Rokok.

***

“Uhuk... Uhuk...”

Byungchan beberapa kali terbatuk karena mencium bau rokok yang dihasilkan Seungwoo dan Seungyoun.

“Eh maaf ya Byungchan, engga suka rokok ya?“Seungwoo merasa bersalah.

“Engga bisa nyium asepnya ka hehe bisa sesek nafas”ucap Byungchan malu.

“Eh maaf maaf banget, aku gatau! Kenapa engga bilang?“tanya Seungwoo.

“Hehe engga apa-apa ka, aku sih emang lemah banget. Minum es cepet batuk, nyium asap rokok jadi sesek, begadang setiap hari bisa tifus”ucap Byungchan terkekeh.

“Loh lagian kamu ngapain sih segala begadang?“Seungwoo penasaran.

“Kadang streaming drama sih kaaa hehe”Byungchan tertawa, manis batin Seungwoo.

“Jangan dibiasain kalo gitu Chan, engga baik juga kan buat kesehatan”

“hehehehe iya uhuk uhuk iya ka”ucap Byungchan terbatuk sekali lagi.

“Youn, matiin. Byungchan sesek soalnya”Seungwoo menyengool lengan Seungyoun yang sedang berbicara dengan Sejin.

“Loh Chan, sesek lagi?“tanya Sejin panik, membuat Wooseok dan Yohan menoleh ke Byungchan.

“Engga kok ka, cuma batuk doang hehe maaf ya ngerepotin”ucap Chan saat melihat Seungyoun mematikan rokoknya

“Pindah yuk, disini banyak yang ngerokok”ajak Seungwoo

“Loh ka, engga usah ih engga apa-apa kok. Lagipula kan bolanya udah mau mulai tuh”ucap Byungchan panik.

“Engga apa-apa kok Chan, pindah aja yuk kita kan lumayan ini meja bisa buat orang trus nambah pemasukan gue”ucap Seungyoun terkekeh

Akhirnya mereka berdelapan pindah ke ruangan yang letaknya sebelah pintu dapur. Tulisan di luarnya “King Cho only” tetapi ada note kecil dibawah tulisannya “dan para pengikutnya”.

Wooseok, Byungchan, Sejin dan Yohan terpana melihat ruangan khusus dalam caffe itu. Ruangannya remang-remang, tetapi benar-benar cozy.

“Ih enak ka kalo buat rapat! Kalo mager bisa goleran”ucap Byungchan antusias.

“Hush! Itu di depannya ada tulisan King Cho Only”ucap Yohan pelan

“Engga baca ya? Kan ada notes kecil itu dan para pengikutnya”ucap Yuvin yang langsung mendudukan dirinya di sebelah Yohan.