Renungan.
Wonwoo merebahkan padanya pada kasur milik Wooseok. Setidaknya, kasur yang menemani tidurnya hampir empat malam ini. Wonwoo sedikit tersenyum saat mengingat betapa manis dan lembutnya perlakuan Jinhyuk kepadanya. Walaupun ia tau, semua itu dilakukan Jinhyuk untuk Wooseok dan bukan untuknya.
“Sana masuk kamar! Jangan lupa bersih-bersih!!”
Senyum Wonwoo kembali menguar saat dirinya mengingat Jinhyuk mengusak kepalanya sebelum ia memasuki kamar kost milik Wooseok. Wonwoo menarik nafas panjang ketika ia sadar bahwa semua salah, apa yang ia bayangkan dan rasakan kali ini salah. Wonwoo pun mencoba memejamkan matanya, memikirkan Mingyu, kekasihnya yang sedang bersama Wooseok.
Wooseok kembali membuka matanya dan mencari ponselnya, mencoba mengetahui keberadaan Mingyu dari Wooseok tetapi nihil. Wonwoo menarik nafas panjang sebelum membuangnya perlahan. Dirinya tau persis, Mingyu akan lupa jika sudah berada di PC room bersama teman-temannya dan berakhir lupa makan lalu jatuh sakit.
Wonwoo memilih untuk membersihkan badannya setelah mengirimkan pesan kepada Wooseok. Setidaknya Wonwoo harus mengabarkan Wooseok tentang apa saja yang ia lakukan bersama Jinhyuk hari ini serta bertanya mengenai keadaan Mingyu hari itu.
Wooseok memijat pelipisnya karena pusing. Setidaknya sudah lima kali dalam satu jam, Wooseok meminta Mingyu untuk menyudai permainannya dan teman-temannya tetapi Mingyu selalu menjawab “iya,sebentar lagi” ataupun “nanti dulu tanggung”
“Aku pulang duluan”Wooseok mengambil tasnya dan berjalan keluar dari PC room tersebut, karena tidak kuat dengan kebisingan serta cahaya yang keluar dari layar komputer.
“Hhhh pantesan Wonwoo capek, anaknya kalo kumat sampe segininya”ucap Wooseok berjalan lemah menjauhi gedung tersebut. Langkahnya terhenti saat Wooseok mendengar seseorang memanggil namanya.
“Wonwoo! Jeon Wonwoo!!“Wooseok menoleh dan mendapati Mingyu berdiri dibelakangnya dengan wajah panik.
“Maaf....“ucap Mingyu setelahnya dan Wooseok pun tersenyum kecil.
“Ayok pulang sama aku”ucap Mingyu mengulurkan tangannya yang dengan cepat diterima Mingyu.
“Aku ga masalah kamu main game atau apalah itu. Tapi kamu harus bisa ngukur waktu”ucap Wooseok pelan dan Mingyu mengangguk patuh.
“Maaf... Tadi karena ada kamu malah bikin aku jadi nyaman dan tenang, soalnya aku ga perlu panik nyariin kamu ataupun sebaliknya”ucapan Mingyu membuat Wooseok terdiam.
“Kita makan dulu ya?“tanya Mingyu dan Wooseok mengangguk.
“Aku tuh laper! Tapi tadi game nya lagi nanggung”ucap Mingyu terkekeh.
“Jangan dibiasaiin!!“ucap Wooseok lagi dan Mingyu pun mengangguk sambil tersenyum.
Wooseok menatap Mingyu yang masih mengendarai motornya menuju sebuah tempat makan. Mingyu dan segala kerandoman serta sifat kekanak-kanakannya, tetap menempatkan Wonwoo nomer satu dari segala hal. Wooseok tersenyum, ia tau apa yang harus ia ceritakan ke Wonwoo yang dapat membuat Wonwoo dapat bersyukur mempunyai pacar seperti Mingyu.
(xposhie)