Pantofel Vol. 03
Klik disini jika kalian lupa kejadian sebelumnya.
Seungyoun membawa masuk kekasihnya ke dalam kamar yang sebelumnya sudah mereka pesan. Sejin sesekali tertawa dalam ciumannya, karena mendengar sepatu Seungyoun yang terus berbunyi ketika Seungyoun berjalan. Seungyoun meletakan tubuh Sejin untuk duduk di sofa kecil yang terletak di kamar tersebut.
“Sepatunya buka aja ya? Berisik. . .“ucap Seungyoun memohon tetapi Sejin menggeleng.
“Yang dibuka tuh ini aja. . .“ucap Sejin yang mulai membawa jari jemarinya menelusuri perut hingga ke bagian ikat pinggang yang digunakan Seungyoun. Seungyoun menahan nafasnya ketika melihat pergerakan lambat kekasihnya itu.
“Sepatu kamu tuh engga ganggu, jadi engga usah dibuka. . . Ini yang harusnya dibuka. . .“ucap Sejin menggoda sambil membuka ikat pinggang serta kancing celana yang masih terkait satu sama lain. Gerakan Sejin lambat, bahkan sangat lambat. Gerakannya seperti menggoda Seungyoun.
Seungyoun mencoba membantu Sejin untuk membuka celananya yang dirasa semakin ketat, tetapi pergerakan Seungyoun di hentikan oleh Sejin. Bibir Sejin mengerucut, karena tidak suka jika pekerjaannya diganggu oleh Seungyoun.
“Aku aja. . . Kamu diem!“ucap Sejin dengan wajah yang sudah semakin memerah
Seungyoun benar-benar harus menahan nafasnya dan gejolak di tubuhnya selama lima belas menit. Karena menit keenam belas, celana Seungyoun sudah tanggal seluruhnya dan memperlihatkan kebanggaannya yang mencuat persis di hadapan Sejin yang terduduk di sofa. Sejin tersenyum kecil yang benar-benar menggemaskan dimata Seungyoun.
Sejin melirik ke arah Seungyoun sebelum memasukan benda lunak tersebut ke dalam mulutnya. Seungyoun bergerak tidak nyaman yang menyebabkan lagi-lagi sepatunya berbunyi nyaring, Sejin kembali tertawa yang membuat Seungyoun semakin merasa gila.
“Jin.... Aghhh... Jangan ketawa...“ucap Seungyoun menarik pelan rambut kekasihnya. Sejin pun melanjutkan pekerjaannya, memberikan servis untuk Seungyoun hingga Seungyoun mengeluarkan cairannya di mulut Sejin.
“Buang?“ucap Seungyoun memberikan selembar tisu kepada Sejin. Sejin pun melakukan perintah Seungyoun.
Seungyoun kemudia membuka bajunya dan membantu Sejin meucuti satu persatu pakaian yang masih melekat di badannya. Seungyoun merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Sejin yang terduduk di sofa, berniat membuak sepatu yang masih digunakan Sejin. Entah mengapa, Sejin tidak menolak sehingga Seungyoun dapat membuka sepatu milik Sejin tersebut.
Seungyoun kemudian membuka sepatu pantofel yang ia gunakan sebelum ia menggendong Sejin dan membawanya ke kasur. Sejin merangkak naik ke kasur tanpa pakaian yang menutup tubuhnya. Seungyoun tersenyum gemas melihat tingkah kekasihnya tersebut. Tetapi senyum Seungyoun harus hilang ketika Sejin menarik selimut dan menyelimuti dirinya sendiri.
“Sayang....?“ucap Seungyoun pelan.
“Sstttt... Diem! Aku mau tidur, ngantuk”ucap Sejin sebelum memejamkan matanya. Seungyoun menatap Sejin tidak percaya.
*“Lah anjir untuk gue udah keluar tadi”batin Seungyoun sebelum menyusul Sejin masuk ke dalam selimut.
xposhie