Kejutan.
Yuvin melangkahkan kakinya menuju dapur setelah membersihkan tubuhnya. Tetapi langkah Yuvin terhenti ketika mendengar suara seseorang dari dapur miliknya. Yuvin mengerutkan keningnya, mencoba kembali mendnegar suara dari dapur rumahnya.
“Kamu emang iseng ya! Adek kamu tuh harusnya ditungguin, suruh masuk mobil bukan disuruh nunggu jauhan begitu”Yuvin tau kalo ini jelas-jelas suara bundanya.
“Lagian dia tuh gengsi bun! Bilang ke aku suruh jemput Yohan aja, yaudah aku ngelakuin sesuai instruksi aja”kalo ini suara dari kembaran Yuvin, yaitu Mingyu.
“Sesuai instruksi, tapi tetep engga tega jadi ngawasin dari jauh”ucap Wonswoo tertawa.
“Lagian engga enak sama Yohan, nanti aku dicap kakak engga bertanggung jawab”ucap saudara kembar Yuvin lagi.
“Nak Yohan makan dulu disini bareng-bareng aja ya? Nanti tante suruh Yuvin untuk anter kamu pake mobil ayahnya”ucap bunda Yuvin lagi.
“Iya tante...“suara ini yang membuat Yuvin berhenti melangkah. Setelah memastikan suara yang ia dengar adalah suara Yoha, Yuvin pun melangkah cepat kearah dapur dan benar-benar mendapati Yohan duduk di meja makan bersama bunda, saudara kembarnya serta kekasih saudara kembarnya.
“Loh kok kamu disini?“tanya Yuvin bingung dan Yohan hanya tersenyum.
“Duduk kamu, itu teh angetnya diminum biar anget. Buburnya juga, dimakan udah dibeliin Yohan tadi. Habis itu tolak anginnya diminum juga, biar engga masuk angin gara-gara keujanan”ucap bunda panjang lebar yang membuat Yuvin hanya dapat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Jangan nyengir mulu! Itu gigi kering”ucap Mingyu sambil melempar kerupuk kearah saudara kembarnya itu.
“Mingyu! Kamu jangan mulai duluan ya”ucap bunda Mingyuvin memperingatkan.
“Yaudah deh bun, aku sama Wonwoo ke kamar duluan ya! Wonwoo mau pinjem catatan aku”ucap Mingyu sebelum meninggalkan meja makan.
“Jangan zinah lo!“ucap Yuvin berteriak.
“Yuvin eh mulutnya!“ucap bundanya menggeleng melihat kelakuan Yuvin.
“Udah buruan dimakan, nanti anter Yohan pulang ya. Bunda mau ke kamar dulu ambil kunci mobil ayah”ucap sang bunda sebelum meninggalkan Yuvin dan Yohan berdua di dapur.
“Kok bisa sih? Kenapa kamu dibawa kesini sama Mingyu? Kenapa engga kerumah?“tanya Yuvin bingung tapi diabaikan Yohan yang hanya fokus depan bubur di hadapannya.
xposhie