First dance.


Yohan mengernyitkan keningnya melihat seseorang di sebrang kamarnya. Seseorang yang sedang berbicara dengan orang lain pada sambungan telfon. Orang tersebut terlihat tidak baik-baik saja.

Yuvin, orang yang sedari tadi mendapat perhatian lebih dari Yohan itu akhirnya menyadari jika Yohan memperhatikannya.

“Are you okay?”

“Tired with drama”

Kalimat pertama adalah kalimat yang di tuliskan Yohan pada secarik kertas guna menanyakan suatu hal pada Yuvin yang tidak mungkin ditanyakan Yohan dengan berteriak antar Balkon.

Sedangkan kalimat kedua adalah kalimat yang dituliskan Yuvin. Kalimat yang menggambarkan bahwa Yuvin sedang tidak baik-baik saja.


Siang itu, Yohan sedang duduk disebuah kursi taman di sekitar kampusnya. Berbekal sebuah buku tebal, Yohan memilih menghabiskan waktu makan siangnya di taman.

“Yo, sendirian?“Yohan menoleh dan tersenyum. Yohan mengangguk dan sedikit menggeser duduknya agar orang yang baru saja menyapanya bisa duduk disebelahnya.

“Tumben? Kookheon mana?“tanya Yohan dan Yuvin mulai bercerita.

Yohan mendengarkan cerita Yuvin tentang kekasihnya, Kookheon. Yohan mendengarkan Yuvin, tanpa berniat memotong sedetikpun pembicaraan Yuvin. Hingga Kookheon tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan Yuvin.

Kookheon menarik Yuvin dan membuat Yuvin berdiri dari duduknya. Hal selanjutnya yang terjadi benar-benar membuat Yohan ingin berlari sejauu mungkin dari taman kampus.

Kookheon mencium Yuvin, di depan mata Yohan. Kookheon bahkan mengalungkan tangannya di leher Yuvin, melumat dan memberikan hisapan pada bibir kekasihnya itu.

Kookheon melirik sinis ke arah Yohan setelah menarik diri dan melepaskan bibirnya dari bibir Yuvin. Kookheon pun menarik Yuvin menjauh dari taman dan meninggalkan Yohan sendirian.

Yohan tersenyum miris, bahkan Yuvin tidak mengucapkan selamat tinggal sama sekali. Lagipula, siapa Yohan? Kenapa harus ia berharap seperti itu?


Yohan berteriak histeris memberikan dukungan untuk tim futsal fakultasnya. Yohan memilih duduk di kursi penonton paling atas dan paling pojok untuk menghindari tatapan aneh orang-orang disekitarnya.

Sesekali Yohan melirik ke deretan kursi penonton paling depan. Kookheon ada disana. Yohan melirik sekilas ke arah Yuvin, sang kapten dari tim fakultasnya. Yohan lagi-lagi tersenyum miris, mengetahui bahwa Kookheon ada disana mendukung Yuvin.

Pertandingan futsal telah resmi berakhir yang sayangnya dimenangkan oleh tim lawan, fakultas Kookheon. Yuvin sang kapten dari tim yang kalah berjalan mendekati kursi penonton dengan maksud menghampiri Kookheon sang kekasih.

Langkah Yuvin terhenti. Ketika Kookheon berdiri dan menarik tengkuk kapten dari fakultasnya. Yuvin terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini. Kookheon sedang berciuman dengan kapten tim lawan.

Yohan di kursi penonton paling atas juga melihat semuanya. Yohan tau jika Yuvin sedang tidak baik-baik saja.


Malam itu, Yohan sibuk dengan buku tebal di hadapannya hingga seseorang di sebrang kamarnya menarik perhatiannya. Yuvin dengan setelan jasnya sedang tersenyum ke arah Yohan.

“You going tonight?“tanya Yuvin dan Yohan membalas, “No, studying :(”

Yuvin terlihat kecewa hingga menuliskan, “Wish you there” dan Yohan hanya bisa tersenyum.

Satu jam kemudian.

Yohan mengatur nafasnya, memasuki sebuah aula tempat berlangsungnya sebuah acara. Beberapa mata menatap Yohan yang malam itu terlihat tampan dengan rambut yang ditata rapih ke atas.

Yohan mengedarkan pandangannya ke sekeliling aula untuk mencari Yuvin hingga akhirnya pandangan Yohan bertemu tatap dengan mata Yuvin. Yuvin tersenyum lalu berjalan menghampiri Yohan.

Yohan pun berjalan menghampiri Yuvin, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat Kookheon menarik lengan Yuvin. Yuvin menoleh dan menatap Kookheon aneh, sebelum akhirnya melepaskan cengkraman Yuvin dan lengannya lalu kembali jalan menghampiri Yohan.

Yohan menundukan kepalanya, malu, saat Yuvin menatapnya lekat. Yohan dan Yuvin serempak menoleh ketika irama lagu berubah menjadi lembut. Yuvin menatap Yohan dan mengulurkan tangannya ke arah Yohan.

Yohan tersenyum lalu menerima uluran tangan Yuvin. Yohan dan Yuvin pun berjalan beriringan menuju lantai dansa. Their first dance for the first time.

fin.

(xposhie)