One Hot Night

***

Setelah mengirimkan alamatnya, Samuel masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Samuel memutuskan untuk berendam sembari menenangkan fikirannya. Sam merasa, kepalanya sangat sakit dan seluruh tubuhnya juga sakit, entah kenapa, dia tidak mengingatnya.

“Junghwan bodoh!”racau Samuel.

Samuel hampir saja tertidur jika dirinya tidak mendengar bunyi bel apartmentnya di tekan beberapa kali. Senyum Samuel terkembang, mengetahui siapa yang berada di balik pintu apartmentnya. Samuel pun keluar dari bath-tub dan menggunakan jubah mandi yang di gantung tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Iya sebentar”

Samuel berjalan cepat menuju pintu apartmentnya. Beberapa titik air jatuh dari rambut dan badan Samuel karena dia belum benar-benar mengeringkan badannya. Samuel tersenyum melihat Seonho berdiri di depan pintu apartmentnya, Samuel pun melompat ke arah Seonho dan menghujani Seonho dengan kecupan ringan.

“Hey, little fox! Kita masuk dulu ya?”ucap Seonho dan Samuel mengangguk gemas.

Seonho menggendong Samuel dengan bibir mereka yang melumat satu sama lain. Sesekali desahan keluar dari mulut Samuel karena Seonho beberapa kali menggigit bibir bawahnya. Samuel juga sesekali tertawa, karena mereka yang sama-sama hampir kehabisan nafas tapi enggan melepaskan tautan bibir mereka satu sama lain.

“Kamarku nghh… sebelah… nghhh… sana”Samuel mengangkat kepalanya untuk memberikan akses kepada Seonho yang lidah dan bibirnya sedang begerilya di sepanjang lehernya hingga ke tulang selangkanya. Samuel sudah tidak memikirkan jika tanda kemerahan akan muncul esok pagi.

“Kau sangat merindukanku, huh?”Samuel akhirnya dapat bernafas sedikit lega ketika Seonho sudah menjatuhkan badannya ke atas Kasur. Membuat jubah mandinya sedikit terbuka dan mengekspos pahanya yang tidak terbalut apapun.

“Kau yang menggodaku Samuel Kim”ucap Seonho sambal mengecup seluruh wajah Samuel.

“Hahaha aku tidak menggodamu! Aku sedang mandi dan kau tiba-tiba datang, siapa yang salah disini?”Samuel menahan pergerakan kepala Seonho dengan menangkup wajahnya. Mereka berdua bertatapan dan tersenyum.

“Persetan dengan siapa yang salah, tapi aku benar-benar merindukanmu”ucap Seonho sebelum kembali melumat bibir Samuel yang mulai membengkak.

Tangan Samuel tidak tinggal diam, dia berusaha membuka satu persatu kancing kemeja yang digunakan oleh Seonho. Setelah berhasil membuka semua kancingnya, Samuel membuka paksa kemeja yang digunakan Seonho dan ia buang sembarangan. Demi mengimbangi kerja tangan Samuel, tangan Seonho mulai bergerilya di permukaan paha Samuel. Samuel tersenyum miring ketika tangan Seonho mulai mengarah ke pusat tubuhnya. Samuel pun dengan cepat membuka ikat pinggang serta celana yang masih dikenakan Seonho.

“Ah menyusahkan!!!”Samuel melepas ciuman mereka dan mengerucutkan bibirnya karena tidak berhasil membuka celana Seonho.

“Kau tidak sabar, huh?’Seonho pun bangun dan mencoba membuka celananya sendiri untuk melepaskan adik kecilnya di bawah sana.

Samuel yang terlampau excited pun bangun dan duduk di kasurnya, menunggu Seonho benar-benar menanggalkan satu-satunya kain yang masih menutup tubuhnya. Samuel tersenyum dan Seonho mengangguk mengijinkan. Samuel pun mendekatkan bibirnya ke pusat tubuh Seonho yang sudah tidak tertutup apapun itu.

“Hhhh… kau pandai sekali…. Hhh”ucap Seonho sambal sesekali menjambak rambut Samuel. Sesekali Samuel tersedak karena dirinya tidak sabaran dan memasukan seluruhnya ke dalam mulutnya hingga menusuk kerongkongannya.

“Berhenti…… disini”Seonho menghentikan kegiatan Samuel sebelum menjatuhkan Samuel dan mengkungkung Samuel di bawahnya.

Seonho membuka ikatan jubah mandi Samuel tetapi tidak membuka jubah mandi tersebut seutuhnya. Seonho kembali melumat bibir merah Samuel dan Samuel melingkarkan tangannya ke leher Seonho sambil sesekali menjambak kecil rambut Seonho karena dibawah sana, Seonho sedang mengerjainnya habis-habisan.

“masukan… cepat…”Samuel mengerang ketika akhirnya Seonho mengikuti keinginannya. Samuel melingkarkan kakinya untuk membantu pergerakan Seonho dibawah sana.

“Aku mencintaimu…”ucap Samuel.

“Aku juga….”ucap Seonho sebelum menambah kecepatannya untuk mencapai kenikmatan mereka bersama malam itu.