Oasis.


Seungwoo memutar kemudi mobil Byungchan menjauhi rumahnya. Malam itu ia menggunakan nama JB sebagai alasan untuk keluar rumah. Han Seungwoo, anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, mendapatkan izin untuk keluar rumah sangat sulit jika tidak menggunakan nama kedua teman kecilnya itu. Semalam ia sudah menggunakan nama RM dan malam ini ia tidak mungkin menggunakan nama yang sama untuk kedua kalinya.

“Emang kamu engga apa-apa pake nama Bang JB, ka?“tanya Byungchan panik.

“Iya engga apa-apa kok, kan udah biasa”ucap Seungwoo tersenyum.

“Kamu tolong chat di grup Oasis ya suruh kumpul di markas, kalo Subin engga bisa yaudah engga apa-apa. Trus tolong kamu chat JB juga, bilangin dia kalo papa atau mama nanya, bilangin kalo aku nginep di apart dia”ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk patuh.

“Sekretaris pribadi aku nurut banget sih”ucap Seungwoo mengusak puncak kepala Byungchan gemas.

“Sekretaris doang nih aku?“ucap Byungchan menatap sinis Seungwoo dan Seungwoo tertawa melihat sikap kekasihnya tersebut.


“Gue kan udah sering bilang ke kalian, jangan pernah gunain kekerasan sama sekali. Kapanpun dan dimanapun ke siapapun”ucap Seungwoo ketika sudah berada di Markas Oasis.

Berbicara sedikit tentang Oasis. Jika ditanyakan bagaimana cara mereka bersatu, jawabannya tentu beragam. Sebut saja Sejun, orang yang bisa dikatakan telah mengenal Seungwoo lebih dahulu (karena mereka bertetangga) dan mempunyai hobby otomotif yang sama. Seungsik dan Heochan, bertemu dengan Seungwoo ketika mereka menghadiri sebuah pertandingan terbuka. Hanse yang bergabung karena diajak oleh Seungsik dan Byungchan yang bergabung karena ajakan Hanse. Sedangkan Subin, member terakhir mereka langsung direkrut oleh Seungwoo beberapa tahun lalu.

Markas Oasis adalah sebuah apartment hasil tabungan setiap member Oasis. Mereka dapat menggunakan markas tersebut untuk keperluan Oasis, mereka tidak boleh menggunakan markas tersebut untuk bercinta dengan orang lain, termaksud Seungwoo dan Byungchan.

“Bang, Seungyoun tuh kurang ajar sama cewek”ucap Hanse frustasi.

“Ceritain ke gue detailnya. Sik, lo diem aja. Oke?“ucap Seungwoo ketika melihat Seungsik ingin membuka suaranya.

Hanse menceritakan semuanya. Awal mulanya ketika Hanse mengadakan reuni beberapa temannya (Non-Oasis) di sebuah klub malam. Seperti klub pada umumnya, banyak orang mabuk dan orang saling menggoda. Hanse kebetulan malam itu pergi dengan beberapa teman wanita maupun prianya, salah satunya Yuna.

“Temen gue udah nolak dia ya bang. Udah dorong juga, tapi Seungyoun makin kurang ajar mau nyium Yuna”ucap Hanse menjelaskan.

“Terus?“tanya Seungwoo tenang.

“Terus gue tarik kerahnya, langsung gue tonjok. Sekali doang kok bang, beneran”ucap Hanse lagi.

“Terus kenapa lo sampe dipanggil polisi?“tanya Seungwoo bingung.

“Gue nonjok sekali, temen-temen gue yang lain kepancing trus nonjokin anak Red Devils yang kebetulan bareng Seungyoun”ucap Hanse mengakhiri.

“Kebetulan ada Jungkook, dia saksi. Makanya dia ikut kita ke kantor polisi”Hanse menambahkan.

“Kenapa lo engga ngabarin gue?“tanya Seungwoo datar dan Hanse terdiam.

“Iya gue tau, gue emang susah keluar kalo bokap lagi balik. Tapi setidaknya, tolong kasih tau gue kalo ada masalah begini”ucap Seungwoo pelan.

“Sorry bang”ucap Hanse pelan dan suasana hening beberapa saat.

“Yang, papah kamu nelfon....“ucap Byungchan mencicit dan Seungwoo seketika panik.

*(xposhie)**