Indonesia vs Korea Selatan
***
Setelah melewati beberapa kali pemeriksaan, akhirnya Byungchan dan Seungwoo masuk ke dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saat memasuki SUGBK, Seungwoo memegang erat tangan Byungchan, karena Seungwoo takut jika Byungchan tidak nyaman dengan situasi yang baru seperti ini. Beberapa kali genggaman mereka hampir terlepasyang akhirnya membuat Seungwoo berpindah posisi. Awalnya Seungwoo berada di depan Byungchan dan memegang erat tangan Byungchan, kali ini Seungwoo berada di belakang Byungchan dnegan kedua tangannya yang berada di pundah Byungchan.
“Kita kemana ka?“tanya Byungchan bingung.
“Sana aja yang masih sepi”Seungwoo menunjuk deretan kursi kedua dari depan.
“Eh sebentar”Seungwoo melirik ke atas Tribune yang keadaannya terlihat lebih ramai dibanding di tempat mereka.
“Jangan disini deh, ke belakang aja yuk, nanti ada yang lempar botol dari atas trus kena kamu”ucap Seungwoo posesif.
“Ka seungwoo engga keliatan dong kalo di belakang nanti?“tanya Byungchan mengikuti Seungwoo.
“Udah engga apa-apa, kan sesekali boleh berdiri. Tapi berdirinya jangan di kursi ya hehehe”ucap Seungwoo.
Akhirnya Byungchan dan Seungwoo duduk tepat di bawah tribune. Mereka terlindungi bagian tribune yang berada diatas mereka. Setidaknya mereka akan aman jika ada pihak tidak bertanggung jawab yang melempar sesuatu dari atas ke bawah.
“Kalo panas jaketnya buka aja”ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk.
“Mas, sorry kakinya”Seungwoo melirik ke lelaki di belakang Byungchan yang menaikan kakinya ke atas sandaran kursi Byungchan. Setelah melirik seklias ke arah Seungwoo, akhirnya orang tersebut menurunkan kakinya.
Pertandingan di mulai kurang lebih 45 menit lagi. Byungchan yang masih amaze dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno itu pun mengabadikannya dengan memotret.
“Uhuk! Uhuk!“Seungwoo memutarkan matanya malas. Daritadi Seungwoo sudah memperingati orang-orang agar tidak merokok, tetapi beberapa diantara mereka masih saja merokok.
“Mas, sorry nih dilarang ngerokok”ucap Seungwoo sambil menahan emosi.
“Mana larangannya? Gue engga liat?“ucap lelaki tersebut masih dengan rokok di tangannya. Seungwoo menarik nafas panjang. Matanya beberapa kali melirik ke orang tersebut. Kaki yang semua telah di pindahkan, kembali di naikan ke sandaran bangku Byungchan.
“Kenapa sih orang-orang yang suka ngerusak fasilitas kayak lo ini masih hidup?“akhirnya emosi Seungwoo memuncak.
“Gue perhatiin ya daritadi, lo naikin kaki ke kursi. Buang sampah ciki, minum, rokok, sembarangan. Lo suka bola kan? Lo yang koar-koar minta GBK di pugar kan? Di rawat dong, Goblok!“ucap Seungwoo menunjuk-nunjuk orang di belakang Byungchan.
“Kok lo ribet sih? Pemerintah punya kok anggaran buat perbaikan. Kenapa mesti gue yang repot jaga fasilitas?“ucap orang tersebut.
“Anjing! Emang ya mendingan pemerintah engga usah sekalian mugar GBK jadi kayak gini, harusnya pemerintah nyekolahin orang-orang yang goblok kayak lo”ucap Seungwoo semakin terseulut emosi.
“Ka.... udah”ucap Byungchan pelan, mencoba menggenggam tangan Seungwoo yang mengepal.
Jujur, byungchan takut dengan keadaan seperti ini. Dia sering membaca berita jika pertengkaran supporter bola yang utama di awali dengan cekcok adu mulut.
“Lo tuh ribet ya sumpah! Cowok lo tuh yang penyakitan, nyuruh gue buat engga ngerokok. Kalo engga mau kena kaki, tuh nonton di VIP. Engga ada rokok trus adem!!“ucap lelaki tadi lagi.
“Anjing!!!“Seungwoo mencoba menarik kerah orang yang berdiri di belakang Byungchan tersebut, tetapi dengan cekatan ditahan oleh Byungchan.
“Ka... please stop... berhenti ya?“ucap Byungchan memeluk Seungwoo yang menahan emosinya.
“Kalo engga ada dia, udah abis lo bangsat!“ucap Seungwoo yang memeluk Byungchan balik dan mengusap punggungnya menenangkan.
“Mas, mendingan lo pergi deh. Emang beneran, lo tuh ganggu daritadi”ucap orang di kursi deretan belakang.
“Iya, mending lo cari tempat lain deh. Kalo engga mending nonton di burjo tuh bisa angkat kaki sekalian ngerokok”kali ini orang di sebelah Seungwoo yang angkat bicara. Akhirnya orang yang membuat keributan tersebut pergi meninggalkan kursinya.
“Takut ya Chan?“ucap Seungwoo melirik ke arah Byungchan yang sedang menunduk dan Byungchan mengangguk lemah.
“Maaf yaaa, soalnya orang-orang kayak gitu emang harus dikerasin”ucap Seungwoo lagi.
Seungwoo menarik tangan Byungchan dan menggenggamnya, lalu mengusapkan ibu jarinya pada punggung tangan Byungchan. Byungchan yang menyadari perlakuan Seungwoo tersebut menoleh ke arah Seungwoo. Tetapi Seungwoo sudah asik dengan ponsel ditangan lainnya. Entah kenapa, Byungchan merasa suasana di SUGBK semakin panas padahal pertandingan belum dimulai. Tanpa sadar, Byungchan mengipaskan tangannya di depan wajahnya.
“Panas ya?“tanya Seungwoo dan Byungchan menggeleng cepat.
“Engga kok ka hehehe”ucap Byungchan tersenyum.
Seungwoo pun kembali fokus dengan ponsel ditangan kanannya dengan tangan kirinya menggenggam tangan Byungchan. Ibu jari Seungwoo masih setia mengusap punggung tangan Byungchan. Byungchan pun tidak bisa menyembunyikan senyumnya karena perlakuan Seungwoo tersebut.
@xposhie.