Ide Gila.


Day 3

Wooseok melemparkan tubuhnya ke kasur. Kegiatannya hari ini cukup menguras tenaga. Baru saja tiba di negara orang dengan budaya dan bahasa yang berbeda, Wooseok harus rela jam tidurnya berkurang karena kegiatan pertukaran pelajar yang benar-benar menyita waktu. Wooseok baru saja akan mengarungi alam mimpi ketika pintu kamarnya diketuk.

Wooseok membuka pintu kamarnya dan mengangkat wajahnya agar bertemu dengan sosok yang berada dihadapannya saat ini. Pria yang jauh, sangat jauh lebih tinggi darinya sedang berdiri disana dengan rambut seperti raja hutan, berpakaian khas orang baru bangun tidur.

“Kau Wooseok? Aku Off, maaf tida hari ini belum sempat memperkenalkan diri karena banyak yang hal terjadi belakangan ini”Wooseok mencerna kata demi kata yang dilontarkan pria yang sepertinya lebih tua darinya itu.

“Hallo? Wooseok!“Off menundukan badannya agar sejajar dengan Wooseok dan membuat Wooseok sedikit terkejut hingga ia melangkah mundur menjauh.

“Oops sorry! Lo jangan sering blank gitu, nanti ada setan Thailand yang ikut baru tau rasa”ucap Off tertawa dan berhasil membuat Wooseok tersenyum.


Day 10

“Wooseok, bisa tolong panggil Off untuk makan malam?“Wooseok belum sempat mendudukan dirinya di meja makan tetapi dirinya sudah mendapat permintaan tolong dari orang tua asuhnya selama di negara tersebut.

Wooseok berjalan mendekati kamar Off yang letaknya bersebrangan dengan kamar yang sedang ditempati Wooseok saat ini. Pintu kamar tersebut tertutup, tetapi tidak rapat sehingga Wooseok dapat mengintip ke dalam kamar Off.

Wooseok mengintip dan melihat kamar Off yang berantakan. Beberapa pakaian tergeletak di lantai, beberapa buku serta bungkus makanan juga tergelatak tak beraturan. Bahkan Wooseok dapat melihat beberapa kaleng alkohol yang sudah tandas isinya di dekat kolong kasur. Tidak hanya sebuah kaleng, tetapi sepertinya ada lebih dari tiga kaleng.

Tubuh Wooseok menegang, ketika pandangannya dan Off bertemu. Wooseok berjalan mundur, berencana meninggalkan kamar Off secepatnya. Tetapi langkah Wooseok terhenti karena Off lebih cepat membuka pintu kamarnya dan memandang Wooseok intens.

“Jangan bilang ibuku”ucap Off pelan dan Wooseok mengangguk.


Day 23

“Sudah pulang? Ingin makan malam?“tanya ibunda Off ketika melihat anak semata wayangnya memasuki ruang tamu rumah mereka. Wooseok melirik dan mendapati Off menggeleng sebagai jawaban pertanyaan yang dilontarkan ibunya.

“Ah iya! Tadi Gun kesini, dia menitipkan sebuah kardus besar. Ibu sudah letakan dikamarmu”ucap ibunda Off lagi dan Off pun berjalan ke kamarnya setelah mengucapkan terima kasih kepada ibundanya.

“Sepertinya mereka sering bertengkar, dulu Gun sering sekali datang kerumah. Dari sekedar berkunjung hingga membuat cake disini”ucap ibunda Off kepada Wooseok dan Wooseok mengangguk mengerti.


Day 30

Wooseok terbangun karena suara ketukan yang berasal dari luar kamarnya. Akhirnya ia memberanikan diri berjalan kearah pintu kamar.

“kalo ternyata itu Setan gimana? Gue engga ngerti bahasa sini anjir”batin Wooseok

Tetapi ketakutan Wooseok sirna ketika ia mendapati anak pemilik rumah sedang terduduk di depan kamarnya dengan sebotol alkohol ditangannya. Off mabuk.

Wooseok memandang Off yang terduduk dilantai. Ingin rasanya memindahkan Off ke kamarnya, tetapi perbandingan tubuh mereka yang terlampau jauh membuat Wooseok mengurungkan niatnya.

“Hai kau kecil!“ucap Off dan Wooseok masih diam memandang sosok di hadapannya.

“Haha kau kecil seperti mantan kekasihku!“racau Off, membuat Wooseok berjongkok di hadapan Off.

Wooseok berpangku tangan mendengarkan racauan Off tentang rasanya putus cinta. Gun mantan kekasih Off yang beberapa hari mengembalikan semua barang pemberian Off. Gun, mantan pacar Off sudah memiliki kekasih lain. Jauh hari sebelumnya, saat dimana Wooseok melihat Off merokok di dalam kamar adalah saat Off memergoki Gun dengan pria lain.

“Ayok kita berpura-pura berpacaran, agar mantan pacarku cemburu!“tubuh Wooseok menegang, bingung memberikan respons seperti apa.


Day 42

“Bagaimana?“Wooseok hampir saja tersedak minuman karena kedatangan Off yang tiba-tiba.

“Aku mabuk dan tetap ingat racauanku beberapa hari yang lalu! Kau jangan pura-pura lupa”ucap Off lagi.

“Permintaan macam apa itu?“ucap Wooseok cuek dan Off terdiam.

”. . . Aku akan membuat Tay menyukaimu!“ucap Off lagi, membuat Wooseok menatap Off bingung.

“Temanku Tay Tawan, kau menyukainya kan?“tanya Off dengan senyum miring dan Wooseok terdiam mematung.

“Buat Gun kembali dengaku dan aku akan membuatmu dekat dengan Tay”ucap Off memberikan tawaran.

“Hanya dekat? Tidak adil”ucap Wooseok malas dan Off kembali memikirkan cara yang dapat membuat Wooseok menyetujui usulannya.

“Hingga jadian, buat aku dan temanmu berpacaran”ucap Wooseok tersenyum jahil dan Off membelalakan matanya kaget.

“Tay punya kekasih, bagaimana ini?“batin Off

“Bagaimana?“tanya Wooseok lagi.

“Hm. . . Oke Call!“ucap Off dan mengulurkan tangannya kepada Wooseok, merekapun sepakat dan bersalaman.

xposhie