“Kenapa engga langsung masuk?“ucap Yuvin ketika membuka pintu apartmentnya untuk Yohan. Yohan hanya memberikan senyum andalannya sambil berkata, “Siapa tau lo lagi kumpul kebo, nanti gue shock trus serangan jantung kan lo juga yang repot”ucap Yohan santai.

“Omongan lo ya! Emang gue cowo apaan”ucap Yuvin menarik pelan rambut Yohan yang sudah berdiri beberapa langkah di depannya. “Anjir! Sakit, Yuvin!!!“ucap Yohan merajuk yang membuat Yuvin tertawa melihat ekspresi Yohan barusan.

“Termaksud jenis cowo apakah Song Yuvin yang berani Make Out sama cewek di tempat umum sampe diliatin mahasiswa & mahasiswi dari fakultas lain?“ucap Yohan santai.

“Bangsat! Lo liat juga?“tanya Yuvin penasaran.

“Yakali, kalo gue engga liat ya mana gue tau kalo lo punya kemampuan yang kayanya diatas rata-rata itu”ucap Yohan lagi.

“Jadi lo mengakui nih kemampuan kissing gue diatas rata-rata?“Yuvin berkata dengan nada sombong.

“Belum bisa gue kasih testimoni, soalnya kan gue baru ngliat belum ngerasain. . .“ucap Yohan santai.

”. . . Belum ngerasain diajarin lo maksudnya ya! Kalo lo ngajarin gue bener dan terbukti pro, ya gue harus akuin itu”ucap Yohan lagi menambahkan dan Yuvin hanya dapat tersenyum gemas.

“Yaudah mau mulai darimana?“ucap Yuvin santai.

Singkat Cerita, Yohan dan Yuvin adalah sepasang sahabat yang sudah mulai bersahabat sejak kelas sepuluh sekolah menengah atas. Yuvin adalah seorang anak populer sejak dahulu dan sering berganti pasangan, sedangkan Yohan? Dia adalah anak pendiam yang lebih banyak mendengarkan celotehan dari sahabatnya.

”. . . Ya gue gatau? Kan gue belum pernah”ucap Yohan pelan dan Yuvin tertawa puas.

“Yaudah sini”ucap Yuvin menepuk pelan pahanya, mengisyaratkan agar Yohan duduk dipangkuannya.

“Hah? Harus dipangku? Lo kemaren berdiri kok”ucap Yohan lugu.

“Ya kan itu udah sesama expert, ini gue mau ngajarin loh. Sebagai guru yang baik, gue mau murid gue nyaman. Udah buruan sini”ucap Yuvin lagi dan Yohan menurut.

“Udah terus, gimana?“ucap Yohan yang sudah duduk diatas pangkuan Yuvin. Tanpa sepengetahuan Yohan, YUvin tersenyum melihat tingkah Yohan yang menggemaskan.

“Bibir gue disini loh”ucap Yuvin yang mengangkat dagu Yohan agar mata mereka saling beradu tatap. Wajah Yohan memanas, beberapa kali Yohan mengerjapkan matanya membuat ia terlihat semakin menggemaskan.

Yohan melepas tangan Yuvin yang masih berada di dagunya. Beberapa kali Yohan berdeham untuk mencairkan suasana hatinya. Beberapa kali juga Yohan mengalihkan pandangannya dari Yuvin.

“Jadi mau pangku-pangkuan aja? Engga jadi belajar?“tanya Yuvin setengah berbisik.

Yohan menatap Yuvin tajam. Yohan menarik nafasnya panjang sebelum mengalungkan tangannya di leher Yuvin dan menarik tengkuk Yuvin agar mendekat ke arahnya. Yohan spontan mencium bibir Yuvin, pergerakannya berantakan. Yuvin yang mendapat serangan tiba-tiba hanya dapat membelalakan matanya tidak percaya.

Akhirnya, setelah beberapa saat Yohan melepaskan bibirnya dari bibir Yuvin. Dada Yohan naik turun, Yohan terengah karena kegiatan yang baru saja ia lakukan. Yohan menatap Yuvin dengan tatapan bertanya. Bertanya apakah apa yang ia lakukan sudah tepat atau belum.

