Ka Seungwoo.

***

Byungchan berjalan terburu-buru, mencari keberadaan Seungwoo di daerah Stadion Utama Gelora Bung Karno. Wooseok, Sejin, Byungchan dan Yohan harus beberapa kali menghindari orang-orang yang berlalu lalang.

“Chan!”

Wooseok berteriak ketika tanpa sengaja genggaman tangannya dan Byungchan terlepas. Byungchan terbawa arus berlawanan dengan tujuan mereka semula.

“Ah Ka Wooseok!”

Byungchan harus rela terombang ambil dilautan manusia yang umumnya menggunakan baju berwarna merah itu. Tidak jarang beberapa diantara mereka membunyikan terompet, padahal pertandingan masih berlangsung 3 jam lagi.

“Aw”

Byungchan mengaduh ketika seseorang menarik lengannya secara paksa. Byungchan ditarik keluar dari kerumunan manusia ke pinggir dan menjauh dari orang-orang yang sedang berjalan di sekitar SUGBK tersebut.

“Sorry, ada yang sakit?”

Byungchan menoleh ke arah sumber suara sambil sesekali mengusap lengannya yang baru saja ditarik paksa oleh orang yang tidak di kenal. Mata Byungchan tiba-tiba berbinar ketika mengetahui orang yang menariknya.

“Ka Seungwo ya? Ka!!! Aku Byungchan, woaaahhh akhirnya ketemu ka seungwoo huhuhu”tanpa disadari Byungchan, sekarang Byungchan sudah memeluk Seungwoo karena kesenangan.

“I-iya... Oke... Byungchan? Boleh tolong... hm... Lepas dulu?“Seungwoo dengan wajah yang sudah semerah tomat itu akhirnya terlepas dari pelukan Byungchan.

Senyum sama sekali tidak luntur dari pipi Byungchan, sehingga memperlihatkan sempurnanya lubang di pipi kanan maupun kirinya. Teman-teman Seungwoo seperti Seungyoun, Jinhyuk dan Yuvin menahan senyum melihat pemandangan barusan di hadapan mereka.

“Uchan!!!”

Kelima lelaki tersebut menoleh bersamaan ke sumber suara yang memanggil nama Byungchan. Ada tiga lelaki yang berlari kecil sambil berpegangan satu sama lain.

“Ka Wooseok!!! Aku udah ketemu sama Ka Seungwoo!!“Byungchan berteriak sampai beberapa orang disekitar mereka menoleh.

“Gimana? Bener pouch kamu?“tanya Sejin ketika sudah berada di hadapan Byungchan.

“Oiya!“Byungchan menoleh ke arah Seungwoo. Berharap Seungwoo memberikan pouch putih miliknya. Tatapan mata Byungchan menyiratkan harapan.

“Bentar! Sebelum aku kasih pouch ini ke kamu. Aku mau mastiin dulu, di dalam pouch ini ada apa aja? Selain yang tadi putih kayak pentungan itu”

“Vickey bong kaaa namanya!“protes Byungchan.

“Iya itu namanya, aku kan gatau namanya.... Coba sebutin apa aja?“Seungwoo menantang Byungchan.

“Ada 4 tiket fanmeeting Victon. Dua tiket section purple, dua tiket section pink. Trus ada dompet transparan, di dalemnya ada photocard Sejun. Ah! Ka Seungwoo engga bakal kenal juga sama dia! hehehe Apalagi ya? Hm... Ada uang 55.000 soalnya yang 5 ribu udah aku beliin es teh tadi siang. Udah itu aja, bener semua kan?“Byungchan sangat percaya diri dengan jawabannya.

“Yakin? Engga ada yang lain?“tanya Seungwoo.

“Nomer handphone kamu ada disitu engga, Byungchan?“Byungchan menoleh, teman Seungwoo yang baru saja berucap.

“Hyuk, jangan diledekin dulu. Ini gue lagi serius”ucap Seungwoo tenang.

“Hah? Apaan lagi? Kayanya itu aja kok kaaa, beneran deh!!!“Byungchan mulai panik.

Seungwoo memperlihatkan Pouch dalam genggamannya dan sedikit ia goyang ke kanan dan ke kiri sehingga menimbulkan bunyi gemerincing.

“Ah! Ada uang recehan. Ada uang 200an, 100an sama 500an ka! Jumlahnya 1000 soalnya kembalian dari alfabeta tadi”ucap Byungchan tersenyum yang berhasil membuat Seungwoo terpaku.

“Bang, bener gatuh isinya?“ucap Yuvin menyenggol pelan badan Seungwoo.

“Oh iya bener semua. Bagus juga yaaa ingetan kamu Chan hehehe”ucap Seungwoo kikuk.

“Ini pouch kamu, tadi jatoh jadi agak kotor. Bukan aku yang ngotorin loh ya!“ucap Seungwo memberi kesaksian.

“Huaaaa Vickey Bong kembaliiii. Makasih ka seungwooo sama temen-temennya”ucap Byungchan.

“Udah kan ka? Ayok yuk balik ke tendor. Udah mau open gate nih”ucap Yohan sambil sesekali melihat jam tangannya.

“Buru-buru amat sih dek”ucap Yuvin menggoda dan Yohan bersembunyi dibalik tubuh Wooseok.

“Makasih ya udah nemuin pouch Byungchan dan bersedia balikin. Semoga kebaikannya dibalas oleh Tuhan”ucap Wooseok datar.

“Kamu engga mau bales kebaikan kita gitu?“ucap Jinhyuk tersenyum ke arah Wooseok.

“Maaf ya mas-mas, om, kakak, kita harus balik ke tendor lagi soalnya jamnya udah mepet”kali ini Sejin yang angkat suara.

“Kok om sih? Sayang aja dong manggilnya” Seungyoun yang sedang sibuk dengan games di handphonenya menyauti omongan Sejin yang membuat Sejin menggelengkan kepalanya.

“Ka seungwoo makasih ya ka sekali lagi! Aku sama temen-temenku pergi dulu. Semoga Indonesia hari ini menang!!!“ucap Byungchan.

“Iya sama-sama Byungchan! Have fun sama acaranya ya. Pouchnya jangan ilang lagi”Seungwoo tertawa.

“Kali ini engga akan ilang kok ka! Beneran hehehehe”Byungchan pun melambaikan tangannya ke Seungwoo dan berjalan kembali ke tennis indoor.