Sakit.
“Jangan dipaksain, hm?“ucap Seungwoo pelan sambil menghapus keringat Byungchan yang mengalir di seluruh permukaan wajahnya. Byungchan tersenyum.
“Engga apa-apa kok ka, aku engga kenapa-kenapa. Beneran”ucap Byungchan meyakini Seungwoo. Seungwoo menghela nafas berat.
“Tapi tadi aku liat kamu beberapa kali nahan sakit loh, Chan”ucap Seungwoo.
“Hehehe kecapean doang itu sih tadi, kan kita mulai dari pagi banget tuh tadi”ucap Byungchan mencoba meyakini Seungwoo.
“Byungchan... Kita bareng-bareng itu engga setahun dua tahun loh. Aku tau kalo kamu lagi bohong....“ucap Seungwoo pelan.
“Ka seungwoo... Aku beneran engga apa-apa! Emang aku kenapa sih? Aku engga bohongin ka seungwoo juga kok!“ucap Byungchan semakin meyakini.
Seungwoo menatap Byungchan lekat, mencari kebenaran dari setiap kata yang dikeluarkan Byungchan.
“Kemaren pas aku keluar dari acara, katanya aku harus kuat! Sekarang kok aku suruh nyerah?“ucap Byungchan tersenyum meledek.
“Aku engga suruh kamu nyerah, aku cuma mau kamu buat engga maksain diri kamu”ucap Seungwoo lagi.
“Ka... Aku engga akan maksain diri aku. Aku janji dan ka seungwoo bisa pegang janji aku, ya?“ucap Byungchan mengulurkan jari kelingkingnya.
“Ka..... hm?“ucap Byungchan lagi sambil menggerakan kelingkingnya yang disambut kelingking Seungwoo.
“Udah ngeyelnya?“ucap Seungwoo menahan emosi. Byungchan tersenyum.
“Engga apa-apa kok ka! Kan biasa?“ucap Byungchan sambil mencari kata yang tepat yang tidak membuat rekan satu timnya kalut.
“put yourself first, Byungchan.... Udah berapa kali aku bilang begitu?“ucap Seungwoo dengan nada semakin naik.
”.....maaf ka”ucap Byungchan yang muali merasa takut.
“Aku ga marah ya sama kamu, aku cuma.... kecewa?“ucap Seungwoo pelan.
“Aku cuma kecewa, kenapa kamu engga merhatiin diri kamu sendiri. Aku tau, kamu ngelakuin semuanya untuk fans dan orang lain, Tapi tolong.... tetep jadiin diri kamu prioritas”ucap Seungwoo tenang.
“Aku belajar dari kamu ka!“ucap Byungchan menatap Seungwoo tajam.
“Aku belajar dari kamu.... Semuanya.... Aku belajar, gimana cara memprioritaskan orang lain diatas diri sendiri... Aku belajar, gimana cara membahagiakan orang lain diatas kebahagiaan diri sendiri.... Aku belajar... Semuanya dari kamu....“ucap Byungchan menahan tangis.
“Aku tau, beberapa tahun lalu... Ka Seungwoo nahan sakit kan? Demi siapa? Demi orang lain.... Biar orang lain bahagia, kan?“tanya Byungchan.
“Aku belajar dari kamu ka... Aku belajar dari orang hebat yang terus menjadi hebat setiap harinya, karena dia meprioritaskan orang lain diatas dirinya sendiri. Aku salah?“ucap Byungchan. Seungwoo terdiam. Dirinya kaku.
Seungwoo menarik Byungchan ke dalam dekapannya. Mengusap punggung pria yang lebih muda darinya yang mulai terisak di dekapannya. Seungwoo merapalkan maaf berulang kali.
“Maaf.... Aku minta maaf Byungchan... Aku minta maaf karena aku beberapa kali engga memprioritaskan diriku sendiri...“ucap Seungwoo bergetar.
“Tapi aku mohon... Byungchan... Prioritaskan diri kamu diatas orang lain, kalo kamu sakit, orang lain sedih dan tujuan utama kamu engga akan menjadi kenyataan...“ucap Seungwoo masih terus mengusap punggung Byungchan.
“Ka seungwoo juga harus janji.... Ka seungwoo harus janji tetap memprioritaskan diri kaka diatas orang lain. Bukan aku yang utama, bukan orang lain, tapi diri ka seungwoo sendiri, ya?“ucap Byungchan dalam dekapan Seungwoo dan Seungwoo mengangguk pelan.
xposhie