Yuvin tersenyum miring, “pelan-pelan, engga usah buru-buru”ucap Yuvin tersenyum. Yohan pun berniat melepaskan rangkulan tangannya ddari leher Yuvin sebelum Yuvin menahannya.

“Udah biarin, tangannya tetep disini. Udah bener kok”ucap Yuvin sambil mengusap bibir Yohan yang mulai memerah. Jantung Yohan berdetak lebih cepat dari biasanya. Yuvin kembali tersenyum dan menarik pelan pinggang Yohan agar mendekat dengan tubuhnya.

“Rileks...“ucap Yuvin berbisik tepat ditelinga Yohan ketika ia merasakan tubuh Yohan menegangkan kala Yuvin menarik pinggangnya tadi.

“Ikutin aja, jangan ditahan... Badannya rileks aja engga usah tegang...“ucap Yuvin dengan nada yang kelewat rendah sehingga membuat bulukuduk Yohan berdiri.

Yuvin kembali mengusap bibir Yohan sebelum menyapukan bibirnya dengan bibir Yohan. Tubuh Yohan kembali menegang, tetapi Yuvin dengan sigap mengusap punggung Yohan agar membuat Yohan lebih rileks.

Yuvin mulai melumat bibir Yohan yang masih tertutup rapat. Yuvin juga beberapa kali mengigit bibir bagian atas maupun bibir bagian bawah milik YOhan secara bergantian. Yohan sesekali menjambak pelan rambut Yuvin karena ia merasakan sensasi aneh yang ia rasakan.

“Buka bibirnya...“ucap Yuvin dalam ciumannya dan Yohan mengikuti perintah Yuvin. Lidah Yuvin mulai mencoba masuk kedalam mulut Yohan dan sempat membuat Yohan terkejut. Lumatan Yuvin semakin menggila,

“Ikutin gerakan aku...“tanpa disadari, Yuvin sudah mengganti kata pengganti orang yang ia gunakan dari gue menjadi aku. Yohan kembali menuruti Yuvin, ia menyeimbangi pergerakan bibir serta lidah Yuvin.

Pergerakan bibir keduanya semakin seimbang, membuat Yuvin ingin mengeksplor lebih dalam bibir Yohan. Yuvin mengusap punggung Yohan dengan lembut dan Yohan masih asik menarik pelan rambut Yuvin. Yohan dan Yuvin terbuai dalam permainan mereka sore itu hingga tanpa mereka sadari mereka mulai kehilangan oksigen.

Yohan beberapa kali memukul pelan dada Yuvin, mengisyaratkan jika ia sudah hampir kehabisan nafas. Tetapi Yuvin yang masih terbuai dengan bibir Yohan tetap fokus pada kegiatannya. Bahkan tangan Yuvin dengan lancangnya mulai masuk ke dalam kaos yang dikenakan Yohan dan mengusap punggung Yohan dari balik kaosnya.

Yohan akhirnya mengigit bibir Yuvin kencang, sehingga membuat Yuvin melepaskan lumatannya. Yohan terengah begitu juga Yuvin. Yuvin menyadari jika ia hampir saja kelewatan batas. Yuvin tersenyum sebelum mengusap bibir Yohan yang mulai membengkak.

“Sorry... Gue kelepasan”ucap Yuvin pelan.

Tanpa Yuvin sadari, Yohan kembali mengalungkan tangannya kebagian tengkuk Yuvin dan berbisik, “belajarnya boleh dilanjut?“ucap Yohan pelan dan Yuvin refleks tersenyum.

“Tapi jangan disini...“ucap Yuvin sambil menggendong Yohan dan membawanya masuk ke dalam kamar pribadinya.

Special Note: Yohan dan Yuvin sebenarnya menyukai satu sama lain. Tetapi mereka saling menyembunyikan rasa karena mereka takut jika hubungan mereka sebagai sahabat akan putus jika rasa yang mereka pendam tidak terbalaskan

xposhie