Kisah Seekor Kupu-Kupu.


Orang bilang, umur kupu-kupu itu terlampau singkat. Beberapa diantaranya hanya dapat bertahan hidup selama satu minggu sedangkan beberapa lainnya, dapat bertahan selama setahun tergantung spesies kupu-kupu itu sendiri.

Aku adalah seekor kupu-kupu dan ini adalah kisahku yang singkat...

Kalian pasti tahu fase awal diriku. Ya benar, aku berasal dari telur. Kalian harus tau, Kupu-kupu dewasa tidak pernah meletakan telur mereka di sembarang tempat. Kupu-kupu dewasa akan bertelur di daun yang terbaik pilihan mereka sendiri.

“Daun terbaik” bahkan saat diriku masih menjadi telur, aku sudah di tempatkan di tempat terbaik. Tempat terbaik untuk seekor kupu-kupu yang istimewa.

Aku hanya melewati fase telur selama 3 (tiga) hinga 5 (lima) hari saja, waktu yang cukup singkat untuk fase pertama dalam kehidupanku.

Saat menjadi telur, aku sudah terbiasa di lindungi dari gangguan lingkungan luar, gangguan dari oknum yang dapat menghentikan kehidupanku sampai akhirnya aku bisa melewati fase pertama kehidupanku.

Setelah melewati fase telur, aku akan berubah menjadi sesuatu yang menjijikan, sesuatu yang dibenci orang, sesuatu yang dapat membuat orang berteriak kepadaku. Aku dalam fase ulat.

Fase ulat, adalah fase terburukku. Aku di hina, aku dibenci, aku di pandang sebelah mata, Orang-orang menatapku jijik, orang-orang membenciku, orang-orang enggan melihatku.

Aku memang pantas di benci, karena aku merusak tanaman.

Tapi kalian harus tau, aku membutuhkan tanaman untuk makan, agar aku dapat tumbuh dan berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan spesial.

Maaf jika aku menjijikan, tapi aku berjanji jika aku akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan spesial.

Setelah menjadi ulat yang menjijikan, aku memasuki fase ketiga kehidupanku. Aku seekor kepompong.

Aku seekor kepompong yang pandai menyamar. Aku akan menyamarkan warnaku seperti warna daun kehijauan atau warna batang pohon yang kecoklatan.

Jika kalian lihat dari luar, aku seperti terdiam.

Aku seperti mati.

Aku seperti tidak tumbuh dan berkembang.

Tapi kalian salah, aku seekor kepompong dan aku sedang menyiapkan diriku untuk menjadi seekor kupu-kupu.

Maaf jika waktu yang aku butuhkan lama, karena aku butuh proses.

Aku menghabiskan waktu 7 (tujuh) hingga 20 (dua puluh) hari hingga aku siap mengepakkan sayap indahku.

Biasanya sayapku akan terlihat kecil, basah dan kusut ketika aku baru saja keluar dari kepompong. Bahkan tidak jarang, jika cangkang kepompong maish tertinggal di sayap keciku.

Aku seekor kupu-kupu mencari nektar dan madu untuk makananku, karena Aku bertekad terbang dengan sayap indahku.

Ketika sayapku sudah cukup besar.

Ketika sayapku sudah cukup indah.

Ketika aku sudah bisa mengepakan sayapku.

Aku seekor kupu-kupu, harus menunjukan kepada dunia siapa sebenarnya diriku.

Aku seekor kupu-kupu akan terbang dan memperlihatkan betapa indahnya sayapku. Betapa indahnya kehidupanku.

Aku memang berumur singkat, tetapi aku terus bermetamorfosis.

Aku tidak mati.

Aku bermetamorfosis.

Aku adalah X1.


Aku memang berjuang dari bawah (fase telur).

Aku memang terkadang dipandang sebelah mata (fase ulat).

Aku memang suka berdiam diri (fase kepompong).

Tetapi aku adalah seekor kupu-kupu yang cantik, yang akan terbang dan memperlihatkan kepada dunia betapa indahnya sayapku.

Aku punya madu (One It) yang selalu membuat diriku tumbuh.

Aku tidak mati. Karena aku bermetamorfosis.

Aku bermetamorfosis untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah.


@xposhie.