Pertemuan.
Samuel melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah cafe yang dapat dikatakan mewah tersebut. Kedatangannya langsung disambut seorang pelayan berpakaian rapih.
“Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?“ucap pelayan tersebut.
“Reservasi untuk dua orang atas nama Son Park”ucap Samuel sopan dan Samuel pun di pandu menuju mejanya.
Disana, Park Seonho sudah menunggi Samuel. Berpakaian dengan setelah jas putih, Park Seonho terlihat gagah walaupun minim cahaya.
“Seonho...“Samuel menerima jabatan dari Seonho, “Samuel atau kau bisa memanggilku Sam”ucap Samuel lembut.
Seonho tidak lupa menarik kursi untuk Samuel, menunjukan mannernya yang tidak main-main. Samuel pun merasa tersanjung karena perlakuan Seonho tersebut, persis seperti perlakuan Junghwan kepadanya saat pendekatan dahulu.
Perbincangan ringan meliputi makan malam tersebut. Tawa renyah Samuel terdengar di sela-sela candaan yang di lontarkan Seonho.
“Omong-omong, aku mengajakmu makan malam seperti ini tidak masalahkan? Tidak akan ada yang marah?“tanya Seonho
“Sejujurnya ada, baru saja ia memarahiku lewat direct message instagram karena aku makan dengamu”kekeh Samuel.
“Oh iya? Sampaikan maafku untuk kekasihmu”ucap Seonho dan Samuel menggeleng.
“Bukan kekasihku, dia manajernya. Perlu digaris bawahi, aku sedang tidak punya kekasih”ucap Samuel tersenyum menggoda.
“Ah syukurlah, aku kira aku akan mendapatkan masalah dengan kekasihmu”Park Seonho tertawa.
“Jadi, ingin melanjutkannya di apartmentku?“tanya Seonho dan Samuel tersenyum.