Perampok.


Sejin menghela nafas berat. Shift malam adalah hal yang sangat ia benci. Pertama adalah karena ia mengantuk, Kedua adalah karena suasana sepi. Sejin sengaja memutarkan lagu dari ponsel pintarnya. Dia juga sesekali bersenandung, ketika menyusun produk yang kosong dengan stock yang tersedia.

Sejin melihat jam yang terpasang diatas meja kasir dan menunjukan pukul 10:45 malam. Toko tempat Sejin bekerja baru akan tutup tepat pada tengah malam atau sekitar 1 jam 15 menit lagi. Sejin menghembuskan nafasnya berat karena ia merasa waktu berputar lambat.

“Sebenernya kan engga ada yang beli nih kalo malem, kenapa si boss kekeuh banget sih buka toko 24jam begini?“ucap Sejin bermonolog seorang diri.

Sejin sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk menyusun produk di rak yang tersedia dan dia kembali ke meja kair untuk melakukan tutup buku di malam itu. Setidaknya Sejin masih punya beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengusir rasa kantuknya.

Lima belas menit sudah Sejin sibuk menghitung pembukuan yang sejujurnya membuat ia pusing tujuh keliling ketika ia melihat sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan tokonya bekerja. Sejin memasukan uang yang ia pegang ke dalam laci kasar dan memasang wajah ramah kepada calon pembelinya.

Sejin sesekali melirik keluar, memastikan apakah pengemudi mobil sedan tersebut benar-benar calon konsumennya atau hanya orang yang menumpang parkir di depan tokonya. Sejin pun mengalihkan pandangannya ketika ia sudah memastikan jika pengemudi mobil tersebut bukanlah calon konsumennya.

“Yaelah numpang parkir, untung engga ada boss. Kalo ada—–“ucapan Sejin terpotong karena seseorang dengan baju serba hitam memasuki tokonya.

Orang tersebut mendekat kearah Sejin dengan sebuah pistol ditangan kanannya. Sejin menatap orang tersebut tanpa rasa takut sekalipun. Orang asing dihadapnnya menunjuk laci dimana Sejin meletakan uang hasil toko hari itu. Sejin menggeleng, enggan mematuhi suruhan pria tersebut.

Orang tersebut semakin mendekatkan dirinya ke meja kasir dan menarik kerah kemeja Sejin dengan pistol yang tepat mengarah ke perut Sejin. Tatapan emosi orang asing yang ternyata seorang perampok itu sama sekali tidak membuat Sejin takut. Sejin tersenyum miring sebelum tangan kanannya menarik tengkuk perampok tersebut.

Perampok tersebut terkejut dengan sikap tiba-tiba Sejin. Awalnya ia menahan pergerakan Sejin yang menarik tengkuknya, tetapi lama-kelamaan perampok tersebut menyerah dan membuat wajah Sejin semakin mendekati wajahnya. Tanpa rasa takut sekalipun, Sejin melumat bibir perampok yang awalnya ingin merampok tokonya.

Sejin melumat dengan kasar bibir lelaki dihadapannya. Lelaki dihadapan Sejin yang awalnya menolak perlakuan Sejin itupun akhirnya menikmati semua perlakuan Sejin kepadanya. Sejin bahkan membuka mulutnya, memberikan akses kepada perampok tersebut untuk mengeksplor bibirnya. Sejin mulai menarik pelan rambut lelaki di hadapannya karena nikmat yang sedang ia rasakan.

Lumatan lelaki dewasa di toko tersebut harus berakhir ketika jam yang berada di toko tersebut berbunyi. Sejin melepas pangutannya, menyisakan jembatan halus diantara bibirnya dan bibir pria di hadapannya. Mereka berdua beradu tatap sebelum akhirnya Sejin membuka suara.

“You're a good kisser”ucap Sejin dengan senyum miring tercetak jelas di bibirnya.

“Jam kerjaku sudah habis, jika kamu ingin tau”ucap Sejin tenang sambil berjalan kearah pintu toko dan mengunci pintu toko tersebut. Dirinya juga menarik rolling door toko tersebut sebelum berbalik dan melihat perampok yang berdiri di hadapannya sedang menatapnya dengan tatapan lapar.

“Ada kamar dibelakang jika....“Ucapan Sejin kembali terpotong ketika lelaki di hadannya menarik Sejin dan menggendongnya. Sejin melingkarkan kakinya di pinggang lelaki tersebut sebelum kembali melumat bibir lawan mainnya.

“Hghhh.... Lampu.... Saklar”ucap Sejin terbata ketika sang perampok sedang menjelajahi lehernya.

Perampok tersebut menekan saklar yang berada di dekat dirinya untuk mematikan lampu toko dan membawa Sejin ke sebuah kamar yang memang terletak di belakang toko tersebut. Perampok tersebut memang A Good Kisser karena Sejin sudah porak poranda di gendongan lelaki tersebut.

“Siapa namamu?“ucap Sejin tepat ketika dirinya sudah berada diatas kasur tipis miliknya.

“Seungyoun... Namaku Seungyoun dan aku akan membuat kamu meneriaki namaku malam ini”ucap perampok bernama Seungyoun tersebut sebelum kembali melumat bibir Sejin yang sudah semakin bengkak.

Kedua lelaki dewasa tersebut tidak membuang banyak waktu, karena mereka berdua menginginkan satu sama lain. Seungyoun membantu Sejin membuka pakaiannya dan begitu juga sebaliknya.

“Laci paling atas...“ucap Sejin ketika Seungyoun sudah mempersiapkan dirinya di depan lubang kemerahan milik Sejin.

“Ck!“Seungyoun berdecak sebal yang membuat Sejin tertawa.

“Safety first, sir”ucap Sejin terkekeh. Seungyoun pun kembali dengan sebuah pelumas serta sebungkus kondom yang selalu berada di dalam laci Sejin.

“Aku mengambil stock di toko dan belum pernah menggunakannya, itu jika kau ingin tau”ucap Sejin ketika melihat Seungyoun sedang memakai kondom di kejantannya dan melumurinya dengan pelicin tersebut.

“Aku benar-benar tidak akan bermain lembut malam ini”ucap Seungyoun mengecup perut hingga menuju bibir Sejin. Sejin tersenyum dan mengangguk mengerti.

“Ah! Shit.... Kamu benar-benar sempit sialan”ucap Seungyoun mengerang frustasi ketika dirinya sedang berusaha memasukan miliknya ke dalam anal Sejin.

“Ahhhh.... Kamu yang terlalu besar aku rasa, atau itu ukuran standard? Aw!!!“Sejin mengaduh karena pergerakan Seungyoun tiba-tiba.

“Carilah laki-laki lain diluar sana yang lebih hebat dariku dan kamu bisa menilainya sendiri”ucap Seungyoun.

“Agrhhh... Youn... Bergeraklah cepat....“ucap Sejin tidak sabaran dan Seungyoun mengikuti kemauan Sejin. Seungyoun menggerakan pinggulnya cepat dan tepat ke titik kenikmatan Sejin.

“Jangan kau sempitkan lubangmu!! Ahhh Sejin.... Kau benar-benar nikmat sialan”ucap Seungyoun terus mengerang.

“Hhhh... Seungyoun.... Aku mau keluar... Nghhh...“ucap Sejin memeluk erat tubuh Seungyoun yang berada diatasnya. Tidak lama setelah itu, Sejin benar-benar memuntahkan cairannya di perutnya dan perut Seungyoun.

Setelah Sejin mencapai klimaksnya, anal Sejin semakin mengetat dan membuat Seungyoun semakin menikmati pergerakannya. Sejin yang sudah terkulai hanya dapat pasrah menerima tumbukan yang diberikan Seungyoun tepat ke titik kenikmatannya.

Beberapa tumbukan terakhir hingga akhirnya Seungyoun mencapai kenikmatannya. Seungyoun yang lelah ambruk diatas Sejin dan membuat Sejin tertawa.

“Jadi masih mau ngerampok apa engga?“ucapan Sejin membuat Seungyoun mengangkat kepalanya dan meletakannya kepala diatas dada Sejin.

“Nghhh... Lama-lama kamu berat Youn...“ucap Sejin merintih dan Seungyoun tertawa.

Seungyoun pun membalikan tubuhnya sehingga Sejin sekarang berada diatasnya. Pegerakan tiba-tiba Seungyoun sempat membuat Sejin mendesah karena batang kebanggan Seungyoun masih betah berada di dalam anal Sejin.

“Aku masih mau ngerampok nih, boleh?“ucap Seungyoun dan Sejin terkejut.

“Ngerampok hati kamu...“ucap Seungyoun tepat di telinga Sejin.

“Oh My God! Kamu selalu Good kisser ternyata Cringe as f*** ya?“ucap Sejin terkekeh.

“Jadi gimana? Boleh engga?“tanya Seungyoun.

“Ada gitu orang ngerampok izin dulu?“Sejin tertawa.

“Iya soalnya kalo kamu izinin, aku mau minta hadiah sekali lagi”ucap Seungyoun genit.

“Hm.... Hadiahnya engga usah dibungkus gimana?“tanya Sejin dan Seungyoun tersenyum lebar.

“Laksanakan, sir!“ucap Seungyoun sebelum mengangkat tubuh Sejin dan duduk diatas kabur. Sejin membantu Seungyoun membuka karet pelapis kejantanan Seungyoun dan melumurinya dengan pelumas sebelum Sejin mendudukan dirinya tepat diatas kejantanan Seungyoun tersebut.

Desahan dan erangan serta bunyi decit kasur Sejin memenuhi kamar tersebut. Seungyoun memang tidak mendapatkan uang hasil rampokan, tapi Seungyoun berhasil mendapatkan Sejin malam itu karena sejak malam itu Sejin resmi menjadi miliknya.

(xposhie)