Jari jemari.
Seungyoun tersenyum, memandangi jari jemari yang saat ini sedang ia genggam. Jari jemari Sejin, suami yang telah ia nikahi tepat satu minggu lalu. Walaupun Sejin lebih kecil dari Seungyoun, tetapi jari jemari Sejin jauh lebih panjang dari milik Seungyoun karena jari Seungyoun gemuk berisi.
“Kenapa sih mainin jari aku mulu?“Sejin menoleh kearah suaminya. Fokusnya pada layar televisi hilang karena sejak awal film dimulai, Seungyoun terus menerus memainkan jari jemari tangan kirinya.
“Gemes... Inget dulu pas pertama kali kita kenalan...“ucap Seungyoun tersenyum.
“Hm? Pas kita satu UKM?“Tanya Sejin meyakinkan tetapi Seungyoun menggeleng.
Flashback On
Seungyoun menetralkan nafasnya, ia hampir saja terlambat pada upacara penerimaan mahasiswa baru. Lapangan telah terisi penuh dan membuat Seungyoun kesulitan mencari barikade barisan kelompoknya.
Beruntungnya seorang lelaki yang juga mahasiswa baru yang memakai atribut sama seperti Seungyoun mencuri perhatiannya. Seungyoun pun berlari kecil menghampiri pria tersebut.
“Maaf... Ini kelompok Homo Sapiens?“tanya Seungyoun dengan nafas yang tidak beraturan dan lelaki yang berada di depan Seungyoun mengangguk.
“Oh iya! Maju aja, mausk barisan”ucap lelaki tersebut.
“Kamu aja, aku tetap dibelakang”ucap Seungyoun yang melangkah mundur tetapi lelaki tersebut menggeleng.
“Katanya yang kurang enak badan atau ada penyakit bawaan harus ada dipaling belakang, biar kalo ada apa-apa cepet dikasih tindakan”ucap lelaki tersbeut dan Seungyoun mengangguk mengerti. Ia pun melangkah maju dan berdiri di depan lelaki kecil tersebut.
Benar saja, setengah jam kemudian lelaki yang berada di belakang Seungyoun pingsan dan harus dibawa ke unit kesehatan mahasiswa. Bahkan Seungyoun yang langsung memapah lelaki kecil tersebut.
Flashback Off
“Kok aku engga sadar sih?“Sejin mengerucutkan bibirnya karena merasa dikhianati oleh suaminya tersenyum. Seungyoun pun tertawa sambil memeluk Sejin karena gemas.
“Hahaha kalo aku kan sempat baca nametag kamu pas pingsan, makanya aku tau kalo itu kamu!!!“ucap Seungyoun menjelaskan dan Sejin semakin mengerucutkan bibirnya.
“Jadi pas kita satu UKM itu pertemuan ke berapa?“tanya Sejin penasaran dan Seungyoun mengangkat tiga jarinya.
“Terus yang kedua kapan?“tanya Sejin kaget dan Seungyoun kembali tertawa.
Flashback On
Seungyoun dan kebiasaan buruknya sudah seperti sahabat karib. Karena hari ini, ia kembali terlambat saat penutupan penerimaan mahasiswa baru, membuat Seungyoun harus rela melewati beberapa mahasiswa yang sudah duduk dengan rapih untuk mencari tempat duduknya sendiri.
“Permisi... Maaf permisi....”
Seungyoun pun duduk dikursinya. Acara penutupan tersebut, diadakan disebuah aula besar dimana mahasiswa baru dikumpulkan untuk mendengarkan beberapa materi dari pengisi acara.
“Apakah kalian sudah mengenal teman satu kelas kalian? Atau teman satu jurusan kalian? Atau bahkan teman satu fakultas kalian? Jika belum, ini saatnya untuk kalian berkenalan dengan siapapun yang berada disekitar kalian”
Aula mendadak ricuh saat ketua Badan Eksekutif Mahasiswa mengatakan hal tersebut. Hampir seluruh mahasiswa dalam aula tersebut berkenalan dengan teman di samping kanan dan kiri mereka, bahkan yang duduk di belakang atau depan mereka.
Seungyoun menoleh ke sebelah kiri kala seseorang mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Seungyoun juga berkenalan dengan mahasiswa yang duduk di depan maupun belakangnya. Setelahnya, Seungyoun menoleh ke sebelah kanannya, melihat seorang mahasiswa yang duduk diam mengaitkan kedua tangannya.
Seungyoun sedikit ragu ketika ia akan mengulurkan tangannya. Beberapa fikiran berkecamuk di otak Seungyoun. Ia takut anak disebelahnya tidak menerima uluran tangannya dan mengabaikannya. Akhirnya, Seungyoun pun mengulurkan tangannya setelah ragu beberapa saat.
“Hai! Aku Seungyoun....“ucap Seungyoun gugup.
“E-eh? Aku Sejin... Lee Sejin”ucap lelaki tersebut pelan. Setelah berkenalan dengan Seungyoun, Sejin akhirnya berkenalan dengan mahasiswa lainnya di sebelah kanan maupun di bagian depan dan belakangnya.
Flashback Off
“Aku inget!!! Iya aku liat kamu ragu-ragu mau ngajak aku kenalan kan?“ucap Sejin bersemangat dan Seungyoun mengangguk.
“Aku tuh malu mau kenalan duluan, makanya pas hari itu aku diem aja....“ucap Sejin melanjutkan.
“Pantesan.... Pas aku nengok, kamu nunduk diem aja... Aku takut pas ngajak kamu kenalan eh di diemin....“ucap Seungyoun tertawa.
“Terus pas kenalan, aku sempet kaget soalnya tangan kamu dingin banget....“ucap Seungyoun menambahkan.
“Aku sempet mau nawarin kamu jaket, takut kamu kedinginan... Tapi gajadi, takut dianggap aneh sama kamu....“Sejin tertawa mendengar
“Soalnya aku deg-degan.... Itu pertama kalinya aku di kelilingin orang-orang yang engga aku kenal...“ucap Sejin pelan.
“Hahaha engga apa-apa! Setiap orang pasti berbeda kok... Ada yang gampang akrab sama yang lain dan ada yang butuh proses juga!“ucap Seungyoun yang membawa Sejin masuk ke dalam dekapannya.
“Contohnya kita kan? Butuh waktu beberapa kali ketemu, bahkan sempet putus buat akhirnya berani ngambil keputusan buat nikah...“ucap Seungyoun menjelaskan dan Sejin mengangguk.
“Terus... tadi kamu ngapain megang jari aku mulu? Sampe aku engga konsen nonton”ucap Sejin bingung.
“Hahaha aku baru sadar! Kamu lebih kecil dari aku tapi jarinya panjang-panjang, engga kayak jari aku yang gemuk!!“ucap Seungyoun membandingkan jari jemari mereka berdua.
“Hm... Selama pegangan tangan emang kamu ga ngerasa apa-apa?“tanya Sejin merajuk dan Seungyoun menggeleng.
“Gimana mau ngerasain.... Tiap gandengan sama kamu tuh bawannya deg-degan mulu...“ucap Seungyoun tersenyum.
“Bahkan kemarin pas aku masangin cincin ke jari kamu... Aku sampe gemetaran kan?“tanya Seungyoun dan Sejin mengangguk.
“Hm... sampe sekarang?“tanya Sejin bingung dan Seungyoun mengangguk.
“Yaudah nih pegang tangan aku terus... sampe deg-degan kamu ilang!! Masa udah nikah tapi kalo digandeng masih deg-degan sih?“ucap Sejin meledek.
Seungyoun tersenyum dan menarik Sejin mendekat. Ia melingkarkan lengannya di badan Sejin dan mengaitkan tangan keduanya setelahnya sambil tetap bercerita mengenai masa berpacaran mereka dan mengabaikan film yang masih berputar di televisi.
(xposhie)