First Mission
Sejin melangkah anggun memasuki aula di mana pesta di adakan. Di atas, Wooseok sudah berbincang dengan JInhyuk yang baru saja di kenalnya dan di sisi lain, Byungchan baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan sesi make outnya dengan seorang lelaki bernama Han Seungwoo.
“Bodoh, kenapa aku selalu diberi tugas seperti ini”
Wooseok dan Sejin tertawa di tempat berbeda ketika mendengar celotehan anggota termuda mereka.
“Arah jam 3 sore, aku sudah mendapatkan kunci dari pria bodoh tadi”
Wooseok dan Sejin saling tatap dari kejauhan. Sejin mengikuti langkah Byungchan dan Wooseok pergi meninggalkan Jinhyuk setelah memberikan kecupan singkat di bibirnya.
“Kamar 301”
Wooseok memutar matanya malas ketika mendengar teriakan Jinhyuk barusan. Dengan langkah terburu, Wooseok mengikuti Sejin dan Byungchan yang telah lebih dahulu pergi meninggalkan aula tersebut. Wooseok melihat kedua temannya yang sedang berjibaku membuka sebuah pintu di hadapan mereka. Wooseok menggeleng pasrah.
“Minggir”ucap Wooseok tenang.
Wooseok mengeluarkan sebuah tape yang selalu ia bawa, meletakannya di dekat pemindai sidik jari untuk mendapatkan sebuah sidik jari untuk membuka pintu di hadapannya. Click, pintu dengan mudah terbuka,
Wooseok tersenyum mengejek kearah dua temannya. Byungchan mengerucut malu. Sedangkan Sejin menahan tawanya. Tetapi tawa Sejin terhenti ketika pintu terbuka dan memperlihatkan lima orang pria bertubuh tinggi sedang menatap mereka bertiga. Wooseok, Sejin dan Byungchan saling tatap.
“Hai manis, ada yang bisa kami bantu?“seorang pria yang berdiri dekat dnegan Byungchan berjalan maju, membuat Byungchan menatapnya jengah.
“Bedebah!“Byungchan melayangkan tinjunya, tetapi berhasil di tepis oleh lelaki di hadapannya. Lelaki tersebut memutar tangan Byungchan dan menguncinya di belakang tubuh Byungchan. Byungchan meringis.
“Kami sebenarnya tidak ingin bermain kasar dengan kalian, manis”satu pria mendekati Sejin, membuat Sejin menghela nafas panjang.
Wooseok menggulung lengang kemeja, memperlihatkan sebuah pisahu lipat yang berada di pergelangan tangannya. Kelima pria tersbeut mematung, mereka serempak melangkah mundur. Hal itu dimanfaatkan Byungchan untuk lepas dari cengkraman pria yang tadi mengunci pergelangan tangannya.
Suasana semakin tidak terkendali, Byungchan melawan dua orang sekaligus, begitu juga dengan Sejin sedangkan Wooseok menghampiri seorang pria yang sedang berusaha membawa kabur tawanannya.
“Berhenti disitu, sebelum aku mengeluarkan isi perutmu”ucap Wooseok dingin.
Pria tersebut meludah sembarangan. Satu lawan satu. Wooseok yang berbadan lebih kecil dari pria dihadapannya sama sekali tidak kelihatan ketakutan. Wooseok mengeluarkan tinju pertamanya yang berhasil di tepis oleh lelaki tersbeut.
“Wooseok awas”Sejin berteriak tepat ketika sebuah balok kayu hampir saja mengenai kepala Wooseok,
Wooseok menghela nafas panjang. Tangan kecilnya menarik balok tersebut dan memutar tangan orang yang menggeggam balok tersebut. Bunyi tulang patah dapat terdengar di ruangan pengap tersebut.
“Permisi tuan”Byungchan dengan tiba-tiba mengangkat tubuh Sejin dan mengayunnya kearah dua pria sekaligus. Sejin mengarahkan tendangannya tepat ke rahang pria tersebut. Mereka muntah darah. Byungchan tersenyum bangga.
“Sialan!”
Wooseok menoleh ketika mengethaui tawanannya telah berhasil dibawa kabur oleh dua orang pria yang sebelumnya ada di ruangan tersebut. Wooseok lari ke belakang sedangkan Sejin dan Byungchan lari ke arah berlawanan.
“Wooseok, kau mau kemana?“itu Jinhyuk sedang merokok di belakang gedung.
“Kau bawa mobil?“tanya Wooseok dan Jinhyuk mengangguk sambil menunjuk sebuah mobil sport di hadapannya.
“Antar aku, kejar mobil hitam tadi”ucap Wooseok.
“Kamar 301”ucap Wooseok lagi dan Jinhyuk tersenyum.
Wooseok mengambil alih kemudi, dirinya tidak boleh kehilangan mobil yang sedang melaju kencang.
“Berdoalah kepada Tuhan, agar malam ini bisa kita nikmati berdua”ucap Wooseok sambil memacu mobil sport milik JInhyuk tersebut.
Tidak susah bagi Wooseok untuk mengejar mobil tersebut. Di persimpangan, Wooseok berpapasan dengan mobil yang di kendarai oleh Sejin. Mereka mengepung kedua pria tersbeut dari sisi kanan dan kiri, membuat pria tersebut sulit mengendalikan mobilnya.
“Berpeganglah dan aku harap kau menutup matamu”ucap Wooseok terhadap Jinhyuk.
Tepat saat Jinhyuk menutup matanya, sebuah suara hantaman cukup keras terjadi di depan. Wooseok turun dari mobilnya. begitu juga dengan Sejin dan Byungchan. Mobil di hadapan mereka telah terbalik. Wooseok membuka paksa mobil tersebut, mengeluarkan seseorang yang menjadi tawanan tadi.
Di saat yang bersamaan, sirine mobil polisi berbunyi. Wooseok menyerahkan tawanan tersebut ke Sejin dan Byungchan. Sedangkan Wooseok pergi bersama Jinhyuk, membiarkan kedua pria jahat yang masih di dalam mobil di bawa oleh polisi.
@xposhie.