Kalut.


Seungwoo membiarkan roti dan kopinya terbengkalai begitu saja disebuah cafe yang letaknya ada di lobby kantornya. Seungwoo bingung dengan isi chat Byungchan yang mengatakn bahwa Byungchan marah dan enggan bertemu Seungwoo esok, padahal Seungwoo sudah punya banyak rencana untuknya dan untuk Byungchan.

“Woo, lo dipanggil boss”Seungwoo membaca sebuah pesan masuk dari teman sekantornya dan membuat Seungwoo buru-buru kembali ke kantornya dan melupakan sejenak urusan Byungchan.

“Kenapa lagi deh Woo?“tanya rekan Seungwoo saat Seungwoo baru saja mendudukan dirinya di kursi kerjanya. Seungwoo menghela nafas panjang.

“Gue udah bilang kalo kita butuh karyawan lagi, si boss tuh ngeyel sumpah! Kemaren mending ya gue dibantu Byungchan walaupun bentar doang. Sekarang si Byungchan kelar magang, gue jadi keteteran lagi”ucap Seungwoo menahan emosi.

“Kangen Byungchan ya, Woo?“ucap rekan wanita yang duduk di sebrang Seungwoo.

“Iya....“ucap Seungwoo pelan dan sendu.

“Anjir!!! Kan bener apa kata gue! Seungwoo tuh pasti suka sama Byungchan. Engga mungkin tuh kalo Seungwoo baik banget sama anak baru kalo emang dia engga suka”rekan-rekan Seungwoo mendadak heboh ketika Seungwoo menjawab iya atas pertanyaan kangen Byungchan atau engga.

“Mampus yang kalah! Makan siang selama seminggu”ucap rekan Seungwoo lainnya.

“Ini apaan sih? Kalian pada taruhan? Gue dijadiin bahan taruhan? Wah parah lo sumpah”ucap Seungwoo menggeleng tidak percaya.

“Hahahaha lagian kalo suka tuh samperin Woo! Jangan diem aja ah lama pergerakan lo”ucap teman Seungwoo lainnya.

“Lagian gue bilang kangen Byungchan tuh karena kangen ada yang bantuin gue kerja, bukan yang lain”ucap Seungwoo berkilah.

“Ya tetep aja kan namanya Kangen!!“ucap teman Seungwoo antusias.

Seungwoo yang memang sedang banyak pekerjaan dengan deadline sempit, akhirnya menarik kursinya dan kembali fokus dengan pekerjaannya, mengabaikan teman-temannya yang masih heboh di belakangnya.

Jam menunjukan pukul setengah delapan malam ketika ponsel Seungwoo berbunyi. Seungwoo mengernyitkan keningnya, ketika melihat nomer yang tidak dikenal menghubunginya.

“Hallo?“ucap Seungwoo malas.

“Dengan pak seungwoo? saya mau antar makanan pak, saya sudah dilobby ya pak”ucap seseorang di sebrang telfon.

“Makanan? Saya engga pesen makanan apapun”ucap Seungwoo bingung.

“Aduh pak... Tapi ini beneran pesanan atas nama Pak Seungwoo di Kantor xx lantai 32 kan pak?“ucap orang tersebut lagi.

Seungwoo menghela nafas panjang.

“Yaudah deh pak, saya turun dulu. Tunggu sebentar ya pak”ucap Seungwoo pelan.

Seungwoo pun melangkahkan kakinya malas ke lobby kantor untuk menemui orang asik yang menelfonnya.

“Berapa pak?“ucap Seungwoo hendak mengeluarkan uang untuk membayar makanan tersebut.

“Engga usah pak, udah dibayar kok pak”ucap kurir makanan di hadapan Seungwoo yang semakin membuat Seungwoo bingung.

“Saya permisi ya pak”ucap kurir tersebut lagi.

“Pak, ini buat bapak aja. Buat parkir di depan”ucap Seungwoo ramah yang mendapat balasan sebuah senyuman hangat serta ucapan terima kasih.

Seungwoo kembali ke mejanya dengan menenteng sebuah plastik berisi makanan dari sebuah restoran cepat saji tersebut.

“Ka makanannya udah sampe kan ya? Semoga pesanan aku serta notenya sampe, soalnya aku minta tolong bapak yang kirim buat nulis ini hehehe Selamat makan ka! Kalo udah habis, pap ke aku yaaaa :) -cbc

(xposhie)