Klarifikasi.
Hangyul terbangun karena suara bel apartment Samuel yang ditekan terua menerus. Sebelum beranjak, Hangyul melihat pintu kamar Samuel terbuka.
“Hai sleepy head! Good morning”
Hangyul tersenyum karena sapaan dari Sam barusan. Samuel berjalan tergesa kearah pintu apartment untuk menemukan Byungchan yang berdiri di depan apartmentnya dengan muka merah.
“Yak! Kau gila? Semalam.... Ya Tuhan Samuel Kim!!!”
Samuel yang sedang meneguk air putihnya hampir saja memuntahkannya lagi karena teriakan Byungchan.
“Semalam kau make out dengan seorang Pengusaha dan sekarang kau tidur dengan tetanggamu?“ucap Byungchan yang membuat Hangyul.
“Sorry... Tapi semalam kita tidak melakukan apapun”ucap Hangyul kikuk.
“Padahal aku harap kita melakukan sesuatu”ucap Samuel sambil duduk di sebelah Hangyul.
“Jelaskan padaku semuanya. Kau dan pengusaha itu dan Kau dengan tetangganmu ini”ucap Byungchan duduk di single sofa sebelah Samuel.
“Seperti orang patah hati seperti biasa. Aku memutuskan pergi ke Club malam untuk menjernihkan kepalaku, lalu bertemu dengan pengusaha itu. Lumayan, semua minumanku di bayarkan olehnya”Samuel bersandar di sofa.
“Kalau tetanggaku yang ini, entahlah. Sepertinya kau menyukaiku ya?“Samuel mengedipkan matanya kearah Hangyul.
“Kebetulan. Aku kemarin kebetulan berada disana... Lalu melihat kau dan pengusaha itu...“ucap Hangyul gugup.
“Kenapa kau membawaku pergi? Kau khawatir denganku? Kenapa?“Samuel mendekatkan wajahnya ke Hangyul dan berhasil membuat Hangyul terpaku.