Kali kedua.


Hyeongjun tersenyum riang, kala Yohan membelikannya satu box bento yang berhadiah sebuah mainan. Hyeongjun memainkan mainan barunya saat Yohan mempersiapkan makan siang keduanya. Yohan dan Hyeongjun kembali menghabiskan siang mereka di dalam kelas.

“Hm... enak! Jun sama kaka ga pernah makan ini”ucap Hyeongjun tersenyum memamerkan deretan gigi susunya.

“Jun sama kaka suka makan apa emangnya?“tanya Yohan yang sesekali menyuapi Hyeongjun dengan nasi dihadapannya.

“Kakak suka masak pagi-pagi buat Jun sama Kaka sarapan! Terus malemnya diangetin lagi masakan kakak yang pagi, buat kita makan malem”ucap Hyeongjun tersenyum.

“Kalo makan siang, Jun sama Kakak biasanya makan apa?“tanya Yohan lagi.

“Hm... Jun makan sama Bibi yang punya toko bunga! Biasanya kakak beliin Jun kimbap sama sosis juga”ucap Hyeonjun. Yohan berfikir sejenak, Kimbap dan Sosis bukanlah makanan yang cocok di konsumsi untuk makan siang, anak kecil seperti Hyeongjun butuh makanan lebih dari itu.

“Kakak! Kenapa diem aja?“ucap Hyeongjun saat Yohan diam dan mengabaikannya.

“Jun habis ini mau mewarnai lagi?“tanya Yohan dan Hyeongjun menggeleng.

“Jun ngantuk... Kakak masih lama ya?“tanya Hyeongjun. Yohan pun memeriksa ponselnya dan belum menerima pesan terbaru dari Yuvin. Hyeongjun sudah mulai menguap kecil, membuat Yohan menarik Hyeongjun mendekat.

Hyeongjun melingkarkan tangannya pada badan Yohan. Posisi duduk tidak menjadi halangan Hyeongjun untuk tertidur pulas hingga sejam kemudian Yuvin menjemput.

“Permisi... Maaf saya terlambat lagi”ucap Yuvin. Yohan yang semula sedang memeriksa pekerjaan murid-muridnya itu pun berdiri dan tersenyum.

“Jun tidur lagi, tadi habis makan langsung ketiduran”ucap Yohan yang berjalan mendekati Hyeongjun yang sudah ia baringkan diatas matras.

“Maaf, saya tidak tau jika praktikum mahasiswa bisa selama ini”ucap Yuvin yang merasa tidak enak dan Yohan pun hanya tersenyum.

Sejak saat itu, dalam seminggu bisa dua hingga tiga kali Yuvin terlambat menjemput Hyeongjun dan membuat Yohan harus menemani Hyeongjun di kelas. Seperti hari ini, Yuvin terlambat menjemput Hyeongjun tanpa kabar.

“Ka... tau ga? Kapin suka nanyain kayo kalo dirumah! Ditanyain, kayo galak apa engga terus aku diajarin apa aja sama kayo hari ini”ucap Hyeongjun tersenyum yang membuat hati Yohan menghangat.

“Wah! Jun jawabnya apa? Kayo galak ga?“ucap Yohan mengerucutkan bibirnya dan Hyeongjun menggeleng.

“KaYo paling baik diantara kakak-kakak sekolah lainnya! Tapi KaYo nomer dua ya? Soalnya KaPin yang pertama”ucap Hyeongjun terkekeh dan Yohan ikut tertawa.

Waktu menunjukan hampir pukul setengah lima sore dan Yuvin masih belum memberikan kabar. Panggilan Yohan beberapa kali tersambung ke voicemail dan bukan Yuvin yang mengangakt telfonnya.

“Jun mau main kerumah kaka ga?“pertanyaan Yohan membuat Hyeongjun berfikir.

“Hm... Nanti Ujun dicari Kapin, gimana?“tanya Hyeongjun.

“Kayo nanti telfon Ka Yuvin! Biar Jun dijemput kerumah kaka, ya?“tanya Yohan dan Hyeongjun pun mengangguk.

Disinilah mereka berdua berada, di kediaman Yohan yang sederhana. Yohan sedang menyiapkan malam dengan Hyeongjun yang juga membantunya. Ditengah kesibukan Yohan, ponsel Yohan berdering.

“Hallo? Ah mas maaf, saya bawa Hyeongjun kerumah saya karena sudah terlalu sore.... Iya mas engga apa-apa! Nanti saya share location rumah saya ya mas?“ucap Yohan sebelum mematikan sambungan telfonnya.

Empat puluh limat menit kemudian, Yuvin sudah sampai di rumah Yohan bahkan duduk di meja makan bersama Yohan dan Hyeongjun. Yuvin semula menolak permintaan Yoha, tetapi karena Hyeongjun dijadikan alasan, akhirnya Yuvin bersedia makan malam bersama.

“Wahhh enak! Makanan kakyo enak banget!! Lebih enak dari makanan kapin”ucap Hyeongjun tertawa.

“Jun suka? Besok Kayo bawain ke sekolah, mau?“tanya Yohan dan Hyeongjun mengangguk antusias.

Jam delapan malam, Yuvin dan Hyeongjun baru pergi meninggalkan kediaman Yohan. Baru saja Yohan akan berbalik masuk kerumahnya, sebuah mobil yang berhenti di depan rumahnya membuat ia diam ditempat sambil tersenyum cerah.

“Ada tamu?“tanya seseorang yang baru saja keluar dari mobil mewah tersebut. Yohan tersenyum dan mengangguk.

“Murid aku! Tadi dijemput sama walinya kesini, soalnya walinya baru pulang ngajar sore”ucap Yohan menjelaskan.

“Kamu udah makan?“tanya Yohan dan orang tersebut mengangguk.

“Mau langsung tidur? Apa mau mandi dulu?“tanya Yohan lagi.

Nope aku ga mau mandi karena nanti keringetan dan gamau langsung tidur karena....“Yohan berteriak karena orang tersebut menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar. Yohan tertawa setengah berteriak karena orang tersebut menghujaninya dengan kecupan diseluruh wajahnya.

From: Mas Yuvin (Kakak Hyeongjun) Terimakasih makan malamnya. Mohon maaf merepotkan berulang kali. Selamat istirahat.

Yohan tidak memeriksa kembali ponselnya hingga esok pagi karena dirinya sibuk dengan seseorang yang berada diatasnya sepanjang malam.


(xposhie)