Sidang.


Byungchan mengetukan kakinya beberapa kali ke lantai. Kakinya juga tidak berhenti bergerak sejak lima belas menit yang lalu. Byungchan ditemani beberapa teman dekatnya sedang menunggu gilirannya untuk sidang skripsi yang akan dimulai kurang dari setengah jam.

“Chan, diem sih!“ucap Wooseok salah satu teman terdekat Byungchan.

“Gue deg-degan! Kalo nanti gue di cecer gimana? Kalo nanti gue engga bisa jawab gimana? Kalo nanti revisi gue banyak, gimana?“ucap Byungchan panik.

“Udah masuk dulu. Presentasi yang bener, jawab yang tepat. Keluar , revisian, trus wisuda. Selesai”kali ini teman Byungchan yang bernama Sejin yang angkat bicara.

“Ah kalian engga membantu nenangin gue!!“ucap Byungchan berdiri dan mulai berjalan layaknya setrikaan yang sedang digunakan.

Byungchan memang sudah tidak menggoyangkan kakinya seperti tadi, tapi kali ini kuku ibu jari Byungchan menjadi korbannya. Byungchan mengigit kuku ibu jari sebelah kirinya dengan tangan kanan yang sibuk membuka ponsel pintarnya.

“Nungguin orang?“pertanyaan Wooseok diabaikn Byungchan.

“Nungguin itu kali Ka Seungwoo, seniornya tepat dia magang kemaren”ucap Sejin pelan dan Wooseok mengangguk mengerti. Nama Byungchan akhirnya dipanggil, Wooseok dan Sejin membantu Byungchan menyiapkan ruang sidangnya sebelum dosen pembimbing dan dosen penguji sidang Byungchan datang.


Byungchan menghamburkan dirinya untuk memeluk kedua temannya (-Wooseok serta Sejin) yang masih setia menunggunya diluar ruang sidang. Pertahanan Byungchan runtuh ketika memeluk kedua temannya tersebut, tangis yang ia tahan akhirnya pecah.

“Kok nangis sih, Chan?“ucap Wooseok menepuk pelan punggung Chan. Sejin juga sesekali mengusap punggung Chan menenangkan.

“Ka... hiks... Gue... Hiks... Lulus...“ucap Chan tersenggal.

“Byungchan selamat!!!! Lo kok lulus malah nangis sih?“tanya Sejin bingung dan Byungchan menggeleng tidak mengerti.

“Gue juga ga ngerti kenapa nangis, bahagia kali ya gue? Revisi gue juga cuma sedikit aja, engga terlalu banyak”ucap Byungchan lagi sambil mengusap pipinya yang basah karena air mata.

“Yaudah jangan nangis lagi! Yuk kita makan aja gimana? Lo traktir ya?“ucap Wooseok meledek dan Byungchan mengangguk pelan.

“Lo tuh Seok! Orang temen lagi sedih malah ngajak makan trus nyuruh traktir!!“ucap Sejin malas.

“Gue tuh berusaha menditraksi! Lagian Byungchan lulus kok, kenapa sedih? Ayok kita seneng-seneng!!“ucap Wooseok bahagia dan Byungchan pun tersenyum melihat kedua teman yang selalu ada disekitarnya tersbeut.

(xposhie)