksa dan Byungchan menggeleng lagi.

“Aku engga apa-apa ka! Ini aku udah pake syal, sarung tangan juga semua lengkap... Huatcim!“Byungchan lagi-lagi bersin.

“Tuh kan, kamu tuh bersin-bersin mulu trus itu hidung juga udah merah”ucap Seungwoo.

Seungwo membuka sarung tangannya dan mengusap kedua telapal tangannya sebelum ia letakan kedua telapak tangannya di pipi Byungchan.

“Hehe tangan ka seungwoo anget”ucap Byungchan sambil memegang kedua pergelangan tangan Seungwoo.

“Masuk ke cafe yuk, sebentar deh 30 menit habis itu kita jalan-jalan lagi. Atau kamu engga aku izinin pergi sama sekali”ucap Seungwoo tegas dan membuat Byungchan luluh.


“Kamu langsung ganti baju, jangan tiduran dulu. Mandinya pake air anget, ini aku minta buatin coklat panas ke room service”ucap Seungwoo ketika dirinya dan Byungchan tiba di kamar hotel mereka.

Tanpa di duga, salju turun ketika Byungchan dan Seungwoo sedang berjalan-jalan di sekitar Gangnam. Seungwoo yang memang mengetahui kondisi Byungchan pun mengajak Byungchan untuk masuk ke dalam sebuah cafe tapi Byungchan menolak dengan alasan, “kan barusan kita habis dari Cafe buat minum minuman hangat ka! aku udah anget kok jadi engga apa-apa main salju”ucap Byungchan lugu.

“Gimana? Jadi mandi?“tanya Seungwoo yang baru masuk lagi ke dalam kamar dnegan segelas teh hangat ditangannya, Byungchan menggeleng dan memilih menggelung tubuhnya di bawah selimut.

“Dingin kaaaa, aku males mandi”ucap Byungchan menggigil.

“Tapi udah ganti baju kan?“tanya Seungwoo dan Byungchan mengangguk.

“Nih minum dulu, biar anget juga badannya”ucap Seungwoo dan Byungchan menurut.

Setelah teh hangat di dalam gelas tandas, Byungchan kembali menyembunyikan dirinya di dalam selimut.

“Aku mandi dulu ya?“tanya Seungwoo dan di balas anggukan lemah Byungchan.


Byungchan beberapa kali membenarkan posisi tidurnya yang tidak nyaman sehingga membuat Seungwoo terbangun dan berjalan ke arah kasur Byungchan.

“Kenapa?“tanya Seungwoo semakin panik.

“Dingin kaaaa”ucap Byungchan.

Seungwoo pun melihat suhu di kamar mereka yang memang sudah ia setting hangat demi Byungchan yang sedang kedinginan. Bahkan sekarang Seungwoo sudah merasakan panas karena suhu kamar mereka.

Seungwoo pun memilih naik ke atas kasur milik Byungchan yang membuat Byungchan kaget.

“Maaf yaaaa”ucap Seungwoo pelan dan Byungchan mengangguk.

Seungwoo pun masuk ke dalam selimut Byungchan dan membuka coat yang digunakan Byungchan serta membuka kancing piyama yang Byungchan kenakan.

“Ka.....“ucap Byungchan menghentikan gerak tangan Seungwoo.

“Maaf.... tapi ini doang yang aku tau caranya”ucap Seungwoo pelan dan Byungchan pun mengikuti pergerakan Seungwoo.

Seungwoo yang semula menggunakan kaos tanpa lengan itu pun membuka kaosnya dan mendekatkan dirinya ke diri Byungchan. Baju Byungchan tidak sepenuhnya di buka Seungwoo. Seungwoo hanya coat dan kancing piyama yang digunakan Byungchan. Seungwoo memeluk Byungchan.

“Hehe ka seungwoo anget...“ucap Byungchan yang semakin mengeratkan pelukannya kepada Seungwoo. Seungwoo yang semula kaget itu pun membalas pelukan Byungchan.

“Aku pernah nonton ini di drama boys over flowers sama 911 ka!“ucap Byungchan lagi yang sekarang sudah menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Seungwoo.

“Oh iya?“tanya Seungwoo dan Byungchan mengangguk.

“Yaudah kamu tidur sekarang, daritadi tidurnya grasak grusuk mulu”ucap Seungwoo mengusap punggung Byungchan.

“Jangan dilepas pelukannya, nanti aku kedinginan”ucap Byungchan pelan dan Seungwoo mengangguk.

“Iya engga aku lepas”ucap Seungwoo sambil memberikan usapan lembut di punggung Byungchan.

(xposhie)