Kim Sihyeon.

“Eungh....”

Tangan Seonhi coba disingkirkannya. Hatinya berdegup kencang melihat keselilingnya, dirinya tidak mengenal kamar yang menjadi tempatnya tidur sore itu.

Sihyeon, mengambil beberapa pakaian yang tercecer yang ia rasa adalah miliknya. Karena jujur, Sihyeon tidak mengingat apapun. Sihyeon pergi meninggalkan lelaki yang masih pulang tertidur di kasurnya.

•••

Sihyeon menatap aneh ke koridor yang penuh orang. Kenapa orang-orang ada di depan kamarnya? Siapa orang-orang ini? Apa yang mereka lakukan disini?

“Permisi”

Pertanyaan muncul ketika Sihyeon mencoba membuka pintu apartmentnya.

“Sihyeon!”

Sihyeon menoleh dan mendapati Sejin yang berdiri di sebrangnya, lebih tepatnya ialah Sejin keluar dari apartment di sebrang kamar Sejin.

“Pak sejin!”

Sihyeon memilih membatalkan usahanya membuka pintu apartmentnya dan menghambur ke pelukan Sejin. Sejin pun membawa Sihyeon masuk ke dalam apartment Hangyul.

“Syukurlah”

Wooseok mendekat kearah Sejin yang tengah memeluk Sihyeon tetapi ditahan oleh Sejin.

“Ini Sihyeon”bisik Sejin dan Wooseok mengangguk mengerti.

Sejin benar-benar memperlakukan Sihyeon seperti adiknya sendiri. Membuatkan susu hangat, makanan bahkan menemaninya tidur.

“Kaka mau usek-usek aku?”

Sihyeon menatap ke arah Wooseok yang sedari menatapnya. Sihyeon memilih tidur di sofa, karena tidak nyaman berada di apartment orang lain dan bukan miliknya.

Wooseok pun mendekat dan menggantikan posisi Sejin. Sihyeon meletakan kepalanya di paha Wooseok dan Wooseok mulai mengusap puncak kepala Sihyeon hingga Sihyeon tertidur.