Perjalanan panjang.


“Ayok ka!“Byungchan berlari kecil menuju ke Namsan tower yang sudah berada di hadapannya.

“Chan.... beneran? Jalan kaki?“tanya Seungwoo bingung dan Byungchan mengangguk.

“Sore kok adem iniii”ucap Byungchan menarik tangan Seungwoo.

Seungwoo pun terdiam karena pergerakan Byungchan yang tiba-tiba.

“Iya oke, tapi ada syaratnya!“ucap Seungwoo.

“Syarat apaan sih kaaa?“ucap Byungchan bingung.

“Gandengan sepanjang jalan”ucap Seungwoo tenang dan Byungchan pun menatap Seungwoo kaget.

“Yaudah kalo engga mau, kita engga jalan kaki”ucap Seungwoo lagi.

“Yampun kayak anak kecil suka ngambek! Yaudah ayokkk”ucap Byungchan mengulurkan tangan kirinya untuk di genggam Seungwoo.

Seungwoo pun menerima uluran tangan Byungchan dan menggenggamnya.

10 minutes later.

“Kaaaaa, capek”ucap Byungchan pelan dan Seungwoo menoleh.

“Kamu yang paling semangat jalan kaki, tapi belum ada setengah jalan kok capek?“ucap Seungwoo dan Chan hanya tersenyum.

“Yaudah sini aku gendong”ucap Seungwoo yang lalu memposisikan dirinya berjongkok di belakang Byungchan.

“Engga usah, kita istirahat aja tiga menit baru deh lanjut jalan”ucap Byungchan malu.

“Waktu adalah uang chan. Tiga menit itu lumayan bisa 200 meter kita jalan”ucap Seungwoo sok tau.

“Udah ayok buruan!!“ucap Seungwoo kembali memposisikan dirinya di depan Byungchan dan Byungchan pun naik ke punggung Seungwoo.

“Woaaahhh!!!“Byungchan segera berlari ketika turun dari gendongan Seungwoo.

Seungwoo pun hanya bisa tersenyum melihat Byungchan yang heboh berjalan cepat kesana kemari.

“Ka, kita beli gembok yuk! Yang ditulis kayak orang-orang”ucap Byungchan excited.

“Tapi itu bukannya buat orang pacaran ya Chan?“tanya Seungwoo penasaran yang membuat wajah Byungchan memerah.

“Ah yaudah kalo ka seungwoo engga mau, aku beli sendiri aja”ucap Byungchan yang melangkahkan kakinya masuk ke sebuah kedai kecil yang menjual berbagai macam gembok.

“Chan....“ucap Seungwoo pelan tapi tidak di dengarkan Byungchan.

“Byungchan....“Seungwoo pun mengejar Byungchan dan menarik tangan Byungchan.

“Duduk dulu yuk?“ucap Seungwoo yang melihat raut wajah Byungchan sudah tidak segembira tadi.

Byungchan menghentakan kakinya dan berjalan ke arah sebuah kursi sedangkan Seungwoo berjalan di belakangnya.

“Mau jajan dulu engga?“tanya Seungwoo dan Byungchan menggeleng.

“Beneran?“tanya Seungwoo lagi dan Byungchan mengangguk.

“Oh yaudah, aku jajan dulu ya?“ucap Seungwoo yang lalu meninggalkan Byungchan.

“Ih engga peka!“ucap Byungchan malas.


Seungwoo dengan lahap menyantap odeng dengan kuah yang mengepul itu. Karena demi apapun, Seungwoo lelah setelah menggendong Byungchan dan Seungwoo juga lapar karena tenaganya terkuras habis.

“Mau engga?“ucap Seungwoo menunjuk dua tusuk odeng di hadapannya dan Byungchan menggeleng.

“Beneran?“tanya Seungwoo lagi dan Byungchan mengangguk.

“Yaudah”ucap Seungwoo sambil menyantap tteokbokki di hadapannya.

“Aku ke toilet dulu”ucap Seungwoo pelan yang diacuhkan Byungchan.

(xposhie)