Pantofel Vol. 02


“Emang manusia tuh engga boleh asal ngomong! Kemaren ngatain aku jalan-jalan pake pantofel trus sekaranh? hahahaha pemoteran pake pantofel”ucap Sejin tertawa.

Sore itu, Sejin menemani Seungyoun melakukan pemoteran untuk produk baru. Beberapa kali Sejij harus menahan tawa, terlebih lagi ketika stylist menyebutkan bahwa Seungyoun harus menggunakan pantofel pada set selanjutnya.

“Diem deh kamu, Jin”ucap Seungyoun mencibirkan bibirnya.

“Haha jangan ngambek! Kamu tetep ganteng kok, ganteng banget malah”ucap Sejin mencium singkat pipi Seungyoun.

(ps: saat itu seungyoun dan sejin sedang berada di ruang make up dan tidak ada orang lain selain mereka berdua)

“Yaudah sana lanjutin! Habis ini kita makan ya? Aku laper banget”ucap Sejin dan Seungyoun mengangguk setuju.


“Habis makan mau kemana? Pulang?“tanya Seungyoun.

“Main yuk? Males pulang”ucap Sejin terkekeh.

Pukul 23.15 waktu setempat, Sejin dan Seungyoun sudah berada di sebuah kelab malam dekat restoran tempat mereka menyantap makan malam mereka tadi.

“Pulang yuk?“Seungyoun mengajak Sejin tetapi Sejin menggeleng. Sejin sudah setengah sadar, wajahnya sudah mulai memerah.

“Yaudah yuk naik aja”ucap Seungyoun menarik pelan kekasihnya dan merangkulnya.

Seungyoun memilih untuk memesan sebuah kamar tepat diatas kelab malam tersebut. Sejin sudah setengah sadar dan dirinya tidak mau mengambil resiko jika harus membawa kekasihnya pulang ke apartment mereka.

“Youn....”

Sejin dan kebiasaannya. Jika sudah terpengaruh alkohol, sekujur tubuh Sejin menjadi panas. Bahkan sekarang Sejin sudah mulai mendaratkan kecupan ringan di leher terbuka Seungyoun.

“Jin . . . jangan disini”ucap Seungyoun berusaha menarik tubuh Sejin agar menjauh.

“Mau . . . Youn . . .“ucap Sejin merengek.

Demi Dewa Neptunus, Seungyoun sangat lemah mendengar Sejin merajuk seperti tadi. Terlebih lagi, Sejin menghentakan kakinya ke lantai dan membuat bunyi toktoktok yang sangat nyaring.

Seungyoun menggeleng, lalu menarik Sejin mendekat dan merapihkan rambut Sejin yang mulai tidak tertata lagi. Pandangan Sejin teralihkan ketika ujung sepatu pantofelnya tidak sengaja menyentuh ujung sepatu pantofel milik Seungyoun.

“Kamu kenapa engga ganti sepatu?“tanya Sejin bingung.

“Lupa. Kasian kamu tadi kelaperan”ucap Seungyoun samhil tetap menahan badan Sejin agar tidak limbung.

Pintu lift pun terbuka dan entah mengapa Sejin berlari kecil keluar dari lift, membuat bunyi toktoktok dari sepatunya. Seungyoun kembali tersenyum. Kebiasaan Sejin lainnya, bertindak terlalu menggemaskan ketika setengah sadar.

Sejin memanggil Seungyoun dari kejauhan. Jika sepatu Sejin berbunyi toktoktok secara cepat, berbeda dengan Seungyoun yang bunyi sepatunya tok tok tok, persis seperti bunyi sepatu pengawas saat sedang ujian.

Seungyoun berhenti melangkah ketika tiba-tiba Sejin berjongkok dilantai, memandangi sepatu Seungyoun dari jauh dan tersenyum setelahnya.

“Ayok jalan lagi, Youn . . .“ucap Sejin gemas.

“Aku suka bunyi sepatu kamu hehe”ucap Sejin lagi sambil masih memandangi sepatu pantofel milik Seungyoun. Seungyoun pun mengikuti kemauan Sejin.

Lantai tempat mereka berada saat ini sangat sepi, sehingga bunyi sepatu Seungyoun benar-benar mengisi seluruh lantai tersebut.

“Youn . . . Cepat!!!!“Kebiasaan Sejin selanjutnya, mood Sejin akan berubah cepat ketika sedang setengah sadar. Sejin berdiri dan menunggu Seungyoun yang menghampirinya dengan langkah yang dibuat lebar-lebar. Sejin pun membuka lebar kedua tangannya untuk menyambut Seungyoun.

“Sayang Seungyoun . . .“ucap Sejin yang membuat Seungyoun tersenyum.

Seungyoun pun membawa Sejin ke dalam dekapannya dan menyambar bibir tipis milik Sejin. Seungyoun sudah tidak dapat menahan hasratnya melihat semua tingkah Sejin sejak masih di kelab malam tadi.

“Gendong . . .“ucap Sejin dan Seungyoun pun mengangkat tubuh Sejin lalu membawanya masuk ke dalam kamar.

Bunyi sepatu Seungyoun sungguh masih mendominasi bahkan ketika mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Seungyoun merebahkan diri Sejin diatas kasur sebelum memutus tautan bibir keduanya.

Sejin menggeleng ketika Seungyoun berusaha melepas sepatu pantofel miliknya dan milik Sejin, “pake aja”ucap Sejin sambil menarik tengkuk Seungyoun dan kembali melumat bibir milik Seungyoun tersebut.

Volume 03

(xposhie)