Hujan.

tw: slight of mature content


Yohan menatap ke jendela, hujan sudab turun selama setengah jam dan suhu ruangan juga sudah semakin turun membuat Yohan harus menyembunyikan dirinya di dalam selimut.

“Vin.... masih banyak?“Yuvin menoleh dan mendapat kekasihnya sedang merajuk dari bawah selimut.

“Hm? Dikit lagi kok. Mungkin setengah jam lagi”ucap Yuvin yang kembali memfokuskan dirinya pada laptop dihadapannya.

Yohan mengerucurkan bibirnya. Ia kembali berkutat pada ponselnya, menunggu sang kekasih dengan pekerjaannya.

“Vin... udah setengah jam...“ucap Yohan lagi yang sedikit memunculkan wajahnya dari dalam selimut.

“Sebentar lagi ya, Yo. Kamu kalo ngantuk tidur duluan aja”ucap Yuvin tanpa menoleh ke arah Yohan.

“Tapi dingin....“ucap Yohan lagi.

“Hm? Mau aku matiin aja ACnya? Dingin banget ya?“ucap Yuvin panik sambil mencari letak remote pendingin ruangannya.

“Engga usahhhh, mau kamu...“ucap Yohan pelan.

“Hm... Bentar lagi ya sayang? Nanti aku nyusul tidurnya”ucap Yuvin tersenyum.

“Vinhhh.... Dinginnnhhh...“suara Yohan merendah, berharap kekasihnya memperhatikannya.

Yuvin terdiam. Jarinya masih sibuk mengetikan sesuatu pada laptopnya. Sedikit mengabaikan Yohan yang terus merajuk.

“Vinhhh... Please....“ucap Yohan seduktif.

Yuvin menghela nafas panjang sebelum berbalik dan mendapati Yohan dengan wajah memerah.

“Kamu kenapa? Kok mukanya merah?“tanya Yuvin panik.

“Dinginhhh....“ucap Yohan dengan suara terlampau rendah.

“Kamu.... Tapi, engga demam kok...“ucap Yuvin sembari memeriksa kening Yohan.

“Mauuu kamu...“ucap Yohan lagi. Detik selanjutnya, Yohan sudah menyatukan bibirnya dengan bibir Yuvin dalam sebuah pangutan panjang.


“Ahhh.... Udahhh....“ucap Yohan mendesah dibawah Yuvin karena nikmat yang ia terima.

“Nghhh... Aku belum keluarrrr...“ucap Yuvin yang menambah kecepatan pergerakan pinggangnya.

“Nghhhh.... Vinhhhh....“ucap Yohan yang akan mencapai putih ketiga kalinya.

“Arghhh.... Sayang!! Nghhh.... Yo... Please jangan diketatin nghhh...“Yuvin mengerang frustasi karena kelakuan kekasihnya.

Menit berikutnya, Yohan dan Yuvin sampai pada puncaknya. Yohan untuk ketiga kalinya dam Yuvin untuk pertama kalinya.

“Capek?“tanya Yuvin yang sudah membawa Yohan dalam dekapannya, Yohan mengangguk.

“Maaf ya... Kamu mancing banget soalnya...“ucap Yuvin yang mengusap keringat di kening kekasihnya.

“Kamu dipancing sekali susah banget, sekalinya kena pancing engga mau berenti...“ucap Yohan pelan dan Yuvin terkekeh.

“Ya makanya jangan suka mancing aku, nanti bahaya!“Yuvin berucap sambil memejamkan matanya. Mengabaikan pekerjaan yang masih menunggu, Yuvin memeluk Yohan dan tertidur setelah kegiatan panas yang mereka lakukan. Hujan yang masih turun, tidak membuat mereka kedinginan malam itu.

(xposhie)