Sepenggal kisah.
Malam itu, Seungyoun dan Sejin memutuskan untuk berdiam di hotel mereka karena mereka terlalu lelah untuk melakukan ativitas di luar hotel. Peristiwa kehilangan koper hingga sunho yang salah cancel kamar hotel, membuat Seungyoun dan Sejin memilih mengistirahatkan badan mereka di hotel.
“Wait a minute!“Seungyoun berjalan cepat ke arah pintu kamar hotel ketika pintu diketuk beberapa kali.
Seungyoun lalu kembali membawa sebuah bucket berisikan Wine serta dua buah cangkir.
“Bang sunho?“tanya Sejin dan Seungyoun mengangguk.
Perlu kalian tahu, Sunho salah membatalkan kamar hotel. Kamar hotel yang ditempati Sejin dan Seungyoun sekarang seharusnya ditempati Sunho dan kekasihnya. Semua persiapan termaksud Wine yang baru saja diantara, merupakan spesial set yang telah dipesan Sunho.
“Rejeki, jangan ditolak”ujar Seungyoun menyerahkan satu cangkir kaca ke arah Sejin.
Seungyoun merangkak naik ke kasur yang sudah setengah berantakan karena Seungyoun dan Sejin yang lebih banyak beraktifitas diatas kasur. Jangan berfikiran aneh, mereka hanya berbaring dan menonton film sepanjang sore.
“Youn, kita aneh engga sih?“tanya Sejin sambil sesekali menyesap Wine yang sudah tersedia di cangkirnya.
“Aneh gimana?“tanya Seungyoun.
“Baru kenal trus jalan bareng keluar negeri”ucap Sejin lagi.
“Kan ada tahapnya, engga langsung ke luar negeri jugaaa”ucap Seungyoun tertawa.
“Eh iya sih, udah nonton konser bareng juga trus....”
“trus apa?“tanya Seungyoun menanti jawaban Sejin.
“Engga usah dilanjutin, males”ucap Sejin.
Sejin kembali menuangkan Wine dan menyesap isinya. Ini sudah gelas ketiga dan Seungyoun benar-benar dibuat terpukau oleh Sejin.
“Udah ya, lo udah mabok tuh”ucap Seungyoun menarik pelan gelas sejin.
“Siapa yang mabok sih? Gue masih sadar kok”ucap Sejin kembali menarik gelasnya.
Pipi Sejin mulai muncul semburat kemerahan. Sejin tidak sepenuhnya sadar. Seungyoun pun mematikan televisi yang memang tidak mereka tonton sejak beberapa waktu lalu. Seungyoun memutarkan sebuah lagu lembut yang membuat Sejin mengikuti irama lagunya.
“Youn...“ucap Sejin pelan dan menyerahkan gelas yang isinya sudah tandas.
“Hm...“ucap Seungyoun seadanya.
Seungyoun meletakan gelas dan botol wine ke samping nakas tempat tidur mereka. Ketika berbalik, Seungyoun dikejutkan dengan Sejin yang tiba-tiba sudah berada di hadapannya.
“Panas...“ucap Sejin pelan.
“Hm... kan udah gue bilang, kalo lo mabok. Ini AC kalo gue gedein, bakal kedinginan engga?“tanya Seungyoun dan Sejin menggeleng.
Musim dingin dan mereka menyalakan pendingin.
“Ih masih panas”ucap Sejin mengacak-acak rambutnya
Seungyoun tersenyum, lalu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
“Diem makanya jangan banyak bergerak, biar dinginnya berasa”ucap Seungyoun merapihkan anak rambut Sejin.
“Youn....“ucap Sejin lagi.
“Apa?“tanya Seungyoun masih tersenyum.
“Makasih yaaa, buat tiket konsernya. Buat jalan-jalan ke manshesternya. Engga ngerti sih kenapa lo baik banget sama gue huhuhuhu gue terharu”ucap Sejin yang tiba-tiba menutup wajahnya.
“Lo kalo mau minta apapun gue kasih deh!“ucap Sejin tiba-tiba yang berhasil membuat Seungyoun terkejut.
“Apapun! Kayak pas kita habis nonton konser WOODZ hehehe”ucap Sejin tersebut.
Kembali ke beberapa bulan lalu, saat Seungyoun memberikan tiket konser untuk Sejin. Saat perjalanan pulang, Sejin mengatakan hal yang sama. Sejin mengatakan akan memberikan apapun yang Seungyoun inginkan. Malam itu Seungyoun mengatakan bahwa dirinya ingin Sejin bermalam di apartmentnya dan Sejin menyetujuinya. Malam yang belum pernah mereka ceritakan ke teman-teman mereka.
Tidak ada hal spesial. Hanya saja malam itu tanpa sadar, Seungyoun mencium Sejin di apartmentnya. Sejin tidak menolak sama sekali. Bahkan malam itu, Sejin tidur satu kasur bersama Seungyoun, Sejin tertidur di dekapan Seungyoun. Hal yang masih mereka rahasiakan dari teman-teman mereka.
Kembali ke manchester....
Seungyoun mengamati setiap fitur wajah Sejin. Pipinya kemerahan karena mabuk. Rambutnya sedikit berantakan karena ulahnya tadi dan bibirnya kemerahan efek dari menyesap wine. Seungyoun tersenyum sebelum menarik tengkuk Sejin dan mulai melumat bibir tipis Sejin.
Malam yang membuat mereka kesiangan keesokan harinya :)
(@xposhie).