Rokok.
•••
Samuel memeluk tubuh Seonho dari belakang. Seonho menghembuskan asap rokoknya yang membuat Samuel terbatuk sedikit.
“Haha kau tidak suka bau asap rokok?“Samuel menggeleng menjawab pertanyaan Seonho.
“Rokok itu emang engga sehat, tapi bisa ngilangin stress loh”Seonho kembali menhembuskan asap rokoknya, kali ini tepat ke wajah Samuel dan Samuel otomatis terbatuk.
“Hahaha maaf. Kenapa kau sangat menggemaskan? Aku kira artis tidak akan jauh dari rokok dan sejenisnya”Seonho mulai mematikan rokoknya, “Aku punya asthma! Kau bisa membunuhku”ucap Sam merajuk.
“Kenapa sih pacarku ini sangat menggemaskan, huh?“Seonho menggendong Sam ala koala yang berhasil membuat Sam tertawa. Seonho menghujani seluruh wajah Sam dengan kecupan.
“Kau bau rokok”Sam mengerucutkan bibirnya dan menutup hidungnya.
“Ah benarkah?“Seonho menjatuhkan Sam diatas kasur apartmentnya dan kembali menghujani Sam dengan kecupan. Kali ini kedua tangan Sam ditahan Seonho sehingga Sam tidak dapat menutup hidungnya.
Kecupan yang diberikan Seonho mampir ke bibir ranum Samuel. Kecupan yang awalnya biasa itu lama-lama menjadi menuntut. Sam mulai larut dalam ciuman tersebut.
Tangan Seonho mulai bergerilya masuk ke dalam kaos yang di gunakan Sam.
“Hgggh....“Sam mengeluarkan desahan karena ulah Seonho yang lagi-lagi membuatnya terbang ke langit ketujuh.
Sam menjauhkan badan Seonho yang menyebabkan ciuman mereka terhenti, “kenapa?“tanya Seonho bingung.
“Really? Sekarang? Kamu engga cape?“tanya Sam polos.
“Aku engga pernah capek sama kamu”kali ini Seonho menjadikan leher Sam sebagai sasaran.
Sam tidak dapat menolak, tenaga Seonho lebih kuat. Untuk pertama kalinya, Sam merasa dirinya tidak berguna. Sam merasa tidak bisa menjaga dirinya. Dia tidak mau seperti ini, tetapi Seonho yang sekarang berada diatasnya membuatnya terlena dan jatuh pada pesona Seonho.