Finale
Seungyoun menyelesaikan bait terakhir rapnya sambil menatap satu titik. Menatap seseorang di bangku penonton VIP. Orang tersebut tersenyum dan memberikan standing applause hanya untuk Seungyoun.
Seungyoun pun turun dari panggung dengan ucapan selamat yang tidak berhenti mengalir dari staff yang juga mengambil andil keberhasilan konser pertamanya malam itu. Ucapan terimakasih juga tidak lupa diucapkan Seungyoun kepada seluruh staff yang berada di belakang panggung malam itu.
Mata Seungyoun beberapa kali menatap ke arah seseorang yang berada di dekat pintu dengan senyum kebanggaan. Rasanya Seungyoun ingin berlari dan memeluk sosok mungil tersebut, sosok yang selalu ada bahkan saat Seungyoun berada di posisi terpuruknya.
“Aku mau nyerah aja”ucap Seungyoun kala itu.
“Hah?“Sejin menatap Seungyoun bingung.
“Laguku engga dilirik sama sekali sama produser, ini udah produser kelima belas dan lagu yang aku ajuin udah lebih dari tujuh puluh lagu”ucap Seungyoun terduduk di sofa ruang tamu apartment Sejin.
“Kamu tau engga cerita tentang orang yang lagi menggali sebuah berlian?“tanya Sejin dan Seungyoun menggeleng.
“Aku pernah denger cerita yang intinya jangan pernah nyerah untuk dapetin segala sesuatu yang kita mau. Jangan nyerah walaupun jalan yang kita laluin berat dan jangan pernah berhenti walaupun apa yang kita lakuin untuk dapetin hal itu berliku”ucap Sejin menjelaskan.
“Gini deh, kalo kamu nyerah sekarang nih ya... Trus siapa yang tau, ternyata ada produser yang ngelirik lagu kamu. Produser ke tujuh belas, tapi kamu nyerah di produser kelima belas. Kalo kamu nyerah, kamu nyesel engga?“tanya Sejin dan Seungyoun mengangguk.
“Tapi siapa yang bakal ngejamin kalo lagu aku bakal diterima produser ke tujuh belas?“tanya Seungyoun dan Sejin menaikan kedua bahunya.
“Bahkan aku engga bisa ngejamin hal itu. Tapi aku jamin dan janji, aku bakal ada selalu disamping kamu bahkan walaupun kamu harus datengin produser ke delapan puluh tujuh!“ucap Sejin meyakinkan dan Sejin membuktikan semua itu. Seungyoun berhasil masuk ke dapur rekaman saat dirinya mengajukan lagunya ke produser ke dua puluh satu. Sedikit mundur dari tebakan Sejin, tapi omongan Sejin memang benar adanya.
Kembali ke masa ini, Seungyoun saat ini sedang berjalan di sepanjang jalan dekat sungai Han dengan tangan yang erat menggengam tangan Sejin. Setelah berpamitan dan menjanjikan makan malam bersama esok hari, Seungyoun meminta waktu berdua dengan Sejin.
“Jin...”
“Hm..”
“Makasih ya”
“Udah diem! Kamu udah ngomongin semuanya dipanggung, jangan bikin aku nangis lagi”ucap Sejin pelan.
“Kamu nangis? Beneran?“ucap Seungyoun dan Sejin mengangguk.
Seungyoun tertawa renyah sebelum akhirnya membawa Sejin kedalam pelukan eratnya. Seungyoun mengucapkan kata terimakasih yang teramat banyak hanya untuk Sejin, orang yang selalu ada di sampingnya bahkan saat dirinya berada di posisi terendah dalam hidupnya.
“Jin, makasih banget untuk selalu ada bahkan disaat terendah dalam hidup aku. Aku harap kamu selalu ada untuk aku sepuluh tahun, dua puluh tahun bahkan lima puluh tahun lagi”ucap Seungyoun.
“Lama amat lima puluh tahun”ucap Sejin mengangkat wajahnya untuk menatap Seungyoun.
“Emang kamu engga mau lama-lama sama aku?“tanya Seungyoun panik.
“Haha ya itu tergantung kamu, kamu maunya gimana?“tanya Sejin meledek.
“I want to walk towards the future with you. You are where I wanna be. You are my happy ending. For sure, you will be my final love story. So babe please be my finale”ucap Seungyoun sambil menatap lekat ke dua manik mata Sejin.
Sejin tersenyum dengan air mata yang siap terjun kapanpun. Sejin menarik kerah baju yang Seungyoun gunakan dan menyatukan bibir mereka berdua. Sejin mengalungkan tangannya di leher Seungyoun dan dengan leluasa memberikan akses Seungyoun untuk mengeksplor seluruh bibirnya.
end.
(xposhie)