Penjelasan Yuvin.
Setelah selesai mengambil barang, Yuvin dan Yohan memutuskan menikmati bakso langganan mereka. Yohan memperhatikan Yuvin beberapa kali tersenyum saat membals chat yang masuk ke handphonennya, hingga tanpa sengaja Yohan melihat adanya tanda hati yang dalam jendela chat yang tidak sengaja terbuka tersebut.
“Gue ke toilet bentar ya! Mules tiba-tiba”ucap Yuvin dan Yohan mengangguk.
Yohan memijat pelipisnya sambil sesekali menghela nafas panjang. Yohan pun memutuskan untuk meninggalkan Yuvin, setidaknya ia harus menenangkan dirinya. Yoha tidak mau bertindak berlebihan, mengingat dirinya dan Yuvin tidak terjalin ikatan apapun.
“Bang, ini bakso dua ya sama teh botol”ucap Yohan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar makanannya.
“Kalo temen saya balik, bilang saya udah pergi ya bang. Makasih!“ucap Yohan lagi sebelum meninggalkan kedai bakso tersebut.
“Gue di depan”Yohan menghela nafas berat ketika sebuah notifikasi menampilan sebuah chat dari orang yang sore itu sangat ia hindari.
“Anjirlah ngapain sih”gerutu Yohan.
“Kaaaa, ada temennya!!“ucap adik Yohan dari lantai satu rumahnya.
“Suruh pulang ajaaa”teriak Yohan.
“Udah aku suruh masuk, soalnya bawa martabak buat aku”ucap adik Yohan lagi.
“Yaelah disogok pake martabak gampang banget sih”ucap Yohan menendang-nendang kakinya ke langit.
Yohan pun memutuskan untuk turun menemui Yuvin, tetapi sebelumnya ia melihat penampilannya di kaca yang terletak di kamarnya.
“Lah anjir, ngapain gue ngaca dah?“ucap Yohan bingung.
Yohan menghentakan kakinya selama menuruni anak tangga menuju ruang keluarga rumahnya.
“Engga sakit tuh kaki digituin?“ucap Yuvin yang sedang duduk dengan santai.
“Berasa rumah sendiri pak, santai amat duduknya”tanya Yohan malas.
“Ya kalo nanti lo ngajak gue tinggal disini sih, berarti ini jadi rumah gue juga kan?“tanya Yuvin meledek.
“Apaan sumpah gue engga ngerti”ucap Yohan malas.
“Mau ngapain?“tanya Yohan tanpa mendudukan dirinya di sofa.
“Engga mau duduk dulu? Kan rumah sendiri”ucap Yuvin tersenyum.
“Berisik, buruan elah!!“ucap Yohan kesal.
“Kukun bukan siapa-siapa gue”ucap Yuvin tiba-tiba.
“Hah? Apaan? Kukun? Siapa? Emang gue nanya apaan?“tanya Yohan pura-pura bingung.
“Lo liat reply bang seungwoo sama bang seungyoun kan? Trus denger omongan bang mingyu juga? Apa jangan-jangan liat chat gue sama kukun juga?“tanya Yuvin membombardir Yohan.
“Apaan sih, sok tau banget”ucap Yohan yang akhirnya duduk di sebelah Yuvin.
“Gue gatau siapa itu siapa yang ngajakin lo sparring engga kenal kok, bukan urusan gue juga”ucap Yohan enteng.
“Kok tau kukun ngajakin gue sparring? Gue padahal cuma bilang chat gue sama kukun trus replyan bang seungyoun sama bang seungwoo, engga nyebutin sparring sama sekali”ucap Yuvin gemas.
“Ya... itu... tadi lo bilang kok!“ucap Yohan merengek.
“Hahaha gue ketemu kukun pas nonton bareng, emang sempet deket tapi yaudah gitu aja”ucap Yuvin menjelaskan.
“Gitu aja gimana?“tanya Yohan penasaran.
“Nah kan penasaran jugaaaa”Yuvin tertawa.
“Balik sana lo ka! Ganggu sumpah, besok gue latihan. Gue mau tidur!!!“ucap Yohan mendorong pelan badan Yuvin.
Yuvin menarik tangan Yohan sehingga wajah Yuvin dan Yohan hanya berjarak beberapa senti. Yohan beberapa kali mengedipkan matanya dan berusaha agar tidak menatap Yuvin. Yuvin tersenyum, lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Yohan. Yuvin menarik tangan Yohan dan menggenggam tangan Yohan.
“Haaaaah gue seneng deh”ucap Yuvin sambil mengusap punggung tangan Yohan dengan ibu jarinya.
“Seneng kenapa?“ucap Yohan yang masih membeku disebelah Yuvin.
“Seneng, ternyata lo perhatian sama gue. Cemburu kalo gue deket sama yang lain”YUvin tersenyum dan menoleh ke arah Yohan.
“Siapa yang cemburu sih?“tanya Yohan panik.
“Yaudah iya engga cemburu kok, cuma engga suka aja gue deket sama yang lain, gitu kan?“tanya Yuvin lagi.
“Ya terserah lo mau deket sama siapa, kan kita engga ada hubungan apa-apa kaaaa”ucap Yohan yang mulai melunak.
“Jadian yuk?“tanya Yuvin tiba-tiba.
“Biar lo bisa bebas cemburu sama gue, biar lo bisa bilang dengan leluasa kalo lo engga suka gue deket sama orang lain, biar lo—–“ucapan Yuvin terputus ketika dengan secepat kilat Yohan mendaratkan kecupan yang teramat singkat di pipi Yuvin.
“Anj—–”
“Balik sana! Besok aku latihan, jemput jam 10”ucap Yohan berdiri dan berusaha melepas genggaman tangannya.
“Aku?“tanya Yuvin.
“Buruaaan, nanti kamu pulangnya kemaleman trus masuk angin lagi”ucap Yohan menarik tangan Yuvin, menyuruhnya berdiri.
“Hehehehe”Yuvin tertawa dan berdiri karena tarikan tangan Yohan.
“Udah engga usah ketawa mulu, pulangggg”ucap Yohan mendorong pelan tubuh Yuvin.
“Sebelah doang, engga balance”Yuvin menunjuk pipinya.
“Pulaaangggg”ucap Yohan malu sambil mendorong pipi Yuvin menjauh.
“Hahaha yaudah sana tidur, besok aku jemput”ucap Yuvin sambil mengusak rambut Yohan gemas.
(xposhie)