I. The Cullens

“The cullens”Sejin menoleh.

Yohan menjelaskan bahwa kelima murid yang baru saja masuk ke dalam kantin adalah lima orang saudara yang biasa di sebut The Cullens. Mereka jarang bergaul dengan murid lainnya, bahkan hampir tidak pernah sama sekali.

“Yang berjalan paling depan ialah Kim Wooseok dan kekasihnya Lee Jinhyuk. Mereka aneh. Jinhyuk lebih banyak diam, dia seperti tersiksa entah karena apa dan Wooseok? Dia selalu terlihat mengintimidasi. Aku harap kau jangan terlalu sering menatapnya”ucapan Yohan berhasil membuat Sejin mengalihkan tatapannya.

“Dibelakang mereka ada Byungchan dan Seungwoo. Mereka berdua terlihat saling mencintai satu sama lain, terlihat sangat kuat dan tentunya terlihat dingin”ucap Yohan lagi.

Sejin mengalihkan pandangannya lagi ketika tanpa sengaja matanya bertatapan dengan mata milik Seungwoo. Sejin pun berpura-pura mengaduk-aduk salad di hadapannya.

“Hey! Dia datang”ucapan Yuvin yang duduk sebelah Yohan dan berhasil membuat Sejin melihat keluar kantin.

Seorang pemuda dengan tatapan dingin itu berjalan santai memasuki kantin. Berbeda dengan keempat saudaranya, dia berjalan sendirian. Kedua tangannya ia sembunyikan di balik kantung celananya.

“Dia Cho Seungyoun, yang termudah diantara The Cullens”ucap Yohan pelan.

Sejin memperhatikan Seungyoun, tetapi tatapannya ia alihkan ketika Seungyoun juga melihat ke arahnya. Beberapa kali Sejin berusaha mengalihkan pandangannya tetapi beberapa kali juga pandangannya bertemu dengan Seungyoun.

“Sepertinya dia menyukaimu, Lee Sejin”itu ucapan terakhir Yuvin sebelum bel masuk berbunyi.

II. He's cold

Sejin berjalan cepat menuju kelasnya. Dia harus mengurus beberapa dokumen perpindahannya sehingga ia telat masuk ke kelas yang seharusnya.

“Sorry prof...“ucapan Sejin terputus karena profesor yang sedang mengajar tersebut langsung mempersilahkan Sejin duduk.

Sejin duduk di sebelah Seungyoun, satu-satunya kursi yang kosong di kelas itu. Sebuah alat peraga telah tersedia di meja dan Seungyoun pun menggeser pelan alat peraga tersebut. Sejin dengan cepat menoleh ke arah Seungyoun ketika tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan. Tangan Seungyoun dingin, bahkan sangat dingin.

III. He's dissapear

“Kau tidak ingin menikmatinya? Matahari di forks, muncul tidak sampai sebulan sekali. Setidaknya kau harus merasakannya”Yuvin berbicara sambil berbaring di meja, merasakan kulitnya terpapar sinar matahari.

“Jika cuaca cerah, mereka tidak akan datang. Mereka akan melakukan perjalanan keluarga”ucap Yohan, seperti menjawab pertanyaan dalam kepala Sejin.

“Kemana?“tanya Sejin penasaran.

“Entahlah. Mungkin ke Utara atau kota-kota lainnya yang dingin dan hujan”ucap Yohan acuh tak acuh.

IV. He's Fast and Strong

Sejin berjalan malas ke arah mobilnya. Yuvin beberapa kali berusaha mengajaknya bercanda tetapi tidak dia hiraukan. Beberapa orang berteriak ketika the cullens datang. Sebuah sambutan yang seharusnya tidak perlu di lakukan.

Sejin melirik sekilas. Seungyoun ada disana, berdiri di samping mobilnya yang terparkir. Seungyoun memperhatikan dirinya, membuatnya merasa sedikit risih.

Tin!!!

Sejin menoleh cepat. Kim Kookheon, membawa mobil dengan kecepatan penuh ke arahnya. Sejin terdiam.

“Lee Sejin, kau tidak apa-apa?”

Sejin dapat dengan jelas mendengar pertanyaan teman-temannya. Sejin menghiraukannya karena fokusnya adalah Seungyoun yang sekarang sudah berada di hadapannya.

Sejin yakin, dia melihat Seungyoun di samping mobilnya. Sejin yakin karena beberapa detik yang lalu dia masih melihat Seungyoun disana. Sejin terkejut. Seungyoun berhasil menghentikan laju mobil hanya dengan tangannya.

“Maafkan aku”ucap Kookheon limbung.

“Jika tidak bisa menyetir, tidak usah menyetir!“ucap Yuvin emosi.

V. He's territory

Hari itu Sejin pergi bersama Yuvin dan Yohan ke pantai. Yuvin telah berusaha mengajak Seungyoun, tetapi di tolak oleh Seungyoun.

“Dia tidak mungkin kesini”

Sejin menoleh dan menemukan seorang lelaki yang tingginya beberapa centi lebih tinggi darinya.

“Sunho!“ucap Sejin antusias.

Sunho, anak dari teman ayah Sejin. Teman pertama Sejin. Teman yang juga mengajarkan Sejin bagaimana merawat mobil tuanya.

“Itu adalah peraturan nenek moyang kami. Mereka tidak boleh melewati batas kekuasaan yang telah di tetapkan tersebut. Begitu juga dengan kami, kami tidak boleh melewati batas kekuasaan kami”Sunho menjelaskan dan Sejin mengangguk.

“Sejak kapan kau berolahraga? Kenapa badanmu sekarang lebih besar dari badanku?“ucapan Sejin berhasil membuat Sunho tertawa.

“Kedatangan mereka membuat beberapa pemuda di desaku berubah. Kau akan mengetahuinya nanti”Sunho pun pamit setelah mengantar Sejin pulang setelah bermain di pantai.

VI. He's Vision

Sejin berjalan cepat di bawah langit yang semakin gelap. Dia baru saja kembali dari toko buku. Membeli buku yang sekiranya dapat menjawab pertanyaannya mengenai Seungyoun dan keluarganya.

“Hai manis! Ingin ditemani?“Sejin semakin mempercepat langkahnya ketika beberapa pemuda tiba-tiba mengikutinya.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Sejin dan Seungyoun keluar dari mobil tersebut. Sejin melirik ke beberapa pemuda yang tadi mengikutinya, kini mereka semua telah berbalik dan berlari ketakutan.

“Aku dapat membaca fikiran orang. Dia memikirkan uang, makanan, kucing, uang, sex, kucing”Seungyoun menjelaskan kepada Sejin fikiran orang yang berada di dalam restaurant tersebut satu persatu.

VII. He's a Vampire

Sejin berjalan cepat memasuki hutan yang lembap. Sejin mengetahui semuanya. Sejin tau tentang legenda yang ada di kotanya. Sejin tau kenapa badan Sunho berubah dalam kurun waktu singkat. Sejin tau kenapa keluarga Cullen suka meninggalkan kota ketika cuaca cerah, Sejin tau....

“Kau tau? Tidak aku fikir kau bisa dapat dengan cepat mengetahuinya”Ucap Aeungyoun yang tiba-tiba sudah berada di belakang Sejin.

“Kau takut? Apakah kau takut ketika mengetahui kebenarannya?“Sejin tidak menoleh sama sekali.

“Kau...“Suara Sejin terbata.

Seungyoun tersenyum melihat Sejin yang gemetar. Seungyoun mendekati Sejin dan dengan mudah mengangkat badan Sejin, berlari secepat yang dia bisa.

Sejin menutup matanya. Dia takut. Ah tidak, ia tidak takut terhadap Seungyoun. Sejin pun membuka matanya ketika Seungyoun sudah menurukannya di sebuah bukit.

Sejin tersenyum dan terperangah melihat bagaimana tubuh Seungyoun bersinar. Seungyoun benar-benar bersinar, layaknya berlian yang terpapar sinar matahari.

“Apapun yang kau fikirkan sekarang, iya itulah aku”ucap Seungyoun terhadap Sejin.

VIII. He's Family

“Bukankah... Kalian tidak tidur?“tanya Sejin pelan.

“Tapi kita juga butuh tempat berkumpul. Tempat untuk memikirkan strategi mengubah manusia menjadi bangsa kami”ucap Seungyoun berbisik tetapi berhasil membuat Sejin berhenti melangkah.

“Haha aku bercanda, ayok masuklah. Mereka sudah menunggumu, tamu manusia pertama di rumah kami”ucap Seungyoun.

“Tamu manusia pertama kita!“Sejin dapat mendengar suara Wooseok yang terdengar lebih ceria dari biasanya.

“Selamat datang Sejin. Kami sedang mempersiapkan makan malam untukmu, mungkin tidak seenak makananmu karena ini pertama kali bagi kami”ucap Dongwook tersenyum.

“Maaf tuan, tapi aku sudah makan malam”ucapan Sejin tersebut berhasil membuat Byungchan marah.

“Byungchan ikut aku”Seungwoo pun menarik Byungchan untuk menjauh dari dapur.

IX. He's Party

“Selamat ulang tahun, Lee sejin!!“Wooseok tersenyum ceria ketika Sejin muncul bersama Seungyoun.

Hari ini ulang tahun Sejin yang ke sembilan belas. Hari ini juga tepat satu tahun Sejin lebih tua sati tahun dari Seungyoun.

Pesta ulang tahun Sejin ini khusus dibuat oleh Wooseok sang pencinta pesta. Satu persati keluarga Seungyoun memberikan kado kepada Sejin.

“Ayok dibuka!“ucap Seungwoo semangat.

“Aw!“Sejin si ceroboh. Baru saja Sejin menggoreskan tangannua dengan kertas pembungkus kado. Tangannya berdarah. Darah manis Sejin memabukan.

Seungyoun menoleh dan cepat menghentikan langkah Jinhyuk yang sudah berlari ke arah Sejin.

“Tenanh Jinhyuk... Kamu bisa menahannya... Tenang...“Wooseok memeluk Jinhyuk, lalu membawa Jinhyuk menjauh dari pesta kecil tersebut.

“Aku tidak kuat. Aku permisi”ucap Byungchan yang dengan cepat menarik Seungwoo menjauh.

“Maafkan aku...“ucap Sejin kecewa.

X. The choices

“Aku yakin! Aku tidak mau lebih tua dua tahun darimu”

“Tapi itu bukan pilihan. Kau punya keluarga dan...“ucapan Seungyoun terputus.

“Dan aku punya kamu. Dengan kamu mengubahkan, bukan berarti aku meninggalkan keluargaku kan?“tanya Sejin dan Seungyoun terdiam.

“Setelah kelulusan. Aku akan mengubahmu setelah kelulusan”ucap Seungyoun pasrah.

“Terimakasih Cho Seungyoun! Aku mencintaimu”ucap Sejin semangat.

©® xposhie.