Junghwan.
***
Hangyul memeriksa telfon genggamnya, memastikan apakah Sihyeon membutuhkan sesuatu. Setelah pulang dari rumah sakit tadi, Hangyul memutuskan membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam. Walaupun kemarin dia telah mendapat sponsor dari Dr. Seungwoo tetapi entah mengapa, malam ini Hangyul ingin memasak bubur untuk Sihyeon.
Hangyul cukup kaget ketika melihat chat beruntun yang di kirimkan oleh Sihyeon. Tadi Hangyul sudah mengajak Sihyeon untuk masuk ke dalam supermarket, tetapi Sihyeon menolak karena ingin bermain dengan kucing yang dia temui di depan supermarket tempat Hangyul berbelanja.
Hangyul pun meninggalkan kerangjang belanjanya dan keluar dari supermarket untuk memeriksa keadaan Sihyeon. Ketika sampai di depan supermarket, Hangyul memicingkan matanya dan mendapati bahwa Sihyeon sedang di dekati oleh seorang lelaki yang sepertinya seumuran dengan Hangyul.
“Kamu Samuel kan? Kenapa bergaya seperti anak sekolah? Apakah kamu sedang bermain peran dengan pacar barumu?”
“Pergi! Aku Sihyeon bukan Samuel dan... aku tidak punya pacar”ucap Sihyeon ketakutan.
“Kita berpacaran tidak sebentar, Sam. Aku kenal dengan dirimu. Kamu bermain peran seolah-olah kamu adalah sugar baby. Begitu?”
Sihyeon terus melangkah mundur ketika orang di hadapannya melangkahkan kakinya mendekati Sihyeon.
“Permisi”Hangyul memotong jarak lelaki tersebut dengan Sihyeon.
“Ka hangyul!!!“Sihyeon bersembunyi di belakang Hangyul. Tangannya yang gemetar memegang sweater Hangyul kencang.
“Ada perlu apa dengan adik saya ya?“ucap Hangyul tenang.
“Adik? Samuel ternyata punya kaka? Ah! Sepertinya umurmu sebaya dengan Samuel. Tidak mungkin kamu itu kakak Samuel”ucap lelaki itu lagi.
“Samuel? Siapa?“tanya Hangyul bingung dan lelaki di hadapan Hangyul menunjuk Sihyeon.
“Dari tadi dia memanggilku dengan nama Samuel. Aku Sihyeon, bukan Samuel....“ucap Sihyeon bergetar.
“Anda dengar kan yang dikatakan adik saya? Sebaiknya anda pergi, sebelum saya panggil petugas keamanan”ucap Hangyul tegas.
Lelaki tersebut yang diketahui bernama Junghwan itu pun berbalik dan menjauh.
“Jelas-jelas dia menggunakan gelang yang sama dengan yang digunakan Samuel, masih menyangkal?“ucap Junghwan pelan sambil berjalan meninggalkan Sihyeon dan Hangyul.
Hangyul menarik Sihyeon masuk ke dalam pelukannya dan menenangkan Sihyeon yang sekujur tubuhnya masih gemetar hebat.
“Udah tenang ya... Kaka jahatnya udah pergi”ucap Hangyul lembut.
“Ka Hangyul jangan pergi. Jangan tinggal-tinggalin aku lagi”ucap Sihyeon mencicit.
“Engga, Ka hangyul engga akan ninggalin Sihyeon. Janji!!!“ucap Hangyul tersenyum.
“Janji?“Sihyeon mendekatkan jari kelingkingnya ke arah Hangyul dan Hangyul mengangguk sambil mengaitkan dengan jari kelingkingnya.
“Yuk, masuk dulu. Belanjaan Ka Hangyul belum dibayar tadi”
Sihyeon mengangguk. Hangul pun menggenggam tangan Sinhyeon erat untuk masuk ke dalam supermarket tadi.