Pahlawan.
•••
Sihoon dan Hangyul berjalan memasuki lobby kantor dengan santai. Tetapi langkah mereka terhenti karena melihat keributan tepat di depan meja receptionist.
“Pak, saya bilang kan Pak Sihoon ada meeting. Bapak kalo mau ketemu Pak Sihoon bisa buat janji dulu”
“Boss kamu itu niat engga sih kerjanya? Setiap saya kesini selalu engga”
“Boss saya ada kok pak. Tapi siang ini sudah ada meeting yang terjadwal, bapak engga bisa asal ketemu Pak Sihoon”
Seongjun dan seseorang lelaki yang membelakangi Sihoon itu terlihat sedang beradu argumen. Sihoon pun menghampiri mereka dan meninggalkan Hangyul di belakang.
“Pak Seonho?”
Orang yang membelakangi Sihoon itu pun berbalik. Park Seonho atau Son Park, rival Sihoon di dunia bisnis. Seseorang yang beberapa hari lalu berhasil merebut tender besar dari Sihoon.
“Nah ini boss kamu ada kan? Kenapa kamu tadi bilang dia meeting?“Seongjun menggeleng frustasi mendengar ucapan Seonho barusan.
“Apa kabar? Lama tidak berjumpa. Sepertinya anda baik-baik saja walaupun saya berhasil merebut tender Xgroup”
Sihoon mengeluarkan smirk andalannya ketika mendengar bualan Seonho. Sihoon menghela nafas panjang sebelum berkata, “Anda hanya berhasil memenangkan 1 tender dari 25 tender. Jangan terlalu tinggi hati”
Seonho menggertakan giginya. Kalimat panjang yang dikeluarkan Sihoon, berhasil membuat Seonho terdiam. Seonho yang emosi pun berbalik dan berencana keluar dari kantor Sihoon sambil menelfon seseorang.
“Seonho is Calling Sam♡”
Langkah Seonho terhenti bersamaan dengan bunyi ponsel yang di genggam Sihoon. Katakanlah Sihoon bodoh, tapi Sihoon siang itu membawa serta ponsel Samuel bersamanya.
Sihoon yang awalnya berencana berjalan ke arah lift pun menghentikan langkahnya ketika ponsel dalam genggamannya berbunyi. Seongjun terlihat panik dan Hangyul masih terdiam di tempat.
Park Seonho mematikan panggilannya. Dia berbalik dan kembali mendekati Sihoon yang mematung. Seonho kembali memanggil nomer yang sama, nomer ponsel Samuel. Lagi, ponsel dalam genggaman Sihoon berbunyi.
Seonho pun berjalan cepat mendekati Sihoon dan merebut ponsel dalam genggaman Sihoon tersebut.
“Seonho♡” adalah display name yang tertera di ponsel yang sedang berdering tersebut. Seonho menatap Sihoon penuh selidik. Merasakan keanehan yang sedang terjadi di depannya.
“Samuel? Sihoon?“Seonho berjalan ke depan Sihoon dan mereka berdua saling adu tatap.
“Hah! Kemarin aku kira aku salah orang ketika bertemu Samuel di Pub. Ternyata kalian orang yang sama?”
“Samuel Kim sang model dan Kim Sihoon sang CEO. Satu orang yang berusaha menjadi dua orang yang berbeda”
Kicauan terus di ucapkan Seonho, membuat orang-orang berkumpul di lobby. Sihoon masih mematung, begitu juga dengan Seongjun yang menunduk lesu.
“Pak, maaf! Kayanya ponsel bapak tertukar”
Seonho menoleh ketika ponsel dalam genggamannya diambil. Ponsel milik Samuel diambil alih oleh Hangyul.
“Ini pasti punya orang yang tadi engga sengaja tabrakan sama bapak di restoran dan ponselnya jatuh trus tertukar”
Hangyul dengan tenang menggunakan ponsel Samuel untuk menelfon dan berpura-pura bahwa orang di sebrang sana menjawab ponselnya.
“Pak, kata orangnya bisa ketemuan di restoran tadi. Saya aja ya pak yang ngembaliin, soalnya kan bapak ada meeting habis ini”Hangyul tersenyum cerah sebelum berbalik meninggalkan lobby.
Seongjun dan Sihoon masih terdiam melihat akting Hangyul barusan. Disisi lain, Park Seonho merasa marah karena merasa bodoh atas kelakuannya barusan.