Lupa Ingatan.
“Hai apa kabar?“ucp seorang pria dengan tinggi badan lebih dari 180cm itu.
“Kamu bisa lihat sendiri kan? Aku lebih dari kata baik”ucap pria lainnya yang badannya jauh lebih kecil.
Hening masih sempat menyelimuti keduanya hingga seorang lelaki lainnya datang dan mngapit lengan pria tinggi tersebut.
“Ayok! Meja kita udah ready”ucap pria tersebut manja. Lelaki tersebut melirik beberapa kali. Ada kata yang ingin diucapkan tapi berakhir gagal.
“Ayookkk!!!“ucap lelaki yang masih bergelayut manja tersebut.
“Duluan ya!“ucap pria tinggi tersebut kepada pria di hadapannya. Pria tinggi tersebut berbalik bersama pria manja tadi. Menggenggam tangan pria yang lebih kecil darinya. Sedangkan pria lain yang hanya dapat melihat punggung yang menjauh itu, tersenyum kecil.
Seorang pria dengan senyum kecilnya melangkah pelan ke atas panggung di dalam kafe tersebut. Beberapa mata tertuju kepada pria tersebut, tetapi beberapa pasang mata lainnya lebih memilih fokus menikmati makan malam mereka.
Pria tersebut berjalan mendekati piano tua di ujung panggung. Ia lalu mendudukan dan menyamankan posisinya di depan piano tersebut. Sebelum mulai menekan tuts piano di hadapannya, pria tersebut berdoa agar pertunjukannya malam itu berjalan lancar.
“temen kamu yang tadi kan?“ucap seorang pria di salah satu meja di dalam kafe tersebut. Pria yang diajak bicara mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya barang sedetikpun.
Jari jemari Kim Yohan, pria yang duduk di hadapan piano tersebut mulai bermain diatas tuts piano dan membuat pengunjung mulai memperhatikan permainannya.
Pernah aku jatuh hati Padamu sepenuh hati Hidup pun akan kuberi Apapun kan ku lalui
Kalimat demi kalimat yang keluar dari lantunan lagu seorang Kim Yohan, berhasil menyihir seorang pria yang masih terpaku di tempatnya.
Tapi tak pernah ku bermimpi Kau tinggalkan aku pergi Tanpa tahu rasa ini Ingin rasa ku membenci
Tubuh pria tersebut menegang. Tubuhnya kaku. Beberapa kali lelaki di sebelahnya mengajaknya berbicara, tapi berakhir diabaikan.
Tiba tiba kamu datang Saat kau telah dengan dia Semakin hancur hatiku
“Yuvin! Kamu dengerin aku engga sih?“pria yang terdiam tadi akhirnya menoleh ketika pria di sebelahnya menggoyangkan pundaknya secara brutal.
“Ah iya kenapa?“ucap Yuvin terbata, karena sesungguhnya fokus Yuvin masih 80% ke penampilan Yohan di atas panggung.
Jangan datang lagi cinta Bagaimana aku bisa lupa Padahal kau tahu keadaannya Kau bukanlah untukku
“Temen kamu habis patah hati ya? Lagunya sedih banget dan kedengerannya dia bawainnya kena gitu....“ucap lelaki disebelah Yuvin. Yuvin mencoba menelan salivanya kasar saat mendengar celotehan lelaki tersebut yang notabenenya adalah kekasihnya saat ini.
Jangan lagi rindu cinta Ku tak mau ada yang terluka Bahagiakan dia aku tak apa Biar aku yang pura pura lupa Ohhh ohhhhh ohhhh
Yuvin tersenyum miris. Mendengarkan alunan lagu yang dimainkan Yohan malam itu yang membuatnya tersadar secara tidak langsung, bahwa itu pesan kecil Yohan untuk dirinya.
Tiba tiba kamu datang Saat kau telah dengan dia Semakin hancur hatiku
Yuvin menundukan kepalanya, menahan jeritan-jeritan hatinya yang menjeritkan kebodohannya sendiri.
Jangan datang lagi cinta Bagaimana aku bisa lupa Padahal kau tahu keadaannya Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta Ku tak mau ada yang terluka Bahagiakan dia aku tak apa Biar aku yang pura pura lupa
Jangan datang lagi cinta Bagaimana aku bisa lupa Padahal kau tahu keadaannya Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta Ku tak mau ada yang terluka Bahagiakan dia aku tak apa Biar aku yang pura pura lupa Ohhh
“Kita pulang yuk?“ucap Yuvin lemah.
“Aku agak pusing, kalo kamu belum kenyang nanti kita delivery aja ya?“ucap Yuvin lalu bangkit dari tempat duduknya.
Lelaki disebelah Yuvin yang bingung karena perubahan sikap kekasihnya tersebut, akhirnya mengikuti kemauan Yuvin.
Bahagiakan dia aku tak apa Biar aku yang pura pura lupa
Lantunan lagu yang dinyanyikan Yohan malam itu berhenti tepat ketika Yuvin keluar dari pintu kafe tersebut.
(xposhie)