Dibalik Akhir Cerita.


“Kalo aku bilang itu engga kepencet gimana?“ucapan Seungwoo tersebut membuat Byungchan terdiam.

Perkataan Seungwoo lima belas menit yang lalu menyisakan keheningan diantara Byungchan dan Seungwoo, Tidak ada yang berani membuka suara. Bahkan mereka berdua belum sanggup untuk beradu tatap satu dengan yang lainnya.

“Byungchan. . .“panggilan Seungwoo membuat Byungchan menatap Seungwoo, tetapi keduanya kembali terdiam.

“Gimana? Gimana kalo tanda love yang aku kirim bukan kepencet? Gimana kalo itu murni mau aku kirim buat kamu?“tanya Seungwoo lagi, Byungchan hanya dapat mengalihkan pandangannya.

“Aku mau punya hubungan lebih dari junior dan senior, tapi aku terlalu takut. Aku takut kamu risih, aku takut kamu anggap aku aneh. Bahkan aku buat permintaan kayak tadi aja harus mikir berulang kali”ucap Seungwoo melanjutkan.

“Tapi kan kita udah lebih dari junior dan senior ditempat kerja ka, kita temen kan? Temen yang selalu ngasih semangat dipagi hari, temen yang ngingetin untuk makan dan istirahat. Temen yang ngucapin selamat tidur di malam hari”ucap Byungchan lagi dan Seungwoo menggeleng.

“Bukan itu. Aku mau kita lebih dari temen, bahkan lebih dari alarm hidup yang ngingetin semua hal itu. Aku mau kamu... apa sebutannya? Pacar? Ya sejenis itu. Jadi aku tau kemana aku harus cerita ketika aku capek atau bete sama kerjaan. Aku mau hubungan kita bisa kayak gitu. . .“ucap Seungwoo tegas.

Byungchan menatap Seungwoo dalam, mencari sesuatu yang bahkan tidak ia ketahui apa yang sebenarnya ia cari. Hening kembali menyelimuti keduanya.

“Ayok ka, kita pulang. Udah malem”ucap Byungchan tanpa menjawab pertanyaan Seungwoo sebelumnya.

Seungwoo pun mengikuti Byungchan, tapi meminta jawaban yang sebenarnya sangat ia nanti. Byungchan sudah duduk manis di kursi penumpang dan Seungwoo disebelahnya sedang sibuk membenarkan posisi spion, sabuk pengaman serta aksesoris mobil lainnya yang sebenarnya tidak penting sama sekali.

“Hadiah aku mana?“ucap Byungchan polos.

“Hadiah kelulusan! Katanya ka seungwoo mau kasih aku hadiah?“ucap Byungchan lagi. Seungwoo tersenyum seadanya, ia pun mengambil sebuah buket berisi beragam coklat, kesukaan Byungchan. Byungchan menerimanya dengan senang hati.

“Ini aja?“tanya Byungchan dan Seungwoo mengangguk.

“Aku kira kalo orang nembak itu bakal dikasih sesuatu kayak diacara tivi gitu”ucap Byungchan dan Seungwoo hanya dapat tertegun.

“Pacar aku engga romantis ternyata! Kayanya aku harus sabar-sabar nih kedepannya”ucap Byungchan sambil memainkan buket ditangannya.

“Ayok ka jalan! Keburu malem nanti aku dicari bunda”ucap Byungchan lagi ketika ia tidak mlihat pergerakan Seungwoo sama sekali. Seungwoo bergerak kiku hingga membuat Byungchan tertawa.

“Santai aja ka! Aku engga kemana-mana kok, ya?“ucap Byungchan menggenggam tangan Seungwoo dan mengusap punggung tangan Seungwoo dengan ibu jarinya.

Seungwoo harus menetralkan nafas serta jantungnya sebelum ia benar-benar berhasil melajukan mobil menjauhi lahan parkir tersebut.

xposhie