Puzzle.


Byungchan mengentukan kakinya ke aspla, menunggu Seungwoo kembali dari toilet. Sesekali Byungchan melirik ke satu tusuk odeng dan tteokbokki yang tergelatak tak berdaya di meja dihadapan Byungchan.

“Laper....“ucap Byungcan pelan.

“Permisi...“Byungchan menoleh dan mendapati seseorang di hadapannya. Penduduk lokal. Byungchan tersenyum dan tanpa ia duga, seseorang di hadapannya memberikan sebuah potongan puzzle.

Byungchan belum sempat bertanya, tetapi orang tersebut sudah pergi. Ketika fikiran Byungchan masih melayang pada kejadian yang baru saja di alami, tiba-tiba ada beberapa anak sekolah menghampiri Byungchan dan lagi, memberikan sebuah potongan Puzzle untuk Byungchan.

“Dari siapa?“tanya Byungchan.

“Kami tidak boleh memberitahu”ucap mereka serempak.

“Aku tidak mau menerimanya jika kalian tidak memberitahuku”ucap Byungchan.

“Terimalah. Karena orang itu baik dan tidak menyakiti, tolong ya?“anak sekolah yang berdiri dihadapan Byungchan memohon dan Byungchan pun luluh.

Potongan puzzle demi puzzle datang dari orang yang berbeda, bahkan dari kategori umur serta kewarganegaraan yang beda.

“Permisi! Mohon untuk baca surat ini”Byungchan semakin bingung ketika seseorang memberinya sebuah kerta serta pulpen.

Byungchan membuka lipatan kertas tersebut yang ternyata adalah sebuah surat yang rapih ditulis seseorang. Byungchan pun tersenyum membaca kalimat pertama.

*Hai, Byungchan! Kalo kamu buka surat ini, kamu boleh kok makan tteokbokki atau odeng di depan kamu hehe

Byungchan, sebenarnya aku engga beneran marah sama kamu. Aku juga engga beneran pergi ke toilet!

Kamu kaget kenapa orang ngasih kamu potongan puzzle? Coba liat baik-baik puzzle tersebut. Ada beberapa kata di setiap potongan puzzle. Ayok rangkai puzzlenya!

Sudah ketemu kalimatnya? Hehe. Kalo kamu bingung kenapa satu puzzle kosong, itu aku sisain khusus buat kamu nulis jawaban atas pertanyaan aku di setiap potongan puzzle.

Please... Jangan lama-lama jawabanya karena aku udah pegel ngumpet biar engga keliatan sama kamu.

Kalo kamu udah nulis jawaban kamu, tolong letakan surat ini serta pulpen di atas meja. Nanti aku bakal keluar dari persembunyiaku!

Aku bakal check jawaban kamu dan kasih kamu hadiah terakhir setelah aku liat jawaban kamu.

Aku tunggu ya Byungchan!

-H.S.W*

Byungchan tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya, bahkan wajahnya sudah mulai memerah. Byungchan mengedarkan pandangannya ke segala arah tapi tidak menemukan Seungwoo dimanapun.

Akhirnya Byungchan menuliskan jawaban atas pertanyaan Seungwoo di potongan puzzle tersebut. Tidak membuang waktu, Seungwoo benar-benar muncul setelah Byungchan meletakan surat serta pulpennya.

“Boleh aku check?“ucap Seungwoo di depan Byungchan.

“Sebentar ka.... Sebelumnya aku mau minta maaf sama ka seungwoo buat semuanya... Aku juga mau makasih buat liburannya! Semoga kita bisa liburan berdua lagi dengan destinasi yang sedikit lebih jauh dan waktu sedikit lebih lama”ucap Byungchan tersenyum.

Seungwoo tersenyum mendengar penyataan Byungchan tersebut. Senyum Seungwoo semakin mereka setelah membaca jawaban dari Byungchan.