Movie Marathon
***
Hangyul pun mengajak Sihyeon untuk ke apartmentnya, mengambil beberapa camilan untuk mereka konsumsi saat movie marathon nanti. Langkah Hangyul sempat terhenti, ketika dia mendengar beberapa orang berbicara dari dalam apartmentnya. Hangyul mengigit bibirnya cemas.
“Kenapa ka?“tanya Sihyeon polos dan Hangyul menggeleng, “Engga apa-apa, yuk masuk”ajak Hangyul.
“Eh badak! Lama bener pulangnya”Hangyul membelalakan matanya ke arah Seongjun yang berteriak.
Seongjun menutup mulutunya ketika melihat seseorang yang muncul dari belakang tubuh Hangyul, “Pak sejin!!!!” Sihyeon berlari dan memeluk Sejin ketika melihat Sejin duduk di sofa apartment Hangyul.
“Kok pak sejin bisa ada disini? Pak Sejin kenal ka hangyul juga ya? Eh ada pak dokter tadi juga! Ada kakak lucu jugaaa, hallo kakak hehehe makasih kemaren udah mau usek-usek kepalaku sampe tidur”ucap Sihyeon antusias.
“Ka hangyul, kita movie marathon disini aja gimana? Kan lebih enak rame-rame?“tanya Sihyeon lagi.
Semua mata menatap Hangyul, termaksud Sihyeon yang sedang menatap Hangyul dengan mata lucunya.
“Hah? Ah iya boleh! Kita mavie marathon disini aja ya?“ucap Hangyul kikuk.
“Yes asik jadi rame-rame! Pak sejin ikutan juga kan?“tanya Sihyeon dan Sejin mengangguk antusias.
“Oke! Sihyeon pilih aja mau nonton film apa, biar aku sama pak sejin siapin camilan, seongjun beli minuman ke bawah bawah dokter seungwoo”ucap Wooseok menjelaskan.
“Ka hangyul, ayok sini! Pilihin film yang seru hehe karena rame-rame, kita nonton horror aja gimana ka?“Sihyeon memilih film dengan antusias.
“Oke boleh! Semua ikut kamu kok kamu mau nonton apa”Hangyul tersenyum sambil sesekali mengusak kepala Sihyeon.
“Akhirnya gue engga sendirian”ucap Sejin berbisik di dapur bersama Wooseok.
Wooseok tersenyum, “Lo engga pernah sendirian Jin, lo tuh kuat banget 3 tahun ngadepin Sihyeon sendirian. Untung aja kan dia anaknya manis gitu”ucap Wooseok sambil melihat ke arah Sihyeon dan Hangyul.
“Hangyul kayanya bisa di andelin banget tuh, Sihyeon lebih nempel ke dia sekarang di banding sama lo”Wooseok terkekeh menatap Sejin dan Sejin hanya tersenyum.
“Setidaknya, Sihyeon tidak akan pernah merasa sendiri lagi”batin Sejin dalam hati.