Reuni


“Wooseok sebentar lagi acara ini selesai, kau ingin ke backstage sekarang?”

Wooseok menoleh dan mendapati managernya sedang berdiri sambil berbisik kepadanya. Wooseok mengangguk pelan sebelum akhirnya mengikuti langkah managernya.

Wooseok tidak tahu bahwa setelahnya sosok yang berada di atas panggung mencarinya. Wooseok tidak tahu, karena dirinya sekarang sedang berjalan ke backstage untuk memberikan kejutan kepada pemeran utama acara tersebut.

“Hai, Wooseok! Apa kabar?”

“Wooseok kau semakin kurus, rajinlah makan!”

“Ka Wooseok, aku rindu padamu”

Wooseok tersenyun atas semua sapaan yang dia terima. Sapaan dari orang-orang yang memang telah mengenal dirinya.

“Kau mau menunggu disini sendiri atau kutemani?”

Wooseok mengintip ke dalam sebuah ruangan sebelum akhirnya menjawab, “Aku sendiri saja tidak apa-apa”

“Baiklah. Aku akan tunggu di mobil, jika urusan kalian sudah selesai, langsung kembalilah”Wooseok mengernyitkan dahinya bingung.

“Aku tau apa yang terjadi antara dirimu dan Jinhyuk. Jangan macam-macam, aku percaya padamu”Manager Wooseok meninggalkan Wooseok dalam kebingungan.

Dua puluh dua menit adalah waktu yang di butuhkan Wooseok untuk menunggu hingga seseorang membuka pintu ruangan yang dia tempati. Wooseok mencoba bersikap biasa dan tidak sama sekali menoleh.

“Wooseok?“Sebuah suara yang memanggilnya, belum berhasil mengintrupsinya.

“Yak! Kim Wooseok.... Aku kira... Aku kira kau... Kau pulang? Aku kira kau tidak melihat penampilaku sampai akhir?”

Wooseok tidak dapat menahannya lagi, dirinya menoleh dan tersenyum. Bukan senyum ceria karena bahagia, tetapi senyum tipis ciri khas seorang Kim Wooseok.

Senyuman tipis Wooseok berhasil membuat Jinhyuk gila. Jinhyuk berjalan cepat ke arah Wooseok dan menarik dagu Wooseok agar sedikit mendangak. Jinhyuk menyapukan bibirnya ke bibir tipis Wooseok.

Wooseok reflek menarik kerah baju yang digunakan Jinhyuk. Woosek berdiri tanpa melepas lumatan yang dilakukan bibirnya serta bibir Jinhyuk. Jinhyuk yang gegabah, menarik pinggang Wooseok agar lebih merapat dengan tubuhnya.

Mereka berdua kacau. Terlalu banyak rindu yang dipendam. Cengkraman pada kerah bahu Jinhyuk kini telah berpindah ke bagian belakang kepala Jinhyuk, Wooseok menarik narik pelan rambut Jinhyuk yang mulai memanjang.

Jinhyuk mulai tidak sabaran, dia membuka coat yang digunakan Wooseok dan membuangnya secara asal. Jinhyuk merubah posisinya, memposisikan dirinya di tempat duduk yang tadi ditempati Wooseok. Wooseok sudah tidak memerlukan komando, dia mendudukan dirinya dipangkuan Jinhyuk.

Wooseok melepas sebentar ciuman panas mereka hanya untuk menarik dan melepas sweater yang digunakan Jinhyuk. Wooseok mulai tidak sabaran, dirinya memutar tubuh bagian bawahnya yang bergesakan dengan tubuh bagian bawah Jinhyuk. Jinhyuk mengerang merasakan kenikmatan.

“I miss you....“Woosek menjilat daun telinga Jinhyuk dengan tangan yang bermain melingkar di dada Jinhyuk.

“Arghhh....“erangan tertahan keluar dari bibir Jinhyuk yang sedikit terbuka.

Tangan Jinhyuk tidak tinggal diam. Jinhyuk membuka kemeja hitam yang masih digunakan Wooseok dan mulai mengusap punggung Wooseok ketika tubuh Wooseok sudah tidak terbalut apapun.

Bibir Jinhyuk bergerilya di dada putih milik Wooseok. Jinhyuk tidak cukup gila untuk meninggalkan bekas kemerahan di leher Wooseok, dirinya cukup puas dengan hasil karyanya di sekitar dada Wooseok. Jinhyuk menggendong Wooseok, membawanya ke dalam ruang ganti yang terdapat dalam ruangan tersebut.

“Kita harus menyelesaikan ini dengan cepat”Wooseok mengangguk.

Wooseok memposisikan dirinya membelakangi Jinhyuk setelah menurunkan celananya sebatas lutut. Wooseok menghadap ke cermin yang terdapat dalam ruanh ganti tersebut sehingga dia dapat melihat jika Jinhyuk sekarang juga sedang menurunkan celananya.

Jinhyuk meludahi jarinya untuk melakukan penetrasi pada lubang yang telah lama tidak ia kunjungi.

“Ah....“lenguhan kecil keluar dari bibir Wooseok.

Jinhyuk menambah digit jarinya dan juga menambah kecepatannya. Wooseok gila dan kacau.

“Jinhyuk cepatlah”Wooseok merintih.

Tanpa perlu berfikir dua kali, Jinhyuk memposisikan kejantanannya pada lubang kenikmatan Wooseok. Wooseok merintih kesakitan saat ujung kebangaan Jinhyuk kembali menyapa lubangnya. Tetapi setelahnya, yang ia terima hanyalah kenikmatan.

“Lebih cepat Jinhyuk.... Aku hampir sampai”ucap Wooseok terengah.

Jinhyuk menambah kecepatannya. Menumbuk kenikmatan Wooseok tepat pada sasarannya. Jinhyuk dan Wooseok hampir sampai pada pelepasan masing-masing.

“Wooseok!”

“Kim Wooseok!!”

“Kim Wooseok, kita sudah sampai”Wooseok membuka matanya.

Wooseok menoleh dan mendapati dirinya berada di dalam mobil. Mobil yang berhenti di depan gedung apartmentnya.

“Sepertinya kau kelelahan, beberapa kali kau merintih kesakitan dalam tidurmu”

“Mandilah dengan air hangat dan istirahatlah. Besok aku jemput pagi-pagi”Wooseok mengangguk patuh terhadap managernya.

Wooseok pun keluar dari mobil dan berjalan tertatih ke apartmentnya. Wooseok beberapa kali menghela nafas berat. Memikirkan kembali pada mimpi yanga ia alami barusan. Mimpi bercinta dengan Lee Jinhyuk.

“Bodoh! Kenapa tidak membangunkanku ketika sudah sampai pelepasan sih”Wooseok meracau frustasi sambil menekan password apartmentnya dan menghilang saat pintu apartmentnya tertutup.

©️XPOSHIE.