I love you.
•••
Di dalam kamar yang cahayanya sedikit redup itu hanya terdengar bunyi gesekan lantai dan kasur serta suara nafas berat dari kedua orang yang sedang bergumul diatas kasur.
Sprei yang menutupi kasur sudah tidak berbentuk. Beberapa helai baju dan dua pasang sepatu juga berserakan di dalam kamar, sebagai bukti betapa tergesa-gesa mereka yang berada di dalam kamar tersebut.
Seorang pria yang posisinya berada diatas tersenyum melihat seseorang yang kini berada dibawah kungkungannya. Pria manis yang berada dibawah itu tersenyum, semburat merah keluar di pipinya entah karena mabuk atau karena malu.
Dua botol wine yang mereka konsumsi di Cafe serta beberapa botol beer yang mereka konsumsi saat Drive in menjadi alasan mengapa mereka terburu-buru malam itu bahkan harus menepi di sebuah hotel bintang tiga.
Malam itu mereka berbagi peluh. Tanpa mengingat bahwa malam ini adalah malam kedua mereka bertemu. Seonho dan Samuel hanyut dalam pesona masing-masing.
Desahan yang keluar dari bibir Samuel diiringi erangan dari Seonho menandakan bahwa mereka telah selesai. Seonho berbaring di sebelah Samuel dan merapatkan badannya dengan badan Samuel.
Tanpa perduli badan yang tanpa satu helai benangpun, Samuel meletakan kepalanya dengan nyaman di dada Seonho sedangkan Seonho sibuk merapihkan rambut Samuel.
“Kita gila ya?“ucap Samuel.
“Aku yang paling gila”ucap Seonho.
“Kita sama-sama gila, bukan hanya kamu saja”ucap Samuel dengan bibir yang sengaha dikerucutkan.
“Baiklah anak muda, kita sama-sama gila. Bahkan di pertemuan kedua kita, kita sudah membuat kekacauan”ucap Seonho tertawa renyah.
“Kau duluan yang membuatku seperti ini”Sam merajuk, “Tapi kau juga ingin kan?“tanya Seonho dan Sam mengangguk malu.
Seonho tersenyum sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya di atas bibir Sam yang membengkak.
“Second round...“bisik Samuel pelan.
“Okey honey”ucap Seonho dalam lumatannya.
“I love you”ucap Sam yang di balas “Me more”oleh Seonho.