Hilang.


“Byungchan!!!”

Byungchan yang sedang berjalan sendirian di airport menoleh dan menemukan Seungwoo yang berlari menghadapinya. Wajahnya cemas, dua koper dia tarik secara asal. Byungchan mengerucutkan bibirnya ketika Seungwoo tiba di hadapannya.

“Kamu kemana? Tadi kan udah aku suruh tunggu depan toilet sebentar aja. Kenapa malah pergi? Trus koper kita juga kamu tinggal. Kalo hilang gimana? Kamu mau pake baju apa selama di Korea? Engga ganti baju? Di soetta udah hilang masa di Incheon kamu hilang lagi sih. Kamu bisa kan jaga diri?“ucap Seungwoo panjang lebar.

Byungchan tersentak karena ucapan Seungwoo barusan. Byungchan memang ceroboh. Tapi yang baru saja terjadi bukanlah karena Byungchan ceroboh.

“Ka! Bisa engga, engga usah teriak di depan umum? Bisa kan nanya aku dulu? Bisa kan dengerin aku penjelasan dulu? Iya aku emang engga bisa jaga diri! Buktinya bang sunho selalu ada dirumah aku kalo bunda sama papa ke luar kota, soalnya mereka tau kalo aku ceroboh dan engga bisa jaga diri”ucap Byungchan menahan tangisnya.

“Kenapa jadi bawa-bawa orang lain sih? Disini engga ada bang sunho, disini cuma ada aku sama kamu. Kamu tanggung jawab aku.“ucap Seungwoo lagi

“Aku ga minta kaka buat perduli sama aku, kalo kaka mau kan kaka bisa tinggalin aku aja. Engga usah nyariin aku, biar aku hilang sekalian”ucap Byungchan mencoba menahan air matanya yang akan keluar.

“Kamu ngomong apaan sih? Trus gimana? Kamu mau disini aja? Biar ilang dibawa orang Korea?“ucap Seungwoo mulai menurunkan suaranya.

Byungchan diam. Tanpa disadari, air mata Byungchan turun dari pelupuk matanya, Seungwoo melihat itu semua.

“Chan.... kenapa nangis? Aku minta maaf...”

Seungwoo melepas genggamannya dari dua koper yang dibawanya dan mendekati Byungchan. Byungchan menjauh, menolak pergerakan yang dilakukan Seungwoo.

“Byungchan marah sama ka seungwoo? Maaf kalo ka seungwoo kebangetan. Aku cuma takut kamu ilang.... aku khawatir”Seungwoo menarik pelan tangan Byungchan agar mendekat kepadanya, lalu Seungwoo menghapus air.

Seungwoo menarik Byungchan ke arah kursi yang terletak tidak jauh dari mereka berdiri dan memberikan Byungchan sebotol air mineral untuk menetralkan perasaannya. Byungchan masih enggan berbicara dengan seungwoo.


Seungwoo dan Byungchan sudah tiba di hotel tempat mereka menginap selama di Korea. Selama perjalanan dari bandara menuju hotel, Byungchan lebih banyak diam bahkan enggan melihat ke arah Seungwoo walaupun beberapa kali Seungwoo mengajaknya berbicara.

“Aku mandi duluan”ucap Byungchan datar saat baru saja memasuki kamar hotel mereka.

“Kamu mau tidur di kasur sebelah mana, Chan?“tanya Seungwoo saat Byungchan sibuk dengan kopernya.

“Terserah ka seungwoo aja”ucap Byungchan datar.

“Yaudah, kamu di dekat jendela ya. Pemandangannya lebih keliatan, aku-“ucapan Seungwoo terputus.

“Iya ka, aku nurut”ucap Byungchan sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


“Chan, kita makan malam sekitar Hongdae ya? Sekalian jalan-jalan juga”ucap Seungwoo

“Berangkat jam berapa? Biar aku siap-siap”ucap Byungchan datar.

“Hm... setengah jam lagi?“ucap Seungwoo pelan

“Jangan lupa pake baju hangat, soalnya kayanya suhunya lagi minus diluar”ucap Seungwoo dan Byungchan pun segera bangkit untuk mencari baju di dalam kopernya.


“Mau jalan kemana lagi?“tanya Seungwoo setelah mereka keluar dari salah satu restaurant di sekitar Hongdae.

“Terserah aja, aku ikut”ucap Byungchan sambil mengusap kedua tangannya. Byungchan melupakan sarung tangannya.

Seungwoo menarik nafas panjang sebelum akhirnya menarik kedua tangan Byungchan dan mengusapnya. Seungwoo melepaskan sarung tangan sebelah kirinya dan menggunakannya ke tangan Byungchan.

“Ga usah, ka seungwoo pake aja. AKu engga apa-apa”ucap Byungchan menolak pergerakan seungwoo. Seungwoo diam dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

Tangan kiri seungwoo yang tanpa sarung tangan menggenggam tangan kanan Byungchan, lalu memasukannya ke dalam saku coat yang digunakan seungwoo.

“Kita kesana yuk! Kayanya ada rame-rame”ucap Seungwoo menunjuk salah stau dusut jalanan Hongdae.

Byungchan menunduk. Melihat tangannya yang di genggam erat Seungwoo di dalam coat Seungwoo.

@xposhie